kemampuan-bayi-5-bulan

5 Kemampuan bayi 5 bulan yang Membuat Orangtua Takjub

detail-fb detail-wa detail-twitter

Kemampuan bayi 5 bulan akan makin membuat ibu kagum. Di usia ini, beberapa hal unik yang sudah bisa ia lakukan diantaranya adalah menggenggam dan menggapai mainannya. Selain itu, Ibu juga pasti sudah menanti momen-momen si Kecil memperlihatkan kemampuan bayi 5 bulan lainnya,  seperti tengkurap, membalikkan badan, dan duduk.1

Mengamati tumbuh kembang anak dari waktu ke waktu merupakan hal penting untuk mengenali jika ada masalah dalam tumbuh kembang anak yang membutuhkan penanganan dari tenaga ahli.

Kemampuan bayi 5 bulan dibagi menjadi beberapa sisi, yaitu: motorik kasar, motorik halus, kognitif, dan sosial emosional.1 Kita bahas satu persatu, yuk, Bu!

1. Motorik Kasar

Motorik kasar penting dalam pertumbuhan seorang anak karena akan mempengaruhi aktivitasnya sehari-hari. Motorik kasar ini dikaitkan dengan berbagai keterampilan dasar, misalnya melempar, menangkap dan berlari.2

Beberapa kemampuan bayi 5 bulan dari sisi motorik kasarnya yang bisa Ibu perhatikan dari si Kecil, misalnya, menggerakkan kepala ke satu sisi, kanan atau kiri, mengangkat dada dalam posisi tengkurap, belajar duduk, serta duduk dengan posisi tangan di depan perut untuk menyokong tubuhnya.2

Seiring berjalannya waktu, si Kecil di usia ini akan belajar melatih kekuatannya otot dan koordinasi geraknya. Misalnya, duduk sendiri tanpa bantuan, berpindah tempat, menjelajahi dan mengenali lingkungan sekitarnya.3

2. Motorik Halus

Keterampilan motorik halus adalah keterampilan menggunakan otot yang lebih kecil, seperti menggenggam dan menggambar.4

Kemampuan bayi 5 bulan lainnya yang berkaitan dengan motorik halus, misalnya kemampuan menyatukan telapak tangan di depan dada, meraih dan menggenggam mainan, menggoyangkan mainan kerincingan, dan memegang mainan berbentuk kubus.

Kemampuan penglihatan dan kemampuan tangan bayi untuk menggenggam dan melepas, merupakan kemampuan motorik halus yang nantinya akan menunjang keterampilan si Kecil makan. Kemampuan-kemampuan tersebut berfungsi untuk memegang makanan dan melepasnya saat makanan akan dimasukkan ke mulut.5

3. Komunikasi

Rasanya tidak sabar, ya, Bu mendengar si Kecil bisa memanggil nama Ibu atau Ayah. Memasuki usia 5 bulan, si Kecil mulai menunjukkan kemampuannya berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya.1,7 

Si Kecil sudah mulai melihat ke arah orang yang sedang berbicara dengannya, dan ia sudah mulai bisa tertawa merespons hal yang terjadi disekitarnya. Jadi, jangan heran jika mendengar si Kecil tertawa cukup kencang, ya, Bu.

Saat Ibu memanggil si Kecil, ia juga sudah bisa merespons, lho. Dan jangan kaget mendengar si Kecil yang mulai mengoceh kalimat yang terdiri dari satu suku kata, seperti bababa, mamama, atau dadada.5

4. Kognitif

Kemampuan kognitif berkaitan erat dengan kemampuan berpikir, nalar, memahami sesuatu, mengingat informasi, memecahkan masalah, dan mempelajari hal baru.1,6 

Di usia 5 bulan, si Kecil mulai mengamati tangannya sendiri, mengeksplorasi, dan melihat lingkungan di sekelilingnya. Jangan heran jika Ibu melihat si Kecil mulai mencoba menyentuh tombol yang ada di mainannya, atau menangis untuk mencari perhatian.6

5. Sosial emosional

Kemampuan sosial emosional bayi 5 bulan mulai terlihat dari temperamen bawaan dan hubungannya dengan orang lain, yaitu bagaimana dia merespons dan berinteraksi dengan orang-orang sekitarnya.1,8 Ibu dapat melihatnya dari kemampuan-kemampuan seperti melakukan kontak mata dengan orang yang lain di sekitarnya, serta menunjukkan ekspresi wajah seperti senang, marah, sedih, tertekan, dan terkejut.

Ya, si Kecil kini menjadi lebih ramah kepada orang lain di sekitarnya. Ia sudah mampu tersenyum saat merespons sesuatu, menunjukkan kesukaan pada orang-orang yang dia kenal dari suara dan aromanya, serta mulai menunjukkan minat pada bayi lain (empati).8

Namun, jangan khawatir, Bu, jika pada usia 5 bulan si Kecil belum menunjukkan semua kemampuan di atas. Pertumbuhan setiap anak memang berbeda-beda. Ibu dapat terus mendampingi dan memantau perkembangannya agar selalu optimal.

Jika ada tanda-tanda bahaya yang Ibu curigai, Ibu bisa memeriksakan si Kecil untuk mendapatkan diagnosis yang tepat, misalnya saja jika si Kecil masih menggenggam setelah usia 4 bulan, kurangnya kemampuan mata mengikuti gerak benda, atau adanya gerakan tubuh si Kecil yang tidak terkontrol.9


Referensi:

  1. Cara F Dosman, MD FRCPC FAAP, Debbi Andrews, MD FRCPC, and Keith J Goulden, MD DPH FRCPC (December 2021). Evidence-based milestone ages as a framework for developmental surveillance. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3549694/ (Diakses 19 Oktober 2020)
  2. Lise Hestbaek, Sarah Thurøe Andersen, Thomas Skovgaard, Line Groenholt Olesen, Mette Elmose, Dorthe Bleses, Simon Calmar Andersen, and Henrik Hein Lauridsen (2017). Influence of motor skills training on children’s development evaluated in the Motor skills in PreSchool (MiPS) study-DK: study protocol for a randomized controlled trial, nested in a cohort study. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5576290/  (Diakses 19 Oktober 2020)
  3. Catharine M. Sambo (2015). Menjelajah Sebelum Berjalan. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/menjelajah-sebelum-berjalan (Diakses 20 Oktober 2020)
  4. Sandy L. Gonzalez, Veronica Alvarez, and Eliza L. Nelson (2019). Do Gross and Fine Motor Skills Differentially Contribute to Language Outcomes? A Systematic Review. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6901663/ (Diakses 20 Oktober 2021)
  5. Bernie Endyarni Medise (2015) Kemampuan Motor Bayi Terkait dengan Keterampilan Kemampuan Makan. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/kemampuan-motor-bayi-terkait-dengan-keterampilan-kemampuan-makan  (Diakses 20 Oktober 2021)
  6. Fatima Malik; Raman Marwaha (update terakhir Juli 2021) . Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537095/ (Diakses 20 Oktober 2021)
  7. Amanda Soebadi (2013) . Keterlambatan Bicara. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/keterlambatan-bicara (Diakses 20 Oktober 2021)
  8. Fatima Malik; Raman Marwaha . Developmental Stages of Social Emotional Development In Children. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK534819/ (Diakses 20 Oktober 2021)
  9. Bernie Endyarni Medise. 2013. Mengenal Keterlambatan Perkembangan Umum pada Anak. Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenal-keterlambatan-perkembangan-umum-pada-anak [Diakses 24 Oktober 2021]
Tag