tanda-bayi-tumbuh-gigi

4 Cara Merawat Gigi Bayi dan Tanda-tanda Bayi Tumbuh Gigi

detail-fb detail-wa detail-twitter

Pada usia 5—8 bulan, biasanya bayi mulai tumbuh gigi.1 Bentuknya yang mungil menyerupai beras membuat gigi-gigi susu awal si Kecil tampak menggemaskan. Namun, tanda tanda bayi tumbuh gigi bisa menjadi tantangan tersendiri bagi Ibu. Agar Ibu lebih siap dan tidak panik, yuk, kita pelajari tanda-tanda ini bersama.

Tanda Tanda Bayi Tumbuh Gigi

Gigi putih mungil pada rahang bawah depan si Kecil adalah gigi yang pertama kali tumbuh. Satu dua bulan kemudian, biasanya gigi depan di rahang atas akan tumbuh. Setelah itu, perlahan satu per satu gigi lain pun bermunculan hingga giginya lengkap pada usia 27 bulan.1

Nah, tahukah Ibu, proses tumbuh tiap gigi berlangsung selama 8 hari, lho. Yaitu 4 hari sebelum gigi muncul, hari H tumbuhnya gigi, dan 3 hari selanjutnya.2 Selama periode inilah tanda tanda bayi tumbuh gigi muncul.

Pada masa ini, Ibu mungkin menyadari bahwa si Kecil jadi rewel, sering menangis, tidurnya terganggu, demam, tidak nafsu makan, berliur, dan sering menggigit-gigit. Selain itu, gusi pada gigi yang akan tumbuh tampak merah dan bengkak karena radang. Si Kecil mungkin juga akan menggosok-gosok telinga bila yang akan tumbuh adalah gigi bagian samping.2

Melihat tanda tanda bayi tumbuh gigi yang membuat si Kecil kurang nyaman ini, apa ya yang bisa dilakukan untuk membantunya?

Mengurangi Keluhan Tumbuh Gigi

Ada beberapa hal yang bisa Ibu lakukan untuk membantu mengurangi keluhan yang dirasakan si Kecil ketika giginya mulai tumbuh:

  • Memberinya teether atau teething ring yang dibekukan untuk memberi sensasi dingin.2
  • Mengisap empeng atau dot, yang selain dapat menenangkannya, juga dapat menekan gusi dan membantu mengurangi rasa sakitnya.2
  • Menggosok gusi. Menurut penelitian, menggosok gusi bayi bisa mengurangi iritasi pada gusi dan mencegah si Kecil mengisap jari.2
  • Berikan buah/sayuran potong beku untuk membantu mengurangi peradangan dan membantu mengurangi rasa sakit.2 Misalnya, potongan apel/pir, wortel baby, atau batang seledri besar beku. Tetap awasi ketika si Kecil menggigiti buah/sayur beku ya, Bu, jangan sampai ia tersedak.

Selanjutnya, yuk, kita belajar bagaimana cara merawat gigi susu.

4 Cara Merawat Gigi Susu si Kecil

Merawat gigi susu itu penting sekali, lho, Bu. Tidak hanya menimbulkan sakit gigi, gigi susu yang berlubang dapat menyebabkan infeksi rongga mulut. Akibatnya, anak dapat mengalami gangguan makan dan tidur, hingga malnutrisi dan terganggunya tumbuh kembang si Kecil.4 

Selain itu, bila gigi susu tanggal sebelum waktunya, si Kecil akan kesulitan makan dan berbicara. Dampak jangka panjangnya, pertumbuhan gigi tetapnya nanti bisa berantakan.4

Berikut empat hal yang penting dilakukan agar gigi susu si Kecil senantiasa sehat hingga waktunya tanggal nanti.

1. Sikat gigi si Kecil

Sebelum giginya tumbuh, Ibu bisa membersihkan gusinya dengan lap yang lembut dan bersih. Begitu gigi pertama muncul, Ibu bisa mulai menyikatnya menggunakan sikat gigi dan pasta gigi khusus bayi.

Setelah ia berusia 1 tahun, Ibu bisa mulai menyikat giginya 2x sehari selama 2 menit. Paling baik yaitu setelah sarapan, dan sebelum tidur.3 Diharapkan, ini akan membentuk kebiasaan si Kecil untuk menyikat gigi dengan baik dan benar secara teratur.

2. Bersihkan gigi si Kecil 2-3 kali sehari

Ibu sebaiknya membersihkan gigi bayi dengan waslap yang dibasahi dengan air matang.3 Tujuannya adalah untuk ‘membilas’ sisa laktosa atau gula pada giginya.

Kebiasaan membersihkan rongga mulut si Kecil harus sudah mulai dilakukan sejak si Kecil lahir, bahkan saat ia masih hanya minum ASI. Ibu bisa membersihkan rongga mulut di daerah gusi dan lidah dengan menggunakan kain kasa steril, minimal 2-3 kali dalam satu hari.4

3. Batasi yang manis-manis

Bila si Kecil sudah mendapat MPASI, hindari terlalu banyak memberikan snack kesukaannya, seperti kukis, biskuit, atau cracker. Jangan lupa ajari si Kecil untuk membersihkan giginya sehabis makan menggunakan lidah dan minum air mineral.3 Cara ini membantu membersihkan sisa makanan pada gigi dan rongga mulut.

4. Ajak si Kecil ke Dokter Gigi

Si Kecil pun perlu diajak ke dokter gigi sejak dini lho Bu, bahkan sebelum usia 1 tahun.3 Dokter akan memeriksa kondisi gusi, gigi, dan rongga mulut si Kecil agar pertumbuhan dan kesehatan gigi bayi selalu terpantau.

Nah, Ibu kini bisa tetap tenang dalam mengenali tanda tanda bayi tumbuh gigi. Hal yang terpenting adalah membantu mengurangi keluhan yang dirasakan si Kecil dan jangan lupa untuk merawat gigi susunya sejak pertama tumbuh. Dengan begini, diharapkan gigi si Kecil bisa tumbuh kuat dan sehat ya!


Referensi:

  1. Prachi Jain, Manu Rathee. (updated 2021). Anatomy, Head and Neck, Tooth Eruption. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK549878/ [Diakses 15 Oktober 2021] 
  2. Mahtab Memarpour, dkk. (2015). Signs and symptoms associated with primary tooth eruption: a clinical trial of nonpharmacological remedies. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4517507/ [Diakses 15 Oktober 2021]  
  3. Healthy Children.org. (2015). How to Prevent Tooth Decay in Your Baby. Diambil dari https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/teething-tooth-care/Pages/How-to-Prevent-Tooth-Decay-in-Your-Baby.aspx [Diakses 15 Oktober 2021]
  4. M.Fahlevi Rizal. 2016. Kapan Anak Mulai Menggosok Gigi? Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/kapan-anak-mulai-menggosok-gigi [Diakses 15 November 2021] 
Tag