suhu-normal-bayi

Ketahui Suhu Normal Bayi serta Cara Tepat Mengukurnya

detail-fb detail-wa detail-twitter

Suhu tubuh normal berperan penting dalam menjaga kondisi bayi tetap stabil. Tidak heran bila Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan bahwa menjaga suhu normal bayi adalah salah satu hal yang krusial untuk dilakukan saat merawat bayi baru lahir. Suhu tubuh terlalu tinggi atau demam dan suhu tubuh terlalu rendah atau hipotermia bisa menyebabkan kondisi si Kecil menjadi kurang baik dan memerlukan perhatian khusus.1

Berapakah suhu tubuh bayi yang terbilang normal? Mari, Bu, kita cari tahu.

Suhu Normal Bayi

Suhu normal bayi tidak jauh berbeda dengan orang dewasa Bu, yaitu antara 36,5–37,5oC. Bayi disebut hipotermia bila suhu tubuhnya turun hingga 35,5oC, dan disebut demam bila suhu tubuhnya naik mencapai 38,5oC. Nah, pada bayi yang umurnya kurang dari 3 bulan, suhu tubuh 38oC sudah disebut demam.1,2

Hipotermia tidak boleh dianggap sepele dan memerlukan perhatian khusus bagi bayi baru lahir, terutama bayi prematur. Di sisi lain, demam juga bisa menjadi masalah untuk si Kecil, karena bisa jadi pertanda infeksi, dehidrasi, bahkan penyakit serius seperti pneumonia atau meningitis.2,3 Untuk itu, penting sekali mengukur suhu tubuh bayi, terutama jika ia tampak tidak enak badan.

Berikut ini cara mengukur suhu tubuh bayi dengan tepat agar hasilnya akurat.

Cara Tepat Mengukur Suhu Tubuh si Kecil

Ibu tidak bisa menentukan dengan pasti penurunan atau kenaikan suhu tubuh bayi. Nah untuk memastikannya, perlu diukur dengan termometer. Namun, ternyata cara mengukurnya tidak sembarangan lho, Bu. Yuk, simak cara-cara di bawah ini.

Gunakan termometer yang baik

Sediakan selalu termometer di rumah ya, Bu. IDAI menyarankan dua jenis termometer yang bisa dipakai, yaitu termometer digital atau air raksa.1 Pastikan termometer berfungsi dengan baik dan baterai termometer digital masih penuh. Ada baiknya menyimpan baterai cadangan sehingga bisa langsung diganti bila baterai termometer habis.

Baca Juga: Ini Dia Peralatan Bayi Baru Lahir

Ukur pada ketiak

Pengukuran suhu bisa dilakukan di beberapa tempat, tapi yang disarankan yaitu di ketiak. Meletakkan termometer di dahi atau di lubang telinga tidak disarankan, karena hasilnya kurang akurat. Pengukuran di anus sebenarnya akurat, tapi tidak disarankan karena bisa melukai anus si Kecil.1

Tanda-tanda Demam yang Perlu Diwaspadai

Ibu sebaiknya tidak langsung panik bila si Kecil demam. Pahami bahwa sebenarnya demam adalah tanda bahwa tubuh si Kecil sedang berjuang melawan infeksi.4

Banyak sekali hal yang bisa menyebabkan bayi demam. Mulai dari selesma (common cold), infeksi telinga, radang tenggorokan, hingga influenza, infeksi saluran kemih, infeksi usus, dan pneumonia.4

Umumnya, demam disebabkan oleh virus yang tidak berbahaya dan akan hilang sendiri dalam beberapa hari. Namun jangan lengah ya Bu. Bawa segera si Kecil ke dokter bila ia menunjukkan gejala-gejala berikut ini:

  • Demam tinggi >39oC, atau >38oC pada bayi di bawah 3 bulan.2
  • Demam datang dan pergi.2
  • Demam berlangsung lebih dari 3 hari.2
  • Kejang.2
  • Si Kecil menunjukkan gejala leher kaku, tidak responsif, gelisah atau bingung.2
  • Muntah, diare, atau sakit perut.2
  • Ruam merah pada kulit.2
  • Tidak mau minum dalam waktu lama.2
  • Kondisinya terus memburuk.2

Merawat Bayi yang Demam

Umumnya, bayi tidak memerlukan obat untuk meredakan demamnya. Hal terpenting, buat si Kecil merasa nyaman agar ia bisa beristirahat. Istirahat dan kasih sayang adalah obat terbaik. Selain itu, Ibu bisa memberikan ASI atau cairan rehidrasi oral khusus untuk anak sesuai dengan anjuran dokter.2,4

Ibu juga boleh mengompres si Kecil, disarankan dengan kompres air hangat menggunakan handuk yang diletakkan di ketiak dan lipat selangkangan, selama 10-15 menit. Ini akan membantu mengeluarkan panas tubuh bayi melalui pori-pori kulit.5

Kompres air dingin tidak disarankan ya, Bu. Selain membuat si Kecil tidak nyaman, kompres air dingin justru bisa memperburuk keadaan karena mengacaukan pusat pengendali suhu tubuh di otak. Dampaknya, suhu tubuh bayi bisa naik, hingga ia menggigil. Hindari juga membungkus si Kecil terlalu rapat karena akan menyulitkan tubuhnya untuk mengeluarkan panas.2,5

Obat penurun panas seperti parasetamol bisa diberikan bila si Kecil demam tinggi (>38oC). Namun, pastikan dosis dan jadwal pemberiannya mengikuti rekomendasi dari dokter, ya.5

Pada intinya, hindarkan bayi dari suhu tubuh yang terlalu tinggi atau terlalu rendah. Tanda demam biasanya mudah dikenali, misalnya si Kecil lesu dan tampak pucat. Sedangkan hipotermia bisa dicurigai bila tangan dan kaki si Kecil terasa dingin.1,2 Ukurlah dengan termometer untuk memastikannya, ya Bu.

Segera periksakan ke dokter jika si Kecil mengalami demam atau hipotermia yang tak kunjung reda, ya, Bu. Selamat menjaga suhu normal bayi. 


Referensi:

  1. Setya Wandita. (2016). Hipotermia pada Bayi Baru Lahir: Kapan Harus Membawa Bayi ke Dokter? Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/hipotermia-pada-bayi-baru-lahir-kapan-harus-membawa-bayi-ke-dokter [diakses 6 Desember 2021]
  2. Informedhealth.org. (2013, diperbarui terakhir pada 2019). Fever in Children: Overview. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279455/ [diakses 6 Desember 2021]
  3. Birhanu Wondimeneh Demissie. (2018). Neonatal hypothermia and associated factors among neonates admitted to neonatal intensive care unit of public hospitals in Addis Ababa, Ethiopia. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6090740/ [diakses 6 Desember 2021]
  4. Healthychildren.org. (2021). Fever and Your Baby. Diambil dari https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/fever/Pages/Fever-and-Your-Baby.aspx [diakses 6 Desember 2021]
  5. Mulya Rahma Karyanti. (2014). Penanganan Demam pada Anak. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/penanganan-demam-pada-anak [diakses 6 Desember 2021]
Tag