8 9

Agar Si Kecil Aman di Fase Ekperimen

detail-fb detail-wa detail-twitter

Wah di usia 8-9 bulan, Si Kecil biasanya sudah semakin eksperimental, lho. Misalnya, dia sudah bisa mulai ‘ngesot’ alias merangkak komando dengan perut dan dada masih menyentuh lantai. Hihi, lucu ya.. Selain itu, dia juga kini lebih lihai dalam memegang peralatan makannya sendiri. Si Kecil semakin aktif dan memiliki rasa ingin tahu yang besar. Dia kini sudah dapat berguling-guling, mengeksplorasi sudut rumah, menyentuh dan mengambil berbagai barang yang menarik perhatiannya untuk dieksplorasi. Padahal, tidak semua barang yang ada di rumah aman untuk dimainkan oleh bayi dan anak kecil. Karena itu, Ibu sebaiknya selalu memperhatikan keamanan dan keselamatannya saat beraktivitas dan bermain. Yuk, kita lihat beberapa tips agar dia selalu aman di fase eksperimen .

Bahaya Terjatuh

Karena kemampuan motoriknya berkembang pesat, bayi yang tengah belajar merangkak memiliki risiko terjatuh, misalnya dari tempat tidur. Cara terbaik agar Si Kecil tetap aman, adalah dengan mengkondisikan posisi tempat tidur serendah mungkin, atau dengan menambahkan bed rail sehingga Si Kecil tetap aman saat sedang berguling-guling. Jika rumah memiliki lebih dari satu lantai, Ibu juga sebaiknya memasang safety gates pada bagian atas dan bawah tangga agar Si Kecil tidak naik dan turun tangga sendiri. Pasang juga teralis pada jendela, terutama jika jendela rumah memiliki tipe sliding door dan sejenisnya yang mudah dibuka. Bagaimana dengan penggunaan baby walker? Ternyata, banyak kasus bayi terjatuh saat menggunakannya. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics, sejak 1990 hingga 2014, tercatat lebih dari 230.000 anak berusia kurang dari 15 bulan dirawat di UGD karena mengalami cedera saat menggunakan baby walker. Mayoritas, cederanya disebabkan karena anak jatuh di tangga. Karena itu, sebaiknya hindari penggunaannya agar Si Kecil tetap aman, ya.

Bahaya Kulit Melepuh

Di usia 6 hingga 12 bulan, Si Kecil senang bereksperimen dan meraih setiap barang yang menarik perhatian mereka. Karena itu, jangan pernah meletakkan kopi panas atau sejenisnya di sudut meja yang gampang diraih oleh mereka. Hindari juga memegang makanan dan minuman panas saat menggendong Si Kecil. Jauhkan dia dari bermain di sekitar kompor maupun dispenser. Agar Si Kecil tetap aman, siapkan sudut khusus bermain untuknya yang dilengkapi dengan baby fence atau pagar pengaman bayi. Jika Si Kecil terkena air panas, segera basuh bagian yang melepuh dengan air dingin. Biarkan bagian yang terkena air panas terkena aliran air dingin selama beberapa menit. Selanjutnya, bungkus area yang melepuh dengan perban kering atau kain bersih, dan bawa ke dokter jika perlu untuk penanganan lebih lanjut.

Bahaya Tersedak dan Keracunan

Si Kecil bisa jadi senang bereksperimen dengan memasukkan berbagai barang, mulai dari makanan hingga mainan ke dalam mulutnya. Jangan pernah membiarkan barang-barang kecil seperti uang koin berada dalam jangkauan tangan Si Kecil. Hindari juga memberinya makanan kecil bertekstur keras, seperti wortel mentah, anggur, kacang maupun popcorn. Potong-potong semua makanannya menjadi irisan tipis untuk menghindari bahaya tersedak ya, Bu. Ibu juga disarankan untuk mengetahui dan mempelajari cara menangani anak saat dia tersedak. Berkonsultasilah dengan dokter untuk mengetahui langkah-langkah yang perlu diambil. Selain bahaya tersedak, hindarkan dia dari bahaya keracunan. Agar Si Kecil tetap aman, pastikan Ibu telah menaruh berbagai produk rumah tangga seperti make up, obat-obatan cairan pembersih dan sebagainya pada tempat yang tak terjangkau olehnya. Sediakan bahan eksperimen yang lain, misalnya mainan dan makanan yang aman untuknya. Awasi selalu Si Kecil saat dia bereksperimen mempelajari dunia sekitarnya ya, Bu. Selamat bermain dan belajar untuk Si Kecil!

Tag