zat-besi-untuk-bayi

6 Bahan Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Bayi

detail-fb detail-wa detail-twitter

Senang sekali rasanya ya, Bu, melihat si Kecil mulai belajar makan MPASI. Momen di mana si Kecil mulai mengeksplorasi rasa aneka makanan yang Ibu buat untuknya. Selain menyuguhkan makanan yang lezat saat membuat MPASI, jangan sampai lupa untuk memasukkan bahan makanan yang mengandung zat besi untuk bayi ya, Bu, agar ia terhindar dari Anemia Defisiensi Besi (ADB).

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), di akhir masa bayi dan awal masa kanak-kanak adalah kelompok usia dengan tingkat penyakit ADB paling tinggi. Wah, kira-kira apa ya penyebabnya, Bu? Ternyata, bayi usia 6 – 12 bulan tumbuh sangat cepat, sedangkan asupan zat besi dari makanan seringkali rendah1,2. Padahal, meningkatnya kebutuhan zat besi saat pertumbuhan yang pesat harus dapat tercukupi dari apa yang si Kecil konsumsi.

Baca Juga: 8 Menu Makanan Sehat untuk Anak

Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk si Kecil

Sajian MPASI yang Ibu suguhkan sebaiknya mengandung bahan makanan yang mengandung zat besi untuk bayi, karena setelah usia 6 bulan, kebutuhan zat besi si Kecil semakin meningkat. Pada usia 6-11 bulan, bayi membutuhkan 11 mg zat besi setiap hari3. Oleh karena itu, harus diberikan makanan pendamping ASI yang mengandung zat besi.

Terlebih lagi, cadangan zat besi dalam tubuh si Kecil juga sudah berkurang2. Alhasil, si Kecil berisiko mengalami ADB bila kebutuhan zat besinya tidak terpenuhi dari MPASI. Tapi tenang Bu, ada banyak sumber bahan makanan yang mengandung zat besi untuk bayi, baik bersumber dari hewani maupun nabati.

Sumber hewani memang lebih baik penyerapannya (23%), jika dibandingkan sumber nabati (3-8%). Untuk meningkatkan penyerapan zat besi dari sumber nabati, Ibu bisa menambahkan makanan sumber vitamin C saat membuat MPASI2, misalnya paprika, tomat, atau perasan jeruk.

Lalu, bahan makanan apa sajakah yang kaya akan zat besi dan sangat baik untuk MPASI si Kecil?

Baca Juga: Manfaat Zat Besi untuk Anak

Hati ayam

Hati ayam dikenal sebagai primadonanya sumber zat besi. Siapa sangka, protein hewani yang harganya murah dan sangat mudah didapat ini ternyata mengandung zat besi yang sangat tinggi. Dalam 28 gr hati ayam, terkandung 3,6 mg zat besi2. Tinggi sekali kan, Bu? Jadi, tak perlu ragu memasukkan hati ayam ke dalam MPASI si Kecil ya, Bu.

Hati sapi

Selain hati ayam, hati sapi juga cukup tinggi kandungan zat besinya, yaitu 1,7 mg per 28 gr hati sapi, atau sekitar ½ potong2. Mungkin perlu waktu bagi si Kecil untuk bisa menerima cita rasa hati sapi, tapi teruslah berusaha ya, Bu. Untuk mengurangi rasa amisnya, pilihlah hati sapi yang segar dibandingkan yang beku dan pilihlah hati yang tidak berlubang.

Daging merah

Kandungan zat besi dalam daging merah juga cukup tinggi, yaitu 0,8 mg/ 28 gr daging sapi dan 1 mg/28 gr daging kambing2. Namun, tekstur daging yang agak keras dan berserat membuat menu berbahan dasar daging merah ini belum bisa dikunyah dengan baik oleh si Kecil yang usianya bahkan belum genap 1 tahun.

Sebagai solusinya, Ibu bisa memberikan daging cincang atau daging sapi bagian has dalam (tenderloin) yang memiliki serat lebih halus. Tumbuk daging hingga halus dan olah menjadi nasi tim yang lembut dan lezat.

Bayam

Ingat bayam pasti ingat “Popeye si Pelaut” ya, Bu? Bayam memang merupakan sumber bahan makanan nabati yang kaya akan zat besi. Tiga ikat bayam (28 gr) mengandung 1 mg zat besi2. Tapi ingat, karena dari sumber nabati, penyerapannya kurang baik di saluran cerna. Untuk menyiasatinya, tambahkan bahan makanan yang mengandung vitamin C saat mengolah bayam, ya, Bu, agar penyerapan zat besi lebih baik.

Brokoli

Kandungan zat besi pada brokoli juga cukup baik, yaitu 0,2 mg/28 gr brokoli2. Jika dibandingkan dengan sumber bahan makanan zat besi sebelumnya, kandungan brokoli memang cenderung rendah. Tapi bisa menjadi opsi sebagai variasi dalam menu MPASI si Kecill. Ibu bisa mengolahnya menjadi sup atau menyajikannya dengan sajian yang berbeda seperti resep brokoli saus keju yang nikmat. Ibu perlu memperkenalkan si Kecil pada beragam makanan sedini mungkin, agar terbiasa dengan macam-macam rasa, serta mendapat asupan nutrisi yang beragam pula.

Mengoptimalkan Asupan Zat Besi

Ibu, disarankan memberi makanan sumber zat besi untuk bayi minimal 2 kali sehari, agar bisa memenuhi kebutuhan zat besi hariannya2. Mengingat ukuran lambung bayi yang masih begitu kecil, jadi hampir tidak mungkin jika kita memberikan begitu banyak asupan dalam sekali makan. Oleh sebab itu, akan lebih mudah bila dibagi menjadi 2-3 kali sehari ya, Bu.

Ibu juga bisa mengombinasikan makanan sumber zat besi dari bahan hewani dan nabati saat membuat MPASI. Misalnya bubur saring dari nasi, sepotong hati ayam, dan bayam. Dan, tidak ada salahnya kok, memberikan MPASI yang sudah difortifikasi zat besi2.

Saat si Kecil sedang makan, hindari pemberian minuman teh ya, Bu. Sebabnya, kandungan tanin pada teh ternyata bisa menghambat penyerapan zat besi2. Hindari pula pemberian MPASI yang mengandung zat besi bersamaan dengan pemberian susu karena kalsium yang tinggi pada susu dapat menghambat penyerapan zat besi. Yuk, Bu, mulai lebih cermat dalam menyajikan MPASI dan jangan lupa untuk menyajikan makanan yang mengandung zat besi untuk bayi kesayangan!


Referensi

  1. Endang Windiastuti. (2013). Anemia Defisiensi Besi pada Bayi dan Anak. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/anemia-defisiensi-besi-pada-bayi-dan-anak [diakses 10 Agustus 2021]
  2. Cut Nurul Hafifah. (2017). Pastikan Bayi Anda Cukup Zat Besi?. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pastikan-bayi-anda-cukup-zat-besi [diakses 10 Agustus 2021]
  3. Peraturan Menteri Kesehatan RI. (2019). Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Diambi dari http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf [diakses 10 Agustus 2021]
  4. Institute for Quality and Efficiency in Health Care. (2014, diperbarui 2018). How Can I Get Enough Iron? Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279618/ [diakses 10 Agustus 2021]
Tag