kandungan-asi

5 Kandungan dalam ASI untuk Tumbuh Kembang Bayi

detail-fb detail-wa detail-twitter

Kandungan dalam ASI (Air Susu Ibu) memang yang paling ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Tidak heran bila Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan pertama kehidupannya. Selanjutnya ASI bisa dilanjutkan hingga si Kecil berusia 2 tahun, berdampingan dengan MPASI (Makanan Pendamping ASI) dimulai usia 6 bulan.1

Kenapa ASI begitu istimewa? Yuk, kita cari tahu bersama.

Istimewanya ASI

Tidak hanya kandungan dalam ASI yang membuatnya istimewa dan menjadi makanan yang paling baik untuk bayi, Bu. Ternyata, komposisi ASI berubah-ubah selama periode menyusui, menyesuaikan kebutuhan bayi. Bukan main ya, Bu.

Ibu tentu pernah mendengar tentang kolostrum, ASI peralihan, dan ASI matur. Nah, ketiga variasi ASI ini muncul mengikuti usia bayi.2 Kolostrum yang penting untuk imunitas bayi diproduksi ketika si Kecil baru lahir hingga hari kelima. Selanjutnya, ASI peralihan diproduksi hingga bayi berusia 14 hari, kemudian digantikan ASI matur.3

Selain itu, terdapat foremilk (ASI awal), dan hindmilk (ASI akhir). ASI awal adalah ASI yang keluar di tiap awal sesi menyusui. ASI awal ini tampak bening dan lebih encer serta kaya akan laktosa dan protein. Sementara itu, di akhir sesi menyusui, ASI tampak putih pekat dan lebih kental yang disebut ASI akhir. ASI akhir ini kaya akan lemak yang penting untuk tenaga dan pembentukan otak si Kecil.2

Ibu mungkin penasaran, apa saja sih kandungan dalam ASI? Mari kita simak bersama.

Kandungan dalam ASI dari Segi Nutrisi

Kandungan dalam ASI meliputi makronutrien (karbohidrat, lemak, protein), mikronutrien (vitamin, mineral), dan komponen bioaktif lainnya seperti imunoglobulin.1 Lengkap sekali, kan, Bu. Yuk, kita bahas satu per satu.

Lemak

Sumber energi utama dalam ASI adalah lemak. Komposisinya mencapai 40—55% dari total energi ASI.4 Tidak seperti orang dewasa yang harus membatasi asupan lemak, bayi sangat membutuhkan lemak, Bu. Asam lemak esensial dalam ASI seperti asam linoleat, asam linolenat, serta turunannya, yaitu AA (Asam Arakidonat) dan DHA (Asam Dokosaheksanoat), sangat penting untuk pertumbuhan otak bayi.2 Jadi, pastikan si Kecil menyusu sampai tuntas dalam tiap sesi menyusui ya Bu, karena lemak terkandung dalam hindmilk atau ASI akhir.

Karbohidrat

Selain lemak, ASI juga mengandung laktosa dalam kadar tinggi. Laktosa sebagai karbohidrat utama yang terkandung dalam ASI menyediakan sekitar 40% dari total energi dalam ASI.5 Seperti halnya lemak, laktosa juga berperan penting untuk memenuhi kebutuhan energi yang diperlukan otak bayi.2

Karbohidrat lain yang tak kalah penting dalam ASI yaitu oligosakarida yang disebut HMO (human milk oligosaccharides). HMO merupakan komponen bioaktif yang penting dan mencakup komponen padat terbanyak ketiga dalam ASI setelah lemak dan laktosa.6 HMO adalah karbohidrat kompleks yang tidak bisa dicerna, lalu difermentasi oleh bakteri bermanfaat di usus besar bayi.2

HMO kini dianggap sebagai prebiotik yang akan merangsang pertumbuhan flora usus yang bermanfaat di usus bayi. Manfaat HMO bahkan melebihi prebiotik. Peneliti menemukan bahwa HMO juga mendukung daya tahan tubuh bayi, mengurangi risiko infeksi, hingga mendukung perkembangan otak.4,6

Protein

Secara garis besar, protein dalam ASI terdiri dari air dadih (whey) dan kasein. Rasio whey dan kasein berfluktuasi Bu, antara 70:30 hingga 80:20 di awal masa laktasi, dan 50:50 di akhir masa laktasi. Komposisi ini sangat berbeda dengan susu sapi yang mengandung kasein jauh lebih tinggi dibandingkan whey. Dalam lambung bayi, kasein akan menggumpal, sedangkan whey tetap cair, sehingga mudah diserap oleh pencernaan bayi.5

Protein whey terdiri dari laktaferin, alpha lactalbumin, dan sekretori IgA (sIgA). Protein-protein ini akan dipecah di dalam saluran cerna menjadi asam amino bebas agar bisa diserap dan digunakan oleh tubuh. Selain menutrisi, protein juga memiliki manfaat lain, seperti mengikat ion kalsium dan zinc, mencegah penyebaran bakteri patogen, hingga membasmi bakteri dan melindungi permukaan mukosa usus.5

Mikronutrien

ASI juga mengandung berbagai vitamin dan mineral lho, Bu. Vitamin yang terkandung dalam ASI misalnya vitamin A, B1, B2, B6, dan B12.3 Sementara itu, mineral yang terkandung dalam ASI yaitu kalsium, fosfor, magnesium, serta elektrolit seperti sodium dan kalium.4 Selain itu, ASI juga mengandung zat besi dan zinc.

Komponen Pendukung Imunitas

Kandungan dalam ASI yang tak kalah istimewa yaitu berbagai komponen yang mendukung imunitas atau daya tahan tubuh si Kecil. Antara lain yaitu leukosit (sel darah putih) yang banyak terkandung dalam kolostrum.7

Selain itu, ASI juga mengandung sel makrofag, yang berperan memusnahkan bakteri sehingga dapat membantu mencegah infeksi saluran cerna pada bayi. Sementara itu, laktoferin akan menghambat pertumbuhan bakteri patogen seperti E. coli dan Staphylococcus, enzim peroksidase akan menghancurkan kuman patogen, dan sitokin akan meningkatkan antibodi IgA pada kelenjar ASI, serta mengaktifkan sel limfosit T.7

Sel limfosit T sendiri termasuk pertahanan spesifik yang dapat menghancurkan bakteri E. coli. Pertahanan spesifik lainnya dalam ASI yaitu antibodi imunoglobulin (Ig), baik IgA, IgM, dan IgG. Imunoglobulin berfungsi memperkuat sistem imun lokal dalam saluran cerna bayi sehingga membantu mencegah infeksi saluran cerna.7

Di samping itu, terdapat sIgA, yaitu gabungan dua molekul IgA. Dalam saluran cerna, sIgA membantu mencegah pertumbuhan kuman patogen. Menurut penelitian, sIgA tak hanya mampu membasmi bakteri seperti Streptococcus pneumoniae, E. coli dan Salmonella, tapi juga virus, seperti polio, rotavirus, dan influenza. Itu sebabnya, ASI bisa melindungi si Kecil dari infeksi saluran cerna dan saluran napas bagian atas.7

Ternyata tidak hanya banyak ya kandungan dalam ASI, melainkan juga bermanfaat untuk membantu menjaga kesehatan serta mendukung tumbuh kembang anak. Jadi, semangat terus untuk menyusui si Kecil ya, Bu. 


Referensi

  1. Matylda Czosnykowska-Lukacka. (2018). Breast Milk Macronutrient Components in Prolonged Lactation. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6316538/ [Diakses 27 September 2021]
  2. IDAI. (2013). ASI sebagai Pencegah Malnutrisi pada Bayi. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/asi-sebagai-pencegah-malnutrisi-pada-bayi [Diakses 27 September 2021]
  3. Olivia Ballard, Ardythe L Morrow. (2013). Human Milk Composition: Nutrients and Bioactive Factors. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3586783/ [Diakses 27 September 2021]
  4. Xianli Wu, dkk. (2018). Human Milk Nutrient Composition in the United States: Current Knowledge, Challenges, and Research Needs. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6063275/ [Diakses 27 September 2021]
  5. Camilla R Martin, dkk. (2016). Review of Infant Feeding: Key Features of Breast Milk and Infant Formula. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4882692/ [Diakses 27 September 2021]
  6. Michal Wicinski, dkk. (2020). Human Milk Oligosaccharides: Health Benefits, Potential Applications in Infant Formulas, and Pharmacology. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7019891/ [Diakses 27 September 2021]
  7. Zakiudin Munasir, Nia Kurniati. (2013). Air Susu Ibu dan Kekebalan Tubuh. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/air-susu-ibu-dan-kekebalan-tubuh [Diakses 27 September 2021]

 

Tag