Mitos-Bayi-Gumoh

Mitos dan Fakta Penyebab Bayi Sering Gumoh yang Perlu Ibu Ketahui

detail-fb detail-wa detail-twitter

Penyebab bayi sering gumoh apa, sih? Mungkin Ibu pernah bertanya-tanya tentang hal ini. Ada banyak alasan dan asumsi yang beredar,misalnya karena bayi kekenyangan atau karena bayi masuk angin. Artikel ini mengupas mitos dan fakta penyebab gumoh agar Ibu bisa mengantisipasinya dengan baik. Simak yuk, Bu!

1. Kebiasaan Gumoh Akan Hilang Seiring Bertambahnya Usia si Kecil - Ternyata ini Fakta!

Kebiasaan gumoh akan berangsur hilang seiring bertambahnya usia si Kecil. Biasanya kebiasaan ini akan hilang secara bertahap sebelum bayi mencapai usia 1 tahun1.

2. Gumoh Bikin si Kecil Kurus - Ini Hanya Mitos Lho, Bu

Faktanya, tidak semua gumoh membuat bayi menjadi kurus. Perhatikan frekuensi gumoh bayi. Bila terjadi sesaat setelah menyusu dengan frekuensi gumoh hanya sedikit atau sekitar 10 ml saja, Ibu tidak perlu khawatir1. Ini adalah gumoh normal yang tidak membuat bayi kekurangan nutrisi atau membuat berat badannya menurun.

3. Tidak Perlu Kuatir bila Bayi Tidak Rewel  Saat Gumoh - Ternyata ini Fakta!

Gumoh yang terjadi pada bayi tergolong dalam kondisi normal bila bayi menunjukkan tanda tidak rewel dan tetap nyaman. Ibu perlu waspada jika si Kecil gumoh disertai tanda tidak nyaman,seperti rewel berlebihan, wajah pucat, menolak menyusu atau makan, tidak ada kenaikan berat badan dan ada bercak darah pada gumoh2. Dalam kondisi ini, jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter.

4. Gumoh Itu Tanda Anak Masuk Angin - Ternyata ini Fakta!

Penyebab bayi sering gumoh salah satunya adalah karena masuk angin. Masuk angin yang dimaksud biasanya terjadi karena banyaknya udara yang tertelan saat bayi menyusu. Cara mudah untuk mengatasinya adalah dengan membuat bayi bersendawa setelah menyusu4.

5. Gumoh Terjadi Karena Bayi Kekenyangan - Ternyata ini Fakta!

Hal ini terjadi karena sistem pencernaan bayi belum matang. Kondisi kekenyangan juga menjadi salah satu penyebab bayi sering gumoh. Untuk mencegahnya, setelah  menyusui posisikan bayi tegak selama 30 menit, pastikan bahwa tidak ada yang menekan bagian perut bayi, dan sendawakan bayi. Sebaiknya tidak memaksa bayi untuk  menyusu lebih banyak dari yang diinginkannya3.

6. Gumoh Sama Dengan Muntah - Ini Hanya Mitos Lho, Bu

Jangan cemas ya, Bu. Gumoh dan muntah itu berbeda. Saat gumoh, susu mengalir dengan sendirinya, sedangkan saat muntah, anak akan berusaha mengeluarkan susu disertai rewel atau menangis karena rasa yang tidak nyaman. Susu yang keluar dari mulut saat gumoh pun hanya sekitar 2 sendok makan, sedangkan muntah mengeluarkan cairan lebih banyak1.

7. Gumoh Terjadi pada Bayi yang Menyusu - Ini Hanya Mitos Lho, Bu

Penyebab bayi sering gumoh adalah karena bayi terlalu banyak menelan udara saat menyusu (masuk angin) atau bayi menyusu dalam jumlah yang terlalu banyak. Jadi, saat baik menyusu langsung yang harus diperhatikan adalah memastikan pelekatan mulut bayi tepat pada areola Ibu.

Setelah tahu fakta seputar penyebab bayi sering gumoh, kini Ibu tidak perlu cemas selama gumoh si Kecil masih dalam kategori normal, ya. Bila Ibu membutuhkan panduan seputar tumbuh kembang bayi sesuai tahapan usia si Kecil, temukan fitur-fitur informatifnya di sini. Ibu juga bisa mengecek seputar masalah pencernaan dan diare melalui fitur Poop Tracker.


Referensi:

  1. The Asian Parent. Penyebab Bayi Gumoh Dan Tanda-tanda Yang Perlu Parents Waspadai. Diambil dari https://id.theasianparent.com/penyebab-bayi-gumoh   [Diakses 11 Juni 2021]
  2. Badriul Hegar. 2013. Gumoh Pada Bayi. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/gumoh-pada-bayi [Diakses 12 Juni 2021]
  3. Dr.Natharina Yolanda. 2016. Bedanya ‘Gumoh’ dan Muntah pada Bayi. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/bedanya-‘gumoh’-dan-muntah-pada-bayi  [Diakses 12 Juni 2021]
  4. Susanto Wibowo. 2018. Menyiasati Bayi Gumoh. Diambil dari https://www.motherandbaby.co.id/article/2018/11/9/11236/Menyiasati-Bayi-Gumoh  [Diakses 12 Juni 2021]