mpasi yang baik untuk pencernaan

Menu MPASI yang Baik untuk Pencernaan

Dengan sistem pencernaan yang sudah lebih kuat, bayi yang sudah berusia 6 bulan ke atas sudah bisa mulai makan makanan padat MPASI. Namun, Ibu tetap harus merencanakan menu MPASI si Kecil agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi dengan baik.

Tips Penyajian MPASI yang Baik untuk Pencernaan Bayi

Ibu sudah bisa mulai mengenalkan makanan bergizi untuk si Kecil ke dalam menu MPASI sejak hari pertama (saat bayi berusia 6 bulan), namun sesuaikan konsistensi makanan dan pemberian porsinya dengan pertambahan usia si Kecil. Menurut World Health Organization1, begini seharusnya tekstur MPASI yang diberikan kepada bayi sesuai usianya:

  • Bayi 6 bulan: makanan dengan tekstur puree (dihaluskan hingga jadi bubur kental), mashed (dilumatkan hingga halus)
  • Bayi 8 bulan: minced (cincang halus), chopped (cincang kasar)2, finger food
  • Bayi 12 bulan: kebanyakan anak sudah bisa makan makanan yang dikonsumsi orang dewasa yang dihaluskan

Untuk pencernaan yang sehat, si Kecil perlu asupan dengan serat yang cukup. Perlu Ibu tahu, jumlah kebutuhan serat harian bayi berbeda sesuai dengan usianya.

Menurut Departemen Kesehatan RI, bayi usia 6-12 bulan memiliki kebutuhan serat harian sebanyak 10 gram (setara 3 buah belimbing), sementara kebutuhan serat harian anak 1-3 tahun adalah 16 gram3 (setara dengan serat dari 1 kg pepaya4). Namun, sulit untuk memenuhi asupan serat hanya dengan 1 jenis makanan, sehingga dibutuhkan beberapa alternatif sumber serat.

Sumber Serat Terbaik untuk MPASI

Ada beberapa alternatif sumber serat yang bisa diberikan selama 2-3 kali mendampingi pemberian ASI usia 6 bulan ke atas:

  • Alpukat mashed (tumbuk)5
  • Pisang/pepaya matang yang sudah dicuci bersih, kerik halus dengan sendok teh6
  • Tomat matang yang sudah dicuci bersih, rendam dalam air mendidih. Buang kulitnya, lalu saring. Tambahkan air hangat dengan perbandingan 1:1 dan tambahkan gula secukupnya

Untuk bayi yang sudah lebih besar (8 bulan ke atas), pelan-pelan mulai ´naikkan´ tekstur makanan dari tumbuk menjadi cincang untuk melatih rahang dan organ pencernaannya. Berikan makanan seperti potongan melon atau pisang, juga bubur kacang. Kenalkan pula dengan berbagai variasi makanan lainnya dari kelompok makanan buah, sayur, ikan, biji-bijian, dan produk susu7 sebagai sumber zat gizi yang baik, termasuk serat.8

Jika Ibu ingin memberikan susu pertumbuhan sebagai tambahan gizi si Kecil, berikan susu tinggi serat untuk membantu memenuhi kebutuhan seratnya serta membantu menjaga kesehatan pencernaannya. Dan tentunya, jangan lupa untuk konsultasi ke tenaga medis profesional atau dokter anak untuk mendapatkan rekomendasi menu MPASI yang paling sesuai untuk si Kecil ya!

 


  1. https://www.who.int/features/qa/57/en/
  2. http://www.idai.or.id/assets/libs/pdf.js/web/viewer.html?file=http://www.idai.or.id/wp-
  3. content/uploads/2018/10/Leaflet-Fixed-A-10-oktober-2018.pdf#page=1&zoom=auto,-27,304
  4. https://peraturan.bkpm.go.id/jdih/userfiles/batang/PMK No. 75 ttg Angka Kecukupan Gizi Bangsa Indonesia.pdf
  5. http://panganku.org/assets/files/publikasi/319c9fede8b22ba16a6a678c0ae19f9c.xls
  6. https://www.eatrightpro.org/practice/practice-resources/international-nutrition-pilot-project/breast-feeding-and-
  7. complementary-nutrition
  8. http://gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2013/09/Brosur-Makanan-Sehat-untuk-Bayi1.pdf