0 1

Pentingnya Menjalin Bonding Pertama dengan Si Kecil

detail-fb detail-wa detail-twitter

Setelah mengandung selama kurang lebih 9 bulan, ini adalah momen yang telah Ibu tunggu: menimang langsung Si Kecil. Menatapnya setiap saat, mengusap lembut jemari dan rambutnya, pasti merupakan aktivitas favorit Ibu saat ini. Nah, di hari-hari pertamanya inilah, Ibu semakin mempererat bonding dengan Si Kecil.

Apa itu bonding? Bonding adalah ikatan emosional yang dimiliki oleh orang tua dan anak. Ikatan ini, biasanya terwujud dalam bentuk rasa cinta dan kasih sayang, memiliki, peduli, pengabdian serta perlindungan. Ikatan kasih sayang ini biasanya akan membuat orang tua, khususnya Ibu sangat menikmati berinteraksi dengan Si Kecil dan merasa kehilangan saat sedang tak bersama.

Sebagian Ibu mungkin sudah berusaha menjalin bonding pertama sejak Si Kecil ada di dalam kandungan. Entah dengan mengajaknya berbicara, mengelus perut, atau bernyanyi untuknya. Namun, bonding juga sangat perlu dijalin di periode sensitif, yakni pada tahun-tahun pertama Si Kecil. Apa ya manfaatnya? Yuk Bu, simak manfaat bonding dan tips menjalinnya di bawah ini, ya.

Mengapa Penting Menjalin Ikatan atau Bonding dengan Si Kecil?

Tahukah Ibu, menjalin bonding dengan Si Kecil sangat penting, lho. Bayi terlahir dalam kondisi yang tergantung pada orang tuanya. Perkembangan otak Si Kecil, termasuk perkembangan kecerdasan, sosial dan emosionalnya bergantung pada ikatan dan hubungan yang dilandasi rasa kasih sayang dengan pengasuh utama mereka, yakni orang tua.

Memiliki ikatan khusus ini begitu penting dalam tumbuh kembang Si Kecil. Hubungan yang dilandasi oleh kasih sayang akan membuat Si Kecil tumbuh menjadi individu yang percaya diri dan dapat mengkomunikasikan perasaannya dengan baik kepada orang tuanya. Ini, adalah modal besar untuk tumbuh kembangnya kelak sebagai seorang individu.

5 Cara Membangun Bonding dengan Si Kecil

Sebagian ibu lain membutuhkan lebih banyak waktu dan usaha untuk menumbuhkan ikatan spesial dengan bayinya. Penting untuk diingat, bonding merupakan sebuah proses, bukan sesuatu yang tiba-tiba muncul saat Si Kecil lahir, bukan pula sesuatu yang dibatasi dalam periode waktu tertentu.

Lalu, bagaimana proses menjalin ikatan spesial dengan Si Kecil? Ada beberapa langkah sederhana yang bisa Ibu lakukan, yaitu:

  • Sentuhan lembut. Kontak skin-to-skin atau kontak kulit saat Inisiasi Menyusui Dini (IMD) merupakan langkah awal menjalin ikatan dengan Si Kecil. Ibu juga bisa menyentuh kulit halusnya, menimangnya ketika akan ditidurkan, maupun memberikan pijatan lembut setelah selesai memandikannya.
  • Beri dia ASI. Menyusui bayi dapat membuat Ibu mengeluarkan hormon prolaktin, yang berfungsi memberi sensasi untuk merawat dan mengasuhnya, serta membuat Ibu rileks dan fokus ke Si Kecil. Hormon lain yang diproduksi saat menyusui adalah hormon oksitosin yang mendukung rasa cinta dan ikatan dengan Si Kecil.
  • Segera respon saat dia menangis. Lupakan mitos bayi bau tangan yang sering disebut-sebut oleh orang tua zaman dahulu. Menangis merupakan satu-satunya cara yang bayi Anda bisa lakukan untuk menyampaikan kebutuhannya. Mungkin saat-saat awal, Ibu kesulitan menebak kebutuhan Si Kecil, tetapi dengan memberi respons ketika ia menangis, bayi Anda mulai belajar percaya bahwa Anda akan memenuhi kebutuhannya.
  • Ajak bicara dan tatap matanya. Walau belum dapat berbicara, namun ia sudah paham jika Ibu tengah berbicara kepadanya, lho. Meski respon Si Kecil belum seperti yang Ibu harapkan, tetapi tetaplah membangun komunikasi dengannya. Ibu bisa menceritakan pada buah hati mengenai apa saja yang sedang Ibu lakukan atau rasakan.
  • Gendong dia dengan gendongan bayi. Sebuah penelitian yang dilakukan di University of Columbia, New York menemukan, bahwa para bayi yang sering digendong oleh Ibu memiliki bonding yang lebih kuat dibandingkan dengan yang jarang digendong. Jadi yuk, sediakan baby sling atau baby carrier yang nyaman dan aman untuknya.

 

Jika awalnya terasa sulit untuk membangun bonding dengan buah hati Anda, jangan patah semangat, Bu. Teruslah berusaha dengan sabar karena semuanya membutuhkan proses. Nikmati setiap momen bersama Si Kecil dan ikuti naluri karena Ibulah yang paling memahami kebutuhan Si Kecil.

Tag