cegukan-pada-bayi-tidur

Cegukan Pada Bayi Saat Tidur, Waspadai Jika Hal Berikut Muncul

detail-fb detail-wa detail-twitter

Cegukan pada bayi sama halnya dengan yang terjadi pada orang dewasa. Secara teori, ini  merupakan sebuah kondisi kejang kecil pada diafragma1. Bayi memang kerap kali mengalami cegukan, bahkan bisa terjadi saat ia sedang tertidur. Ada beberapa hal yang perlu Ibu waspadai ketika si Kecil cegukan saat tidur. Simak, yuk, Bu!

Cegukan pada Bayi yang Perlu Diwaspadai

Ternyata, cegukan pada bayi sudah sering terjadi sejak ia masih berada dalam kandungan. Cegukan ini umumnya terjadi hingga tahun pertama kehidupannya. Bahkan, newborn menghabiskan sekitar 2.5% dalam sehari untuk cegukan. Penyebab umumnya adalah perubahan suhu perut secara mendadak, terlalu banyak makan atau menelan banyak udara2. Tapi ada beberapa kondisi cegukan yang harus diwaspadai dan bisa terjadi saat bayi tidur. Berikut diantaranya:

1. Cegukan dan muntah

Apa anak Ibu pernah mengalami kejadian ini? Sedang tidur sambil menyusu tiba-tiba cegukan lalu muntah? Bila ini yang terjadi, Ibu bisa mengecek aliran ASI dari puting Ibu. Apakah terlalu deras? Aliran ASI yang deras ini bisa membuat bayi tersedak, cegukan hingga muntah yang menyebabkan bayi sulit menyusu.

Jangan kuatir, Bu, ayo segera menyiasatinya dengan cara menyusui lebih sering namun dengan jarak waktu yang tidak terlalu lama, untuk mengontrol aliran ASI jadi lebih normal. Selain itu, Ibu bisa mencoba berbagai posisi menyusui yang sesuai untuk mengatasi aliran ASI berlebih, diantaranya adalah posisi ibu setengah tidur dan bayi ditengkurapkan pada dada Ibu. Dalam posisi ini, aliran ASI mengarah ke atas, sehingga ASI yang keluar pun tidak terlalu deras3.

Bila cegukan pada bayi disertai muntah ini terjadi saat bayi sudah memasuki fase MPASI,  hal ini bisa timbul karena si Kecil mengunyah makanan terlalu cepat atau ukuran makanan yang terlalu besar sehingga menyulitkan sistem pencernaannya2.

2. Cegukan karena GERD

Terjadinya cegukan dan muntah memang dipengaruhi banyak hal. Selain poin di atas, waspadai pula cegukan pada bayi yang disebabkan oleh refluks gastroesofagus atau GERD pada anak. Kondisi ini  bisa disertai muntah atau gumoh serta tanda-tanda lain, seperti menolak untuk menyusu, berat badan sulit naik, sering batuk, pneumonia berulang, tersedak, melengkungkan punggung saat atau setelah menyusu dan tidur terganggu4. Jika beberapa gejala ini terjadi pada si Kecil, jangan ragu untuk segera berkonsultasi kepada ahlinya agar si Kecil mendapat pengobatan yang tepat.

3. Cegukan disertai sesak napas

Meski jarang terjadi, cegukan pada bayi bisa mengganggu pernapasan, terutama pada bayi yang rentan secara medis2. Salah satu kondisi medis yang dimaksud adalah reaksi alergi pada bayi yang dalam beberapa kasus dipicu oleh komposisi ASI dari makanan tertentu yang dikonsumsi oleh sang Ibu5.

Bila Ibu menemukan si Kecil cegukan disertai sesak napas, jangan ragu untuk segera membawa si Kecil ke dokter ya, Bu.

Cara Mengatasi Cegukan pada Bayi

Meski sebagian besar kondisi cegukan pada bayi merupakan kondisi normal, namun cegukan berulang bisa menganggu aktivitas tidur bayi. Berikut beberapa langkah yang bisa Ibu lakukan untuk meminimalisir cegukan pada bayi agar tidurnya lebih nyenyak:

  • Bila bayi cegukan saat menyusu, Ibu dapat menghentikan sebentar aktivitas menyusui dan segera sendawakan bayi dengan cara menggendongnya tegak dan menyandarkannya pada bahu atas Ibu. Tepuk-tepuk punggungnya dengan lembut. Dan, sebelum memulai kembali aktivitas menyusui, pastikan bibir bayi melekat dengan benar pada areola payudara Ibu agar bayi tidak tertelan banyak udara yang dapat mengakibatkan terjadinya cegukan1.
  • Jika cegukan pada bayi terjadi saat ia sedang meminum ASI dari botol, sebaiknya istirahat menyusui selama 5-10 menit, sendawakan dan ubah posisi botol sehingga udara berada di bagian bawah botol, bukan dekat dengan bagian ‘puting' botol alias dot1.
  • Bila Ibu mencurigai cegukan pada bayi ada hubungannya dengan tanda-tanda refluks gastroesofagus atau gangguan pencernaan lainnya, segera konsultasikan kepada dokter anak langganan untuk penanganan yang tepat.

Kini Ibu sudah memahami tentang apa saja penyebab terjadinya cegukan pada bayi kan? Termasuk juga cara mengatasinya.  Tak perlu panik berlebihan ya, Bu. Untuk mendapatkan panduan seputar masalah tumbuh kembang bayi lainnya, Ibu bisa mengecek panduan tumbuh kembang sesuai tahapan usia si Kecil di sini. Temukan fitur-fitur informatif yang bisa menjadi sahabat Ibu dalam mendampingi si Kecil. Selalu semangat ya, Bu!


Referensi:

  1. Meredith Franco Meyers. 2021. Why Babies Get Hiccups (and How to Get Rid of Them). Diambil dari https://www.thebump.com/a/newborn-hiccups-why-babies-get-how-to-get-rid  [Diakses 10 Juni 2021]
  2. Wendy Wisner. 2020. What Causes Hiccups in Babies? Diambil dari https://www.verywellfamily.com/baby-hiccups-are-usually-harmless-5083688  [Diakses 10 Juni 2021]
  3. Ayahbunda. Atasi ASI Berlimpah, Hindari Bayi Tersedak. Diambil dari https://www.ayahbunda.co.id/kelahiran-gizi-kesehatan/atasi-asi-berlimpah2c-hindari-bayi-tersedak  [Diakses 10 Juni 2021] 
  4. Melanie Santos. 2017. Recognizing Acid Reflux/GERD in Infants. Diambil dari https://www.healthline.com/health/gerd/recognize-gerd-infants  [Diakses 10 Juni 2021] 
  5. Fitri Syarifah. 2018. Waspadai Tanda Penyakit pada Bayi Lewat Cegukan. Diambil dari https://www.liputan6.com/health/read/3428076/waspadai-tanda-penyakit-pada-bayi-lewat-cegukan  [Diakses 10 Juni 2021]