Kebutuhan Asi Bayi Baru Lahir dan Nutrisi yang Harus Dipenuhi

detail-fb detail-wa detail-twitter

Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi yang sangat sesuai untuk mendukung kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan bayi dengan maksimal.[1]Bayi baiknya diberikan ASI ekslusif selama 6 bulan pertama kehidupan.

Kebutuhan ASI Bayi Baru Lahir

Air susu ibu memiliki kandungan air sebanyak 87.5%, sehingga dapat memenuhi kebutuha nutrisi bayi baru lahir dan tidak perlu lagi mendapat tambahan air meskipun bayi sedang berada di suhu udara panas.[2] Kandungan dalam ASI terdiri atas karbohidrat, carnitine, lemak, protein, vitamin A, vitamin D, vitamin E, vitamin K, mineral kalsium, zat besi, dan zinc.

ASI juga diperkaya dengan antibodi yang mampu melindungi bayi dari banyak penyakit menular seperti infeksi saluran pernapasan dan diare.[3] Kandungan-kandungan tersebut ada pada ASI dalam jumlah yang sesuai demi menunjang pertumbuhan bayi, perkembangan otak, dan kesehatan pencernaannya. Berkat kandungan-kandungan nutrisi tersebutlah ASI memiliki kelebihan dibandingkan susu formula.

Kebutuhan Asi Bayi Baru Lahir

Perlu dipahami jika dua puluh empat jam setelah ibu melahirkan menjadi waktu yang sangat berarti untuk kesuksesan menyusui di waktu selanjutnya.

Jumlah keseluruhan produksi ASI dan kebutuhan pada bayi berbeda-beda untuk setiap waktu menyusui. Kebutuhan ASI bayi baru lahir berkisar antara 450 -1200 ml dengan jumlah rata-rata antara 750-850 ml setiap harinya.

Baca Juga: Tips Atur Jadwal MPASI 6 Bulan agar Si Kecil Tumbuh Optimal

ASI termasuk makanan yang mudah dicerna, sehingga bayi akan lebih sering disusui. Bayi baru lahir sebaiknya jangan dibiarkan 4-5 jam tanpa disusui.

Kebutuhan ASI bayi baru lahir biasanya menyusu sekitar 8 hingga 12 kali per hari di minggu-minggu pertama kehidupan.  Sementara ketika bayi menginjak usia 1 hingga 2 bulan, kebutuhan nutrisi bayi baru lahir memerlukan susu 7-9 kali sehari.[4]

Waktu menyusu tiap bayi tidaklah sama. Namun pada umumnya bayi menyusu dengan durasi 5-15 menit, meskipun terkadang bisa lebih dari itu.[5] Kebutuhan ASI bayi baru lahir harus dipenuhi dengan menyusui dengan frekuensi yang sering. Kebutuhan ASI bayi baru lahir bisa dilakukan lebih dari 8 kali dalam 24 jam. Di Usia bayi yang kurang dari dua minggu, bayi akan sering menyusu.

Baca Juga: Anak Alergi Susu Sapi? Ini Manfaat Susu Soya!

Ketika usia bayi lebih dari 2 minggu keseringan menyusu akan berkurang. Bayi perlu disusui dengan frekuensi yang sering dan selama bayi menginginkannya. Bayi yang kenyang menyusu biasanya memiliki kebiasaan untuk melepaskan payudara Ibu dengan sendirinya, jadi ibu tidak perlu memberhentikannya.

Keuntungan Menyusui

Ada beberapa keuntungan dari menyusu, yakni ASI lebih mudah dicerna dibandingkan susu formula. Di dalam ASI juga terdapat kandungan oligosakarida yang lebih banyak dibandingkan susu sapi.  Oligosakarida sendiri mampu merangsang pertumbuhan dan aktivitas bakteri Bifidobacteria dan Lactobacillus; (bakteri baik) yang terdapat pada saluran cerna yang berfungsi menghindari pertumbuhan organisme yang merugikan kesehatan.

Tanda Bayi Cukup ASI

Tanda bayi cukup ASI, yakni mengeluarkan 2 tinja lembek yang berwarna kekuningan per hari (konsistensi tinja bergantung usia bayi), berat badan terus bertambah setelah usia 1 minggu, paling sedikit menggunakan 6 popok basah per hari, urin berwarna kuning muda, tidur terlihat dengan nyenyak, dan bayi terlihat aktif dan sehat ketika bangun tidur.

 

[1] http://www.idai.or.id.  27.08.2013. Nilai Menyusui. Retrieved from http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/nilai-menyusui

[2] http://www.idai.or.id. 27.08.2013. Nilai Nutrisi Air Susu Ibu. (n.d.). Retrieved from http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/nilai-nutrisi-air-susu-ibu

[3] Feeding Your Newborn. (n.d.). Retrieved from https://kidshealth.org/en/parents/feednewborn.html

[4] kidshealth.org. Breastfeeding FAQs: How Much and How Often. (n.d.). Retrieved from https://kidshealth.org/en/parents/breastfeed-often.html

[5] idai.or.id. 26.08.2013. Manajemen Laktasi. Retrieved from http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/manajemen-laktasi