Kembali ke First Moment

Membantu Si Kecil Berlatih Bicara

Tak terasa, bayi Ibu sudah semakin besar, ya. Di usia 9-10 bulan, saat ini dia sudah semakin mahir babbling atau mengoceh. Bayi juga mul...

4 min
14 Feb 2022

20 ibu tandai artikel ini bermanfaat

Tak terasa, bayi Ibu sudah semakin besar, ya. Di usia 9-10 bulan, saat ini dia sudah semakin mahir babbling atau mengoceh. Bayi juga mulai berusaha menirukan suara yang didengar walau belum sempurna. Menggemaskan sekali, bukan? 

Tentu saja, perkembangan setiap bayi berbeda-beda. Karena itu, Ibu sebaiknya tetap berupaya menstimulasi kemampuan bicaranya dengan sering mengajaknya mengobrol.

Kenapa? Psst, para ahli bahkan mengatakan bahwa bayi perlu mendengar sebuah kata sebanyak 500 kali sebelum bisa mengucapkannya. Jadi, semakin sering Ibu mengucapkan sesuatu, akan semakin cepat pula bayi bisa bicara.

Namun sebelum mulai melatih bayi bicara, Ibu juga perlu tahu dulu bagaimana tahapan perkembangan bahasanya sampai bayi bisa berbicara.

Yuk simak lebih lanjut.

Tahapan perkembangan bahasa bayi sampai bisa bicara

Sebelum bayi belajar bicara dengan bahasa asli, mereka akan mengoceh dan bermain dengan suara dan bahasanya sendiri.

Nah, sama halnya seperti perkembangan motorik dan kognitif bayi, perkembangan bahasa bayi juga berlangsung secara bertahap, Bu.

Berikut adalah tahapan perkembangan bahasa bayi sampai umur 3 tahun:

Perkembangan bahasa bayi di usia 3 bulan: 

Bayi umur 3 bulan sudah bisa mendengarkan suara dan menoleh ke sumber suara bahkan juga bisa memperhatikan wajah Ibu saat berbicara.

Saat mulai menginjak 4 bulan, bayi akan mulai “cooing” yaitu mengeluarkan bunyi vokalisasi lembut yang berulang dan menyerupai lagu.

Perkembangan bahasa bayi di usia 6 bulan:

Bayi di usia 6 bulan sudah mulai babbling dengan suara yang berbeda-beda, contonhnya mengatakan ba-ba atau da-da. Saat usia 7 bulan akhir, bayi bisa merespons bila namanya dipanggil, dan mengeluarkan nada suara yang berbeda saat gembira atau sedih.

Perkembangan bahasa bayi di usia 9 bulan:

Bayi mulai mengerti kata dasar seperti “bye-bye” atau “no”. Nada suara mereka juga lebih bervariasi.

Perkembangan bahasa bayi di usia 12-18 bulan:

Di usia ini, bayi biasanya sudah dapat mengucapkan “mama”, “papa”, dan mengerti maksudnya. bayi juga mulai mengerti arahan atau perintah yang Ibu dan Ayah sampaikan.

Perkembangan bahasa bayi di usia 18 bulan:

Di usia 18 bulan atau sekitar 1,5 tahun, anak biasanya sudah bisa mengucapkan beberapa kata sederhana dan dapat menunjuk obyek, orang, dan bagian tubuh. Mereka mulai dapat mengulangi suara yang didengar, meski pelafalannya belum terlalu tepat. 

Perkembangan bahasa anak di usia 2 tahun:

Anak mulai dapat merangkai dua sampai empat kata menjadi sebuah kalimat sederhana seperti “Mama bye-bye” atau “Mau mamam”. Mereka belajar memahami objek seperti gelas, juga mulai mengerti ide kata “milik/kepunyaanku”.

Perkembangan bahasa anak di usia 3 tahun:

Kosakata anak 3 tahun bertambah banyak dengan cepat. Mereka juga mulai mengerti arti kata “sekarang”, mengerti perasaan “sedih”, dan konsep khusus seperti “di dalam kamar”.

Cara Menstimulasi Kemampuan Bicara bayi

Ada beberapa cara untuk melatih bayi cepat berbicara dengan lancar, dan semuanya bisa Ibu lakukan di rumah sambil beraktivitas dengannya. Apa saja ya?  

1. Gunakan baby talk

Menggunakan baby talk, atau berbicara cadel dengan suara animatif dan nada yang lebih lambat adalah hal yang biasanya secara natural dilakukan oleh setiap Ibu untuk berkomunikasi dengan bayi kecil. Benar kan, Bu?

Nah tahukah Ibu, penelitian membuktikan bahwa berbicara dengan baby talk sangat bermanfaat untuk perkembangan linguistik atau bahasa bayi di usia dini, lho! 

Studi menemukan bahwa bayi-bayi bisa memperhatikan apa yang dikatakan orang dewasa lebih lama jika menggunakan bahasa dan nada yang khusus ditujukan untuk mereka.

Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh University of Washington dan University of Connecticut pada 2014 juga menemukan bahwa bayi yang diajak mengobrol dengan bahasa ala bayi cenderung memiliki kosakata yang lebih banyak dibandingkan dengan yang tidak menggunakannya, lho.

Namun jangan lupa, saat usianya sudah 3 tahun, pelafalan mereka akan lebih baik dan mereka akan belajar lebih banyak menggunakan bahasa selayaknya orang dewasa untuk berkomunikasi.

Karena itu, secara perlahan kurangi penggunaan baby talk saat bayi Ibu mulai bisa melafalkan kata-kata dengan baik, ya.

2. Narasikan kegiatan Ibu pada bayi

Selain dengan baby talk, banyak cara sederhana yang bisa Ibu lakukan untuk menstimulasi kemampuan bicara bayi.

Salah satunya adalah dengan menceritakan kegiatan Ibu, misalnya: “Ibu ambil popok dulu yaaa..”, atau “Sekarang kita siap-siap ke rumah nenek, yuk,” dan sebagainya.

Sebab meski belum bisa berbicara dan menjawab, bayi kecil sudah bisa mendengarkan, lho!

Biarkan dirinya melihat Ibu beraktivitas, karena mereka butuh mendengar kata-kata dan mengasosiasikannya dengan gerakan Ibu.

3. Jelaskan hal-hal yang menarik perhatian bayi

Beri penjelasan saat bayi melakukan atau tertarik pada sesuatu. Misalnya katakan, “Yay, bolanya ketemu!” pada saat dia meraih bola. Atau ketika ia melihat kucing dan berkata, “cing!”, Ibu bisa menimpali dengan berkata: “Kucingnya lucu, ya? Ini kucingnya kakek” dan sebagainya.

Gunakan kalimat yang sederhana dan mudah dipahami, ya Bu!

4. Ulangi kata-kata

Sering-seringlah mengajak bayi mengobrol dan mengulang kata-kata sederhana, dan pastikan dia melihat gerakan mulut Ibu saat bicara.

Mengulang kata seperti ‘ba ba ba’ atau ‘ma ma ma’ akan mempermudah mereka untuk belajar bicara. Sahuti mereka saat babbling atau mengoceh. 

5. Baca buku bersama-sama

Ajak dia membaca buku, yuk, Bu!

Sejak masih kecil, bantu bayi memahami bahwa buku adalah alat belajar yang menyenangkan. Gunakan buku khusus bayi-bayi, misalnya softbook yang lembut atau board book yang mudah dipegang olehnya dan tak mudah rusak.  

6. Menyanyi bersama

Mengajaknya menyanyikan lagu sederhana akan membuatnya mengulang-ngulang suara dan kata-kata, sehingga baik untuk belajar bicara.

Musik membuat bayi belajar kosakata, ritme, matematika, kemampuan sosial, imajinasi dan masih banyak lagi.  

Jika bayi belum bisa banyak babbling dan bicara, jangan terlalu khawatir ya, Bu. Perkembangan setiap bayi berbeda dan masih banyak waktu untuk menstimulasinya. Teruslah ajak bayi Ibu Si Kecil mengobrol yang disertai dengan kontak mata, ya.

 

Selamat mencoba!


Referensi:

  1. Rebecca Buffum Taylor. (2008, June 18). Your Baby’s First Words. WebMD; WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby-talk-your-babys-first-words


Artikel Terkait