Ingin Si Kecil Tumbuh Cerdas_ Pelajari 3 Manfaat Kolin Untuk Anak Usia Balita

Ingin Si Kecil Tumbuh Cerdas? Pelajari 3 Manfaat Kolin untuk Anak Usia Balita

detail-fb detail-wa detail-twitter

Si Kecil yang sedang dalam masa pertumbuhan memerlukan asupan nutrisi yang lengkap dan seimbang. Tak hanya mendukung perkembangan fisik, nutrisi juga diperlukan untuk kecerdasan otaknya. Salah satu nutrisi yang cukup penting adalah kolin. Manfaat kolin untuk anak sangat terkait dengan kecerdasannya, karena mencakup perkembangan otak hingga sistem saraf2.  

Penasaran tentang nutrisi yang satu ini? Yuk, cari tahu lebih banyak mengenai manfaat kolin untuk anak, sumber terbaik untuk mendapatkannya, serta seberapa banyak si Kecil harus mendapatkan nutrisi penting ini.

Manfaat Kolin untuk Anak

Berikut adalah tiga manfaat penting kolin yang Ibu harus ketahui karena penting untuk menutrisi otak si Kecil.

1. Pembentukan Otak

Ingatkah Ibu ketika hamil dulu, dokter merekomendasikan kolin sebagai salah satu nutrisi yang wajib dipenuhi kebutuhannya? Alasannya ternyata karena manfaat kolin sangat penting untuk perkembangan sel, terutama sel otak janin.

Tak hanya ibu hamil, kolin juga sangat penting bagi ibu menyusui. Penelitian menunjukkan bahwa asupan kolin ibu selama masa kehamilan dan menyusui memiliki efek dalam perkembangan sel-sel otak anak1. Kebutuhan akan kolin tersebut terus berlanjut selama beberapa tahun pertama kehidupan si Kecil, ketika pertumbuhan otaknya berlangsung sangat pesat.  

2. Memori Jangka Panjang

Kolin ibarat makanan bagi otak, yang mendukung pertumbuhan otak di masa emas perkembangan si Kecil. Asupan kolin dapat meningkatkan kemampuan otak dalam hal memproses informasi, daya ingat, dan konsentrasi. Sebuah studi membuktikan bahwa ibu yang mengonsumsi kolin selama masa kehamilan memberikan fungsi memori yang lebih baik pada anak1

3. Perkembangan Saraf

Fungsi kolin tidak terbatas pada perkembangan sel otak, tapi juga memainkan peran penting dalam perkembangan sistem saraf pusat2.

Sistem saraf pusat ini memiliki fungsi untuk mengatur dan mengendalikan koordinasi antara otak dan berbagai organ tubuh lainnya. Ini termasuk pergerakan otot, detak jantung, serta berbagai fungsi dasar tubuh lainnya5

Artinya, agar si kecil memiliki koordinasi yang baik antara otak dan tubuhnya, ia memerlukan asupan nutrisi kolin yang cukup.

Kebutuhan Harian Kolin

Seperti telah disebutkan sebelumnya, sumber terbaik kolin adalah makanan sehari-hari yang dikonsumsi si Kecil. Kebutuhan kolin berbeda-beda antar kelompok umur. Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang ditetapkan oleh Kemenkes RI yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019, untuk bisa mendapatkan manfaat terbaik bagi anak, jumlah kebutuhan kolin hariannya adalah sebagai berikut3:

·         Usia lahir–5 bulan: 125 mg/hari

·         Usia –11 bulan: 150 mg/hari

·         Usia 1–3 tahun: 200 mg/hari

·         Usia 4–6 tahun: 250 mg/hari

·         Usia 7-9 tahun: 375 mg/hari 

Sumber Makanan yang Mengandung Kolin

Ada banyak makanan yang mengandung kolin, baik makanan hewani maupun nabati. Namun, makanan hewani biasanya mengandung lebih banyak kolin dalam setiap gramnya. Daging sapi, telur, ayam, dan ikan, misalnya, merupakan sumber kolin dengan kandungan lebih dari 60 mg per 100 g-nya4.

Sedangkan pada makanan nabati, seperti kacang-kacangan, polong-polongan, dan brokoli, merupakan sumber kolin yang relatif baik dan menyediakan setidaknya 25 mg per 100 g-nya4.

Selain asupan kolin, Ibu juga harus memastikan si Kecil memperoleh kecukupan zat gizi lainnya, ya. Salah satu caranya dengan memberikan asupan nutrisi seimbang yang tak kalah penting untuk otaknya.

Bebelac 3 merupakan susu pertumbuhan yang dilengkapi nutrisi seimbang untuk mendukung si kecil tumbuh jadi anak hebat. Formulanya mengandung energi dan protein yang disesuaikan, 13 vitamin dan 5 mineral, termasuk zat besi, zinc, iodium, vitamin A, dan kalsium.

Bebelac 3 juga dilengkapi dengan FOS:GOS untuk bisa membantu mempertahankan kesehatan saluran cerna si Kecil. Serta, diperkaya minyak ikan yang mengandung omega 3 dan omega 6 yang baik untuk perkembangan otaknya.

Dengan asupan gizi seimbang, ditambah stimulasi yang tepat, si Kecil akan tumbuh menjadi anak cerdas kebanggaan Ibu. Jangan lupa juga untuk selalu memilihkan sumber makanan yang kaya akan kolin ya, Bu, agar si Kecil bisa mendapatkan manfaat kolin untuk anak seperti yang dijelaskan di atas.

 

Referensi

1. Taylor C. Wallace, et al. 2018. Choline. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6259877/. [Diakses 19 November 2020]

2. J. J. Strain, et al. 2013. Choline status and neurodevelopmental outcomes at 5 years of age in the Seychelles Child Development Nutrition Study. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3723412/. [Diakses 22 November 2020]

3. Sekretariat Jenderal Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia. Retrieved from: http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf. [Diakses 20 November 2020]

4. Hunter W. Korsmo, et al. 2019. Choline: Exploring the Growing Science on Its Benefits for Moms and Babies. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6722688/. [Diakses 19 November 2020]

5. InformedHealth.org [Internet]. Cologne, Germany: Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG); 2006-. How does the nervous system work? 2009 Oct 28 [Updated 2016 Aug 19]. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279390/ [Diakses 19 November 2020]

 

 

Tag