cara meningkatkan daya ingat anak, kinerja otak

Cara Meningkatkan Daya Ingat Anak agar Ia Tumbuh Optimal

detail-fb detail-wa detail-twitter

Daya ingat berperan penting dalam kemampuan sosial, kognitif, dan pengelolaan emosi anak1 . Daya ingat sering dikaitkan dengan kinerja otak, sehingga tak heran jika banyak Ibu yang mencari tahu bagaimana cara meningkatkan daya ingat anak agar buah hati kesayangannya tumbuh menjadi anak cerdas dengan kemampuan otak yang tajam.

Secara umum, proses mengingat terdiri dari tiga tahapan. Pertama, proses learning atau encoding, yaitu saat si Kecil menangkap atau mengamati sebuah informasi baru. Kedua, tahap storage yang berarti  tahap penyimpanan informasi di dalam benaknya. Ketiga, tahap retrieval atau restore, yakni tahap di mana informasi tersebut akan disampaikannya ketika ada suatu kejadian yang berkaitan dengan informasi yang diterimanya2.

Setiap tahapan tersebut tidak selalu berjalan lancar, Bu. Bisa saja terjadi error atau kesalahan di tahapan pertama, kedua, atau ketiga. Hal inilah yang menyebabkan kita lupa atau tidak belajar dari pengalaman yang pernah terjadi.

Agar si Kecil dapat memroses setiap tahapan mengingat dengan baik, Ibu bisa melatihnya sejak dini. Apa saja yang bisa Ibu dan Ayah lakukan? Berikut adalah lima cara meningkatkan daya ingat anak, mulai dari permainan seru hingga asupan nutrisi hariannya!

Ajak Melakukan Permainan Gambar

Bermain juga bisa menjadi sarana belajar bagi si Kecil. Permainan menggambar, misalnya. Melalui permainan visual sensori ini, Ibu bisa meminta si Kecil menggambar binatang seperti gajah, jerapah, singa atau apapun yang pernah ia lihat sebelumnya. Permainan ini mungkin terdengar sederhana. Namun, proses ini sesungguhnya akan melatih tahap retrieval atau restore dalam otaknya9.

Saat menggambar, ia akan mengingat potret gajah yang pernah ia lihat sebelumnya. Kemudian, potret gajah tersebut ia coba gambar kembali di atas kertas sesuai dengan apa yang tersimpan di kepalanya. Ibu bisa bantu si Kecil mengingat, dengan menceritakan seperti apa bentuk gajah. Contohnya belalainya panjang dan kupingnya lebar. Dengan begitu, proses retrieval di kepalanya jadi lebih mudah. Ibu dan si Kecil pun dapat menikmati waktu bersama.

Lakukan Aktivitas Fisik atau Olahraga

Aktivitas fisik juga memiliki hubungan yang lekat lho, Bu, dengan kinerja otak. Gerakan-gerakan fisik dapat melancarkan sirkulasi darah ke otak. Darah membawa nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan oleh otak si Kecil3. Ibu bisa melatih daya ingatnya dengan melakukan olahraga bersama.

Supaya lebih bersemangat, ciptakan suasana baru untuk berolahraga. Misalnya dengan melakukan senam bersama menggunakan lagu kesukaannya. Ibu juga bisa melakukan jogging bersama di taman atau keliling kompleks perumahan sambil menghirup udara segar. Senam maupun jogging merupakan jenis olahraga kardiovaskular yang melibatkan otak juga3.

Tidur yang Cukup

Pastikan kebutuhan istirahat si Kecil tercukupi, ya, Bu. Tidur yang berkualitas bagi anak memberikan dampak yang baik untuk kinerja otak, terutama mendukung lancarnya tahap retrieval 4. Anak berusia 3-6 tahun membutuhkan waktu sekitar 11-13 jam sehari untuk tidur, termasuk tidur siang 5. Pastikan si Kecil tidur dengan nyaman, ya Bu, agar tidurnya berkualitas.

Hindari Stres

Si Kecil juga bisa stres lho, Bu. Pemicunya bisa beragam, mulai dari perilaku orang tua, kondisi lingkungan yang tidak aman dan nyaman, keinginannya tidak terpenuhi, hingga sesederhana karena mainannya rusak. Tanda stres pada balita bisa beragam, misalnya saja sering marah, menendang barang tanpa alasan, tidur tidak nyenyak, hingga menjadi pendiam.

Jangan disepelekan, ya, Bu. Jika kondisi ini terjadi terus menerus, bisa berpengaruh pada kinerja otaknya. Saat si Kecil stres, beberapa bagian otak yang berfungsi untuk mengendalikan emosi, mengambil keputusan, dan mengingat sesuatu menjadi sulit untuk bekerja dengan baik6,7. Jika tanda stres muncul, berikan perhatian penuh untuknya. Jangan sampai stresnya berlarut-larut.

Asupan Nutrisi yang Tepat

Asupan nutrisi sangat penting untuk pertumbuhan organ tubuh si Kecil yang sedang berkembang pesat, termasuk otaknya. Nutrisi yang tidak tercukupi dapat memberikan dampak buruk bagi kinerja otak si Kecil. Beberapa nutrisi penting untuk otak adalah asam lemak, zat besi, vitamin B12, dan vitamin D7 yang terkandung dalam beragam jenis makanan, seperti ikan salmon, hati ayam, bayam, dan kacang-kacangan. Ibu juga bisa mendapatkan sumber nutrisi otak dengan memberikan Bebelac 3 yang mengandung asam lemak Omega 3 dan Omega 6. Selain itu, formula susu ini juga dilengkapi dengan 13 vitamin dan 5 mineral demi mendukung tumbuh kembang si Kecil. Berikan Bebelac 3 tiga gelas sehari untuk hasil yang optimal, ya, Bu.

Demikian lima cara meningkatkan daya ingat anak yang bisa Ibu upayakan sedini mungkin dari rumah. Terus berikan yang terbaik agar si Kecil tumbuh menjadi anak dengan kinerja otak yang hebat! [ENDS]

 


 

Referensi

  1. Thanujeni Pathman, Patricia J. Bauer, dkk. (2020). Memory and Early Brain Development. Encyclopedia on Early Childhood Development. Retrieved from: http://www.child-encyclopedia.com/brain/according-experts/memory-and-early-brain-development. [Diakses 18 November 2020].
  2. Kathleen B. McDermott, Henry L. Roedige. (2016). Memory (Encoding, Storage, Retrieval). The Diener Education Fund, NOBA. Retrieved from: https://thatpsychprof.com/wp-content/uploads/2016/03/Memory-Encoding-Storage-Retrieval.pdf. [Diakses 18 November 2020].
  3. Suteja, Sacika. (2019). Upaya Meningkatkan Daya Ingat Melalui Olahraga Ringan. Prodi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia.
  4. Anna Peiffer, Maud Brichet, dkk. (2020). The power of children’s sleep - Improved declarative memory consolidation in children compared with adults. Scientific Reports volume 10, Article number: 9979. Retrieved from: https://doi.org/10.1038/s41598-020-66880-3. [Diakses 18 November 2020].
  5. P2PTM Kemenkes RI. (2018). Kebutuhan Tidur sesuai Usia. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Retrieved from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/page/18/kebutuhan-tidur-sesuai-usia [Diakses 18 November 2020].
  6. María Banqueri, Marta Méndez, dkk. (2017). Impact of stress in childhood: Psychobiological alterations. Universidad de Oviedo. Psicothema 2017, Vol. 29, No. 1, 18-22 doi: 10.7334/psicothema2016.264. Retrieved from: http://www.psicothema.com/PDF/4357.pdf. [Diakses 18 November 2020].
  7. Vasiliki Karavida, Eleni Tympa, dkk. (2019). The Role of Nutrients in Child’s Brain Development. Journal of Education and Human Development. Retrieved from: https://www.researchgate.net/publication/335379195_The_Role_of_Nutrients_in_Child's_Brain_Development. [Diakses 22 November 2020].
  8. Quesada, A. A., Wiemers, U. S., Schoofs, D., & Wolf, O. T. (2012). Psychosocial stress exposure impairs memory retrieval in children. Psychoneuroendocrinology, 37(1), 125-136. Doi. Retrieved from: https://doi.org/10.1016/j.psyneuen.2011.05.013 [Diakses 22 November 2020].
  9. Otgaar, H., van Ansem, R., Pauw, C. et al. Improving Children’s Interviewing Methods? The Effects of Drawing and Practice on Children’s Memories for an Event. J Police Crim Psych 31, 279–287 (2016). https://doi.org/10.1007/s11896-016-9190-0 [Diakses 22 November 2020].
Tag