Tanda Bayi Dan Anak Cerdas

Tanda Bayi Dan Anak Cerdas

Bebelac Admin | 17/05/2019

Siapa yang tidak bahagia memiliki buah hati yang sehat dan cerdas? Ibu tentu sangat mendambakannya. Segala upaya dan stimulasi diberikan buat si Kecil agar menjadi anak yang sehat dan cerdas. Seperti apa anak yang sehat dan cerdas itu? Bagaimana mengenalinya dan upaya apa yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan kecerdasan si Kecil?

Menilai perkembangan normal si kecil

Ibu, anak yang sehat dan cerdas dapat dikenali dari tahapan atau tonggak (milestones) tumbuh kembangnya, sehingga ketika Ibu mengasuh si Kecil, Ibu dapat menyesuaikan dan menstimulasinya berdasarkan tahapan usia. Agar si Kecil sehat dan cerdas, Ibu perlu memerhatikan dan memenuhi faktor fisik si Kecil, seperti sandang (pakaian yang pantas dan bersih), pangan (nutrisi), papan (rumah yang layak untuk berteduh), kesehatan yang baik, telinga dan mata yang sehat, serta faktor psikologisnya, misalnya kehangatan keluarga, kesempatan bermain, figur, keamanan, dan lain-lain.

 

Karena perkembangan si kecil juga tergantung pada pertumbuhannya (tinggi, berat, lingkar kepala, dan lingkar lengan atas), maka hendaknya Ibu senantiasa memantaunya melalui kurva perkembangan. Ibu disarankan mengunjungi posyandu atau layanan kesehatan terdekat untuk memantau tumbuh kembang si Kecil.

 

Untuk memberikan stimulasi perkembangan pada si Kecil, ada 4 area yang harus dinilai, yaitu motorik kasar, motorik halus, kemampuan bahasa, serta kemampuan sosial dan kehidupan harian. Kemampuan motorik meliputi pergerakan otot-otot besar, misalnya berjalan, berenang, berguling, memanjat, dan bersepeda, sedangkan kemampuan motorik halus adalah kemampuan si Kecil melakukan gerakan otot-otot kecil, misalnya menggenggam, melepaskan, menggambar, dan berbicara dengan jelas. Kemampuan berbahasa diketahui melalui kemampuannya memahami pembicaraan, mampu mengutarakan keinganan dan pendapat, serta mampu berbahasa dan berbicara dengan lingkungannya, sementara kemampuan sosial dan kehidupan harian meliputi bagaimana si Kecil berinteraksi dengan orang dewasa dan sebayanya, serta bagaimana si Kecil mampu makan, berpakaian, mencuci, dan menggunakan toilet secara mandiri. Ibu dapat memeriksa perkembangan normal 4 area tersebut pada Tabel 1. Apabila si kecil menunjukkan perkembangan sesuai usianya, maka perkembangan si Kecil normal. 

Tabel 1. Rentang normal perkembangan anak

    Usia

Motorik kasar

Motorik halus dan penglihatan

Bahasa dan pendengaran

Kemampuan sosial dan kehidupan sehari-hari

2-4 bulan

Kepala stabil ketika duduk

 

Dapat mengikuti objek hingga 180o

Menjerit senang

Senyum

5-8 bulan

Duduk tanpa dibantu

Memindahkan benda (kubus) dari tangan satu ke tangan lain

  • Menoleh ke sumber suara pelan
  • Menyebutkan Baba/gaga (hingga usia 10 bulan)

 

Memakan biskuit sendiri

9-14 bulan

Berdiri dengan bantuan

Mampu menjepit benda kecil (misalnya kismis)

 

Menyebutkan mama atau dada

Menunjukkan keinginan melalui bahasa tubuh

12-16 bulan

Berjalan

Menumpuk 2 kubus (hingga 21 bulan)

 

Menyebut 3 kata (hingga 21 bulan)

Minum dengan cangkir

15-24 bulan

Menaiki tangga

Mencoret

Menunjuk bagian tubuh

 

Melepas pakaian

21-36 bulan

Melompat

Meniru gambar garis vertikal

Mampu berkomunikasi menggunakan kalimat

 

  • Memakai pakaian
  • Bermain petak umpat

 

3-4,5 tahun

Berdiri dengan satu kaki selama 5 detik

  • Menggambar tangga
  • Menggambar wajah
  • Mengerti makna dingin, capek, dan lapar
  • Sering bertanya kenapa begini dan kenapa begitu
 

Sudah dapat berpisah dengan ibu

Sumber: David Starte dan Carolyn CottierPractical Paediatrics, 2.2, 36-41

 

Cara stimulasi untuk meningkatkan tumbuh kembang si Kecil

Tidak hanya nutrisi, berbagai stimulasi dapat Ibu lakukan untuk meningkatkan perkembangan si Kecil, misalnya memijat tubuh mungilnya dengan lembut, selalu mengajaknya berbicara, senantiasa berinteraksi dengan si Kecil, merespons sinyal yang diberikan si Kecil, melibatkan si Kecil dalam aktivitas Ibu, membacakan cerita dan dongeng, mengajarinya menggambar, bermain puzzle, boneka, dan lain-lain, memberikan kebebasan untuk bereksplorasi, memberikan kesempatan padanya untuk melakukan perubahan, memberinya mainan edukasi sesuai usia, ciptakan lingkungan yang mendorongnya untuk belajar, hindari stimulasi berlebihan dan suara berisik, dan lain-lain. 

 

Mengenal anak cerdas sejak dini

Ada anak-anak yang terlahir dengan bakat, talenta, dan kecerdasan khusus yang perlu Ibu kenali, agar apabila si Kecil menunjukkan bakat, talenta, dan kecerdasan khusus, Ibu dapat mengarahkannya dengan baik, sehingga bakat, talenta, dan kecerdasan si Kecil tersalurkan dengan baik. Berikut ini ciri-ciri anak yang memiliki bakat, talenta, dan kecerdasan khusus sejak dini:

  1. Mencapai tonggak tahapan perkembangan lebih awal dari usianya
  2. Mempunyai kemampuan berbahasa dengan sangat baik
  3. Mempunyai talenta khusus, misalnya kemampuan mengingat angka-angka ataupun menggambar lebih detail dibandingkan anak seusianya
  4. Dapat mengingat sesuatu dengan mudah
  5. Sangat aktif (bukan hiperaktif)
  6. Mempunyai imajinasi yang jelas
  7. Mempunyai rasa ingin tahu yang besar

 

Ibu harus dapat memahami dan  tanggap terhadap kemampuan si Kecil yang luar biasa tersebut. Sebab, terkadang anak-anak yang sangat berbakat menjadi terasing, dianggap aneh di lingkungannya, dan bahkan menjadi korban bullying, karena kemampuannya yang melebihi anak seusianya.

 

Perkembangan tidak normal

Ibu harus meningkatkan kewaspadaan apabila si Kecil menunjukkan tanda-tanda perkembangan yang tidak semestinya. Waspadalah apabila si Kecil pada usianya belum dapat melakukan hal-hal tertentu seperti yang seharusnya (Tabel 2). Misalnya, pada usia 3 bulan si Kecil belum dapat menegakkan kepala atau mengikuti obyek dengan mata atau mencari sumber suara pelan, atau tersenyum, maka sebaiknya Ibu segera berkonsultasi dengan dokter ahli. Karena, semakin dini ditemukan keterlambatan atau gangguan dan semakin cepat dilakukan terapi, maka hasilnya semakin baik.

 

Tabel 2. Tanda peringatan dalam tahapan perkembangan anak

    Usia

Motorik kasar

Motorik halus dan penglihatan

Bahasa dan pendengaran

Kemampuan sosial dan kehidupan sehari-hari

3 bulan

Menegakkan kepala

 

Mengikuti objek dengan mata

 

Mencari suara dengan mata

Senyum

6 bulan

Refleks moro telah hilang

  • Dapat menggunakan kedua tangan
  • Mata normal

 

Kepala menoleh saat mendengar suara pelan

 

Menunjukkan minat terhadap orang di sekelilingnya

9 bulan

Duduk dengan bantuan

Kemampuan tangan sudah meningkat

 

Menyebutkan ba-ba-ba

 

Menyadari kehadiran orang asing

 

12 bulan

Berdiri dengan bantuan

 

Menjepit dengan tangan

Mencoba mengucap 2-3 kata

Sudah mampu mengunjukkan keinginan (tidak mouthing)

 

18 bulan

Berjalan

Menyusun balok

 

Mengucapkan 6 kata

Masih dribbling (ngeces)

 

Menunjuk sesuatu

24 bulan

Berlari

Membuka halaman buku

Mengucap 50 kata

 

  • Tertarik dengan anak lain
  • Membantu berpakaian

 

36 bulan

Menangkap bola

Menggambar garis

 

  • Mampu mengucap 2-3 kata
  • Tidak mengalami echolalia (mengulang-ulang kata)

 

Bermain interaktif dengan teman sebaya

 

48 bulan

  • Mengayuh
  • Melompat

Menggambar wajah

Mengucap kalimat dan bertanya

  • Bermain imajinatif
  • Telah berhasil toilet training

Refleks Moro: gerakan lengan dan kaki yang terjadi ketika bayi yang baru lahir dikejutkan oleh suara atau gerakan keras

Sumber: David Starte dan Carolyn CottierPractical Paediatrics, 2.2, 36-41

 

Akhirnya, semoga uraian ini dapat membantu Ibu mengenali setiap potensi buah hati Ibu dan mengarahkan setiap kemampuan si Kecil sesuai dengan tahap perkembangannya ataupun mencari pertolongan ahli apabila menemukan keterlambatan perkembangan. Kita doakan semoga buah hati Ibu menjadi generasi penerus bangsa yang hebat di masa mendatang.

 

Daftar Referensi

  1.     David Starte dan Carolyn CottierPractical Paediatrics, 2.2, 36-41
  2.     Tyler Reimschisel. Global Developmental Delay and Regression. Bradley's Neurology in Clinical Practice, 8, 66-72
  3.     Sanford R. Kimmel dan Karen Ratliff-Schaub. Growth and Development. Textbook of Family Medicine, 22, 430-451
  4.     Tom Lissauer, Graham Clayden, Alan Craft. Normal child development, hearing and vision. Illustrated Textbook of Paediatrics, 3, 31-47
  5.     Heidi M. FeldmanDiego Chaves-Gnecco, dan  Dena Hofkosh. Developmental–Behavioral Pediatrics. Atlas of Pediatric Physical Diagnosis, 3, 79-109

Scott E. Benjamin  Melissa K. Trovato,  Beth A. Stiens and Edward A. Hurvitz. Developmental Milestones. Physical Medicine & Rehabilitation Secrets, Chapter 77, 663-667