kebutuhan-asi-pada-bayi

5 Cara Mengetahui Kebutuhan ASI pada Bayi

detail-fb detail-wa detail-twitter

“Si Kecil cukup mendapat ASI tidak ya?”. “Apakah kebutuhan ASI bayi saya sudah terpenuhi?”. Pertanyaan ini mungkin kerap memenuhi benak Ibu. Pasalnya, si bayi belum bisa berbicara dan menyampaikan perasaannya. 

Mengingat ASI memang adalah makanan terbaik untuk bayi, wajar jika banyak Ibu, terutama ibu baru, yang masih bingung.  Namun bagaimana ya cara mengetahui kebutuhan ASI bayi, sehingga kita yakin bahwa ia mendapat ASI cukup? Tenang Bu, sebelumnya kita cari tahu bersama kebutuhan ASI bayi, yuk.

Kebutuhan ASI Pada Bayi

Kebutuhan ASI bayi bisa berbeda-beda sesuai dengan perkembangan usianya, dan perlahan meningkat sesuai perkembangan usianya. Hebatnya, komposisi dan produksi ASI akan mengikuti kebutuhan si Kecil.1 

Ketika si Kecil baru dilahirkan hingga ia berusia 2-3 hari, jenis ASI yang diproduksi adalah kolostrum. Jumlahnya hanya sekitar 30-60 ml/hari, tapi kolostrum ini sangat penting untuk kekebalan tubuh bayi karena banyak mengandung sel darah putih dan antibodi. Kolostrum yang berwarna kekuningan ini juga mengandung lebih banyak protein, mineral, dan vitamin larut lemak (vitamin A, E, dan K) dibandingkan ASI biasa.2 

Pada hari ketiga, produksi ASI akan meningkat drastis, di mana si Kecil bisa menyusu sekitar 300-400 ml dalam sehari2. Di hari kelima, volume ASI akan meningkat lagi hingga sekitar 500 ml per hari, lalu bertambah lagi hingga 600 – 690 ml per hari di minggu kedua.1 Selanjutnya, volume ASI akan relatif stabil hingga si Kecil berusia 5-6 bulan, yaitu sekitar 750 – 800 ml per hari.1,2  

Setelah paham berapa banyak kebutuhan ASI bayi dalam sehari, bagaimana ya cara mengetahui apakah kebutuhan ASI si Kecil sudah tercukupi? Yuk, kita cari tahu.

5 Cara Mengetahui Kebutuhan ASI Bayi

Ada beberapa tanda yang bisa Ibu kenali dan perhatikan, untuk mengetahui apakah kebutuhan ASI bayi agar sudah tercukupi. 

Kenali Tanda si Kecil Lapar

Bu, karena ASI akan diproduksi sesuai dengan kebutuhan bayi, maka disarankan agar Ibu menyusui si Kecil sesuai dengan keinginannya. Untuk itu, Ibu perlu mengenali tanda-tanda saat si Kecil lapar sehingga Ibu bisa segera menyusuinya.

Tanda-tanda awal bayi lapar adalah membuka mulut, menggerak-gerakkan kepala, dan seperti mencari-cari sesuatu. Kemudian diikuti dengan memasukkan tangan ke mulut. Bila ia belum juga disusui, muncullah tanda akhir, yaitu: bayi menangis, gelisah, dan wajahnya memerah.3 Jika bayi tampak puas dan tenang setelah menyusu, dan sering kali tertidur saat menyusu, artinya kebutuhan ASI bayi sudah tercukupi.1 

Perhatikan Jarak Waktu Menyusui

Penting juga perlu untuk memperhatikan jarak antar sesi menyusui, ya, Bu. Idealnya, bayi menyusu 8-12 kali dalam sehari. Ini berarti, si Kecil perlu menyusu tiap 2-3 jam. Ini bisa menjadi salah satu tanda bahwa bayi mendapat ASI yang cukup.1 Bagaimana bila si Kecil masih tidur ketika sudah waktunya menyusu lagi? Ibu boleh kok, membangunkan bayi agar ia menyusu sehingga kebutuhan ASI bayi dapat terpenuhi.3

Perhatikan Lama Waktu Menyusui

Lama waktu menyusui juga tak kalah penting, Bu. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan, bayi perlu menyusu selama minimal 10 menit pada setiap payudara.1 Ternyata ini penting sekali lho, Bu, supaya kebutuhan gizi si Kecil tercukupi secara lengkap. 

Di awal sesi menyusui, ASI yang diproduksi adalah jenis foremilk (ASI awal). Tampilannya bening, banyak mengandung laktosa dan protein, dan memuaskan rasa haus si Kecil.1,2 Di akhir waktu penyusuan, barulah diproduksi hindmilk (ASI akhir) yang putih pekat, serta mengandung tinggi lemak dan kalori.1,2  

Bila sesi menyusui dihentikan atau dipindah ke payudara satunya padahal si Kecil baru sebentar menyusu, maka ia hanya mendapatkan foremilk dan tidak mendapatkan hindmilk. Padahal bayi juga sangat membutuhkan lemak yang banyak terdapat di dalam hindmilk sebagai sumber energi dan pembentukan otaknya.1 Jadi Bu, pastikan si Kecil menyusu sampai puas, ya. Dengan demikian, pengosongan payudara optimal, dan si Kecil mendapatkan foremilk maupun hindmilk.1

Menyusui dari Kedua Payudara

Si Kecil sudah menyusu dari satu payudara sampai habis. Saat ini, Ibu bisa mengetahui kebutuhan ASI bayi dengan memperhatikan gelagatnya. Apakah ia sudah kenyang, atau masih lapar. 

Bila ia tampak masih ingin menyusu, Ibu bisa menyusuinya dari payudara sebelah.1 Biarkan si Kecil menyusu sampai puas dan kenyang ya, Bu. Tunggu hingga biarkan si Kecil yang melepas sendiri payudara Ibu. Hal ini merupakan salah satu cara mengetahui bahwa ia sudah kenyang dan kebutuhan ASI bayi telah tercukupi.

Perhatikan Perlekatan Menyusu yang Benar

Selama menyusui, Ibu perlu memperhatikan perlekatan mulut bayi dengan payudara ya, Bu. Perlekatannya harus benar, agar ASI bisa keluar dengan lancar.1  

Posisi perlekatan menyusu yang benar adalah: dagu bayi menempel ke payudara, mulutnya terbuka lebar, sebagian besar aerola masuk ke mulut si Kecil, bibir bayi terlipat keluar sampai tampak seperti dower.4 

Saat menyusu, sebenarnya bayi bukan mengisap, melainkan memerah ASI, dengan cara melakukan pijatan pada payudara Ibu dengan gusinya. Maka, pipi si Kecil tidak kempot, dan tidak ada bunyi decak. Yang ada hanyalah bunyi menelan. Ibu juga tidak akan kesakitan, dan si Kecil akan menyusu dengan tenang.4 Tak usah jadi bingung dan terlalu khawatir memastikan posisi perlekatan ini ya, Bu. Secara naluriah Ibu dan bayi pasti akan bisa melakukannya.  

Kebutuhan ASI bayi yang sudah tercukupi juga dapat dilihat dari frekuensi buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB). Biasanya, frekuensi buang air kecil (BAK) >6 kali sehari, dengan urin berwarna jernih. Adapun frekuensi BAB adalah >4 kali sehari.1 

Jika beberapa hari setelah lahir berat badan bayi berkurang, namun penurunannya tak lebih dari 10% berat lahirnya, jangan keburu panik ya, Bu. Itu hal normal dan Ibu tak perlu terlalu khawatir dan berpikir bahwa Ibu tidak dapat memenuhi kebutuhan ASI bayi. Idealnya, berat bayi akan kembali ke berat lahirnya di usia 10-14 hari.1 Setelah itu, berat dan panjang badan si Kecil akan terus bertambah, sesuai dengan Kurva Pertumbuhan. Semangat ya, Bu! 

Berat badan kurang, bayi menangis lemah, jarang BAB dan tinjanya keras, serta volume urin sedikit adalah tanda-tanda kebutuhan ASI bayi tidak terpenuhi. Pada bayi baru lahir, perhatikan juga warna kulitnya. Jika warna kulit bayi kuning pada minggu pertama kelahiran, mungkin bayi belum cukup mendapatkan ASI. 

Segeralah bawa si Kecil ke dokter ya, Bu. Dokter akan mengevaluasi apakah cara Ibu menyusui bayi, dan cara si Kecil menyusu sudah benar. 


Referensi

  1. IDAI. (2013). ASI sebagai Pencegah Malnutrisi pada Bayi. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/asi-sebagai-pencegah-malnutrisi-pada-bayi [Diakses 27 September 2021] 
  2.  Rutvi Shah, dkk. (2020). Physiology, Breast Milk. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK539790/ [Diakses 28 September 2021] 
  3. Eveline P. N. (2017). ASI Saya Kurang? Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/asi-saya-kurang [Diakses 29 September 2021] 
  4. Rulina Suradi. (2013). Posisi dan Perlekatan Menyusui dan Menyusu yang Benar. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/posisi-dan-perlekatan-menyusui-dan-menyusu-yang-benar [Diakses 29 September 2021] 
Tag