Manfaat Mengobrol Untuk Kecerdasan Intelegensi Bayi

Manfaat Mengobrol untuk Kecerdasan Intelegensi Bayi

Memasuki usia 7 bulan, berkomunikasi dengan bayi jadi semakin interaktif. Si Kecil mulai dapat melakukan komunikasi non-verbal seperti tersenyum lebar, merengut, menangis ketika Ibu berkata jangan atau tertawa riang saat Anda mengajaknya bermain cilukba.

Tentu saja rasanya akan berbeda bila dibandingkan saat dia masih berusia lebih kecil ya, Bu. Saat itu, pembicaraan yang dilakukan terasa seperti satu arah saja karena Si Kecil masih mungil dan belum bisa berkomunikasi secara verbal.

Namun, tahukah Ibu bahwa mengobrol dengan bayi, bahkan sejak hari pertamanya di dunia ternyata dapat meningkatkan kecerdasannya? Yuk, simak manfaat dan cara berkomunikasi dengan bayi.

Manfaat Mengobrol dengan Bayi

Sebenarnya, Si Kecil sudah dapat memahami apa yang Ibu katakan padanya meski ia belum bisa berkomunikasi secara verbal. Banyak teori telah membuktikan bahwa berbicara pada bayi, terutama pada tahun pertama kehidupannya, akan membantunya untuk lebih mudah belajar bicara.

Nah, semakin sering Ibu mengajaknya berbicara, justru akan semakin baik. Apalagi jika saat berbicara, Ibu juga sambil melakukan gerakan atau menunjukkan ekspresi wajah yang berbeda. Si Kecil akan dengan cepat menyerap gerak tubuh dan intonasi Anda kemudian merekamnya dalam ingatan. Pintar, ya!

Rutinitas mengobrol dengan Si Kecil membuatnya familiar dengan kosakata yang Ibu gunakan sehingga seiring berjalannya waktu, ia akan dengan cepat menggunakan kata-kata yang sering didengarnya. Karena itu, pilihlah selalu kata-kata yang baik saat berkomunikasi dengannya, ya. Tak hanya itu saja, mendengar kata-kata yang Ibu ucapkan akan membantu pembentukan saraf-saraf pada otak yang menstimulasi kecerdasan otak Si Kecil.

Cara Mengobrol dengan Bayi

Tak perlu bingung memikirkan bagaimana mengajak Si Kecil berbicara. Gunakan insting sebagai seorang ibu. Beberapa tips berikut ini bisa dilakukan:

  • Fokuslah menatap mata Si Kecil

    Saat mengobrol dengannya, lakukan kontak mata dan perhatikan bagaimana reaksi Si Kecil saat diajak berbicara. Bila perlu, matikan TV dan singkirkan gadget agar Ibu dan dia tidak terdistraksi.

  • Libatkan Si Kecil dalam aktivitas

    Saat akan memandikan Si Kecil, misalnya, ajak dia bicara. Sebutkan saja aktivitas apa yang akan dilakukan berikutnya. Misalnya, Kita mandi, yuk, nak. Kita ajak bebek kecilnya mandi juga ya supaya bersih. Wah, airnya hangat lho. Sekarang Ibu akan menyabuni badanmu. Hmmm sabunnya wangi ya.

  • Perhatikan respons Si Kecil

    Bila Si Kecil menggumamkan sesuatu atau tertawa saat mendengar Anda bicara, berikan tanggapan seolah-olah Anda memahami apa yang dikatakannya.

  • Gunakan gestur, mimik wajah, dan intonasi suara yang berbeda

    Agar komunikasi semakin interaktif, Ibu bisa berbicara sambil menampilkan gerakan tubuh atau mimik wajah yang berbeda. Ibu juga bisa berbicara dengan intonasi suara yang diubah-ubah.

  • Bacakan cerita

    Tak hanya mengobrol biasa, bacakan dia buku cerita agar kosakatanya semakin bertambah. Pilih buku yang sesuai usia anak ya. Jangan lupa sambil tunjukkan gambar-gambar yang ada di buku agar Si Kecil makin tertarik mendengar cerita yang Anda bacakan.

  • Bernyanyilah untuknya

    Walau tak semerdu penyanyi profesional, tetapi percayalah suara Ibu terdengar menenangkan untuk Si Kecil. Nyanyikan lagu anak-anak favoritnya saat sedang memandikan, menyuapi, atau saat menjelang waktu tidur.

Tak perlu menunggu Si Kecil bisa berbicara untuk mengobrol dengannya. Lakukanlah sekarang juga dan mungkin Ibu akan terkejut melihat bagaimana dia berusaha merespons setiap obrolan dengan menggumam, mengoceh, tertawa, melakukan kontak mata, bahkan menangis. Namun, bila ia terlihat lelah dan diam saja, cobalah untuk berhenti dan memberikan waktu untuknya beristirahat ya, Bu.

Nah, selamat mengobrol dengan Si Kecil, ya!