Penambah Napsu Makan MPASI

4 Bahan Makanan Penambah Nafsu Makan Anak saat MPASI

detail-fb detail-wa detail-twitter

Si Kecil mulai GTM (Gerakan Tutup Mulut) alias mogok makan? Ibu tak perlu panik, ya. Perilaku ini ternyata umum terjadi pada masa awal kanak-kanak, tepatnya usia batita1,2. Gerakan Tutup Mulut (GTM) sering kali muncul sejak si Kecil mulai mendapat MPASI  atau ketika mulai disapih. Ternyata Bu, GTM disebabkan oleh pemberian makanan yang tidak sesuai usia2, misalnya pengenalan makanan padat yang terlambat saat MPASI1.

Faktor lain yang bisa memicu GTM, pilihan makanan saat awal MPASI yang kurang bervariasi1. Alhasil ketika ia makin besar, ia cenderung memilih makanan yang dikenalnya saja, dan cenderung tidak mau mencoba makanan lain.

Namun jangan patah semangat, ya, Bu. Hal tersebut bisa diatasi, salah satunya dengan menyajikan jenis-jenis bahan makanan penambah nafsu makan anak untuk menggugah seleranya. Apa saja bahan-bahannya? Kita simak yuk, Bu.

Jenis-jenis Bahan Makanan Penambah Nafsu Makan Anak

Anak-anak itu seperti orang dewasa juga, lho Bu. Mereka pastinya menyukai makanan dengan rasa yang enak. Kalau makanannya hambar, si Kecil pasti bisa jadi malas memakannya. Untuk itu, ada beberapa bahan makanan penambah nafsu makan anak yang bisa Ibu mulai berikan.

1. Keju

Rasa keju yang gurih, dan aromanya yang enak, bisa menggugah selera makan si Kecil. Dengan tambahan keju, penggunaan garam pun bisa dikurangi, karena cita rasa makanan sudah asin dan gurih. Tambahkan keju parut pada telur dadar, sup krim, pasta, dan makanan lainnya, untuk memberi rasa yang lebih spesial. Ibu juga bisa membuat saus keju sebagai cocolan brokoli kukus. Yuk kita coba, Bu!

2. Bahan ‘berlemak'

Ibu pasti setuju, lemak membuat makanan terasa lebih lezat.  Tidak perlu takut memberi lemak pada si Kecil, Bu. Tidak seperti orang dewasa yang harus membatasi asupan lemak, anak usia 1-3 tahun membutuhkan 45 gram lemak dalam sehari4.

Menambahkan butter atau olive oil dalam makanan si Kecil, akan membuat makanan lebih gurih dan lezat. Aromanya pun menggugah selera. Misalnya, ibu bisa membuat finger food dari wortel atau zucchini yang dioles minyak zaitun, lalu dipanggang. Selain itu, Ibu bisa juga menambahkan sesendok butter dalam olahan ikan dori. Cara ini tentu akan meningkatkan cita rasanya.

3. Sayur warna-warni

Makanan yang berwarna-warni tampak semarak, dan menarik bagi si Kecil. Misalnya, Ibu bisa menambahkan kacang polong dan potongan paprika merah ke menu nasi goreng si Kecil. Selain tampilannya lebih meriah, rasanya pun lebih kaya, dan pasti nutrisinya lebih komplet. 

4. Makanan bertekstur ‘kriuk’

Makanan dengan tekstur renyah memang menyenangkan, sehingga bisa membangkitkan selera makan si Kecil. Selain bunyinya yang seru, rasanya juga sebaiknya dijaga agar si Kecil suka. Nah, Ibu bisa membuat lauk dengan tekstur ‘kriuk’, misalnya perkedel bunga kol, nuget ayam, dan lainnya. Ini bisa ditambahkan untuk lauk pendamping nasi.

Selain memberikan 4 jenis bahan makanan penambah nafsu makan anak, Ibu juga bisa melengkapi nutrisinya dengan segelas susu Bebelac 3 sebanyak tiga kali sehari. Bebelac 3 mengandung FOS GOS, minyak ikan, omega-3 dan omega-6 serta vitamin dan mineral yang penting bagi anak. Dengan asupan bergizi yang menggugah selera, diharapkan pencernaan anak terjaga (happy tummy), sehingga akan berpengaruh pada mood (happy heart) dan akalnya untuk berpikir lebih baik (happy brain).

Tetap semangat ya Bu, untuk mendorong si Kecil makan dengan lebih baik. Mulai sekarang cobalah membuat makanan penambah nafsu makan dengan menggunakan 4 bahan di atas. Selamat mencoba, Bu!


 

REFERENSI

  1. Caroline M Taylor, Pauline M Emmett. (2018). Picky Eating in Children: Causs and Consequences. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6398579/ [Diakses 4 Agustus 2021]
  2. Lina Ninditya, Siti Rayhani Fadhila. (2016). Memberi Makan pada Bayi: Kapan, Apa, dan Bagaimana? Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/memberi-makan-pada-bayi-kapan-apa-dan-bagaimana [Diakses 4 Austus 2021]
  3. Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia. Diambil dari: http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf [Diakses 4 Austus 2021]