7 8

Aktivitas Seru untuk Si Kecil yang Eksploratif

detail-fb detail-wa detail-twitter

Wah, Si Kecil kini semakin aktif. Ya, di usia 7-8 bulan, dia sangat senang mengeksplorasi berbagai aspek mainan dan benda-benda di sekitarnya. Ini adalah waktu yang tepat untuk Ibu memperkenalkan berbagai aktivitas dan permainan yang eksploratif, atau disebut juga exploratory play. Apa itu permainan eksploratif? Permainan ini adalah jenis permainan yang membuat bayi menggunakan sentuhan, penciuman, dan indera perasa untuk mengeksplorasi dan belajar berbagai fungsi dan tekstur di dunia sekitar mereka. Contoh mainan eksploratif, misalnya balok atau puzzle kayu geometris, busy book atau buku yang memiliki banyak aktivitas dan tekstur untuk mereka sentuh dan pelajari. Nah, tahukah Ibu, menurut penelitian, permainan eksploratif bermanfaat untuk kecerdasan kognitifnya dalam jangka panjang, lho. Para bayi yang menghabiskan waktu lebih banyak mengeksplorasi mainannya biasanya akan memiliki kemampuan motorik yang lebih baik, yang kemudian bermanfaat untuk kecerdasannya kelak. Tak harus pergi ke playground, Ibu bisa kok, mengajaknya bermain eksploratif yang kreatif dan sederhana di rumah. Yuk, lakukan berbagai aktivitas dan permainan eksploratif berikut. Ajak juga anggota keluarga yang lain agar lebih seru dan menyenangkan:.

Messy play

Sesuai dengan namanya, messy play atau dikenal juga dengan sensory play adalah aktivitas di mana Si Kecil bisa bebas memainkan, mengeksplorasi dan memanipulasi sebuah objek tertentu hingga berantakan dengan menggunakan indera peraba. Dengan messy play, Si Kecil akan belajar mengenai proses kreatif dan belajar untuk menemukan hal baru. Ada banyak jenis permainan ini yang bisa Ibu siapkan. Misalnya, dengan membiarkan Si Kecil bermain dengan jelly dalam sebuah wadah besar. Lengkapi wadah tersebut dengan beberapa mainan berbentuk ikan, kepiting, gurita, rumput laut dan sebagainya sehingga Si Kecil seolah-olah sedang bermain dengan sebuah kolam atau laut mini. Seru kan? Berbagai ide messy play lainnya, misalnya mengajak dia bermain dengan pasir, biji-bijian seperti kacang merah, play doh, pasta yang telah diberi pewarna makanan, dan masih banyak lagi.

Noisy play

Seperti indera peraba, indera pendengaran juga penting untuk distimulasi, lho. Apalagi, di usianya saat ini, Si Kecil sudah mulai memahami bahwa setiap benda bisa memiliki suara yang berbeda-beda. Suara rattle (mainan dengan suara) yang digoyang misalnya, akan berbeda dengan suara piano mainannya. Yuk, stimulasi indera pendengarannya dengan aktivitas noisy play sederhana di rumah. Caranya, taruh beberapa barang berikut di dalam sebuah keranjang: sendok, botol plastik yang berisikan kancing-kancing kecil, dan sebagainya. Ajak Si Kecil mengeksplorasi setiap benda tersebut. Dia bebas menggoyangkan, menepuk, ataupun memukul setiap benda dengan sendok untuk membuat suara. Semakin beragam suara yang didengar, maka dia pun akan semakin banyak belajar.

Yummy and smelly play

Tahukah Ibu, indera penciuman dan perasa Si Kecil sudah berkembang dan berfungsi sejak dia berada di dalam kandungan, lho. Karena itu, sejak lahir pun Si Kecil telah memiliki indera penciuman yang sangat sensitif. Nah, di bulan ini, karena Si Kecil sudah mulai makan, dia telah menggunakan indera penciumannya untuk menentukan aroma makanan yang dia sukai atau tidak. Ibu bisa mengajaknya mengeksplorasi berbagai jenis bahan makanan. Misalnya, ajak dia mencium aroma daun mint atau seledri lalu perhatikan ekspresinya. Ajak dia berkomunikasi: “Gimana sayang baunya, kamu suka?”, dan sebagainya. Mengenalkan anak dengan berbagai aroma, misalnya aroma bunga maupun aromatherapy oil untuk bayi juga dapat membuat indera penciumannya semakin peka. Selamat mengajarinya mengeksplorasi dunia ya, Ibu!

Tag