tips balita susah makan, balita susah makan, solusi balita susah makan, penyebab balita susah makan, balita tidak mau makan

Tips Mengatasi Balita Susah Makan yang Ibu Perlu Tahu

detail-fb detail-wa detail-twitter

Anak balita susah makan, menolak saat disuapi, atau hanya mau satu jenis makanan saja, mungkin bukan kisah baru bagi Ibu. Tentu Ibu kerap merasa cemas, khawatir si Kecil tak mendapat asupan nutrisi yang cukup dan seimbang untuk perkembangannya. Tenang, Bu, ada beberapa tips dan solusi untuk mengatasi balita susah makan yang dapat Ibu coba untuk mengatasi balita yang tidak mau makan.

Satu hal yang penting untuk diingat, Ibu tidak boleh memaksa, ya. Percayalah, cara itu tak akan berhasil. Kalaupun si Kecil akhirnya mau membuka mulut, hal ini mungkin hanya bersifat sementara, atau mungkin akan menimbulkan trauma baginya.

Menangani balita susah makan, langkah pertama yang harus Ibu lakukan adalah mengetahui penyebab balita susah makan. Kasus balita susah makan sebenarnya merupakan salah satu fase normal yang akan dilewati sebagian besar balita1. Fase pilih-pilih ini paling sering muncul setelah si Kecil berusia 1 tahun, di mana ia mengalami ketakutan akan makanan baru, entah tak suka dengan bentuknya, baunya, atau teksturnya1.

Jadi, apa yang bisa Ibu lakukan selain bersabar? Mari simak cara mengatasi balita susah makan berikut ini.

Batasi Gangguan Waktu Makan

Tablet, ponsel, dan TV yang selama ini Ibu kira bisa bikin si Kecil mau makan, ternyata malah menyebabkan si Kecil kehilangan minat makan, lho2. Jadi, lebih baik batasi penggunaan perangkat elektronik tersebut di waktu makan si Kecil. 

Mau si Kecil jadi semangat makan? Daripada menggunakan perangkat elektronik untuk menghiburnya, lebih baik Ibu ajak seluruh anggota keluarga makan bersama. Melihat anggota keluarga yang lain makan, akan membuat si Kecil jadi tertarik ikut makan tanpa harus dipaksa.

Sajikan dalam Porsi Kecil

Coba ingat-ingat lagi, berapa banyak biasanya Ibu menyajikan makanan di piring si Kecil? Apakah tak beda jauh dengan porsi abang atau kakaknya yang sudah usia sekolah? Kadang, si Kecil menolak bukan karena ia tak mau makan, tetapi ia menolak untuk menghabiskan semua makanan yang ada di atas piringnya2.

Jadi, sebagai salah satu cara mengatasi balita susah makan, cobalah untuk menyajikan porsi yang lebih kecil tapi sering. Kalau perlu, sajikan dengan porsi mini seolah-olah makanan itu adalah camilan untuknya. Cara ini bisa membuat si Kecil justru minta tambah, lho, Bu. Anak-anak lebih suka ngemil daripada makan, kan?

Libatkan Si Kecil dalam Menyiapkan Makanan

Si Kecil cuma mau makan yang itu-itu saja? Coba sesekali libatkan ia dalam memilih makanan baru yang akan dicoba2. Mulai dari merencanakan dan memilih makanan yang akan dimasak, mengajaknya berbelanja dan memilih bahan sesuai resep, memasak, hingga menyajikannya.

Ini sama seperti mengajak si Kecil membuat kue. Ia akan lebih semangat untuk makan kue yang ia cetak dan hias sendiri meski bentuknya berantakan!

Berikan camilan sehat yang disukainya

Beberapa anak menolak makan karena mereka kenyang. Itu karena anak-anak memiliki perut yang lebih kecil. Bahkan sedikit makanan atau minuman tinggi kalori bisa membuat mereka cepat kenyang. Dan ini membuat mereka tidak merasa lapar pada waktu makan, sehingga menolak  makan2.

Tapi, bukan berarti si kecil jadi tidak boleh ngemil. Ibu bisa tetap berikan camilan untuk si Kecil, hanya saja ganti dengan camilan sehat yang disukainya. Misalnya susu rasa vanila, buah potong, kacang, atau kismis3. Ibu bisa variasikan menu camilan tersebut sambil mengajak si Kecil untuk membantu membuatnya. Untuk variasi menu, Ibu bisa mencoba overnight oatmeal mangga atau sate buah pelangi.

Berikan camilan sehat ini kira-kira 2 jam setelah waktu makan. Atau, jika si Kecil sama sekali tidak mau makan, Ibu bisa memberikan camilan setiap 3-4 jam sekali untuk memastikan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi3.

Dorong Anak untuk Makan Sendiri

Apakah selama ini Ibu selalu menyuapi si Kecil? Kalau begitu, mungkin ini saatnya Ibu membiarkannya makan sendiri. Sajikan makanan di kursi makannya, minta si Kecil makan sendiri, tanpa perlu memaksanya4.

Anak terkadang suka melakukan hal yang berkebalikan dengan apa yang disuruh Ibu. Kalau Ibu memaksa, si Kecil malah akan menolak. Tapi kalau Ibu membiarkan, bisa jadi si Kecil malah mau makan. Aneh, tapi begitulah balita. Kadang, menghadapinya memang pelru trik cerdas yang didapat dari pengalaman.

Sertakan Saus Lezat Agar si Kecil Lebih Berselera

Ibu bisa tambahkan saus untuk cocolan makan si Kecil. Saus cocolan ini antara lain saus tomat, saus keju, atau mayones. Ibu pasti tahu kan, brokoli akan terasa lebih sedap kalau dimasak bersama lelehan keju? Atau ayam goreng paling nikmat kalau dicocol saus tomat? Nah, coba terapkan cara ini kepada si Kecil.

Tambahkan saus lezat untuk menggugah selera makannya5. Proses mencelup-celupkan makanan ke dalam saus bisa membuat sesi makan jadi lebih menyenangkan buat si Kecil, lho.

Jadikan Waktu Makan jadi Menyenangkan

Jangan jadikan waktu makan sebagai sesuatu yang menegangkan, bahkan membuat si Kecil langsung menangis ketika mendengar kata 'makan'. Coba kondisikan suasana makan jadi sesuatu yang menyenangkan, seperti sedang bermain.

Karena anak-anak cenderung suka sesuatu yang berwarna-warni, Ibu bisa mencoba menyajikan makanan dengan paduan warna-warni yang menarik5. Misal, menyajikan ikan panggang yang dikelilingi tomat ceri, atau menambahkan potongan wortel yang dibentuk bunga bersama dengan tempe goreng.

Untuk mengatasi balita susah makan, tak ada salahnya juga sedikit berinvestasi pada peralatan makan yang menarik dan disukai si Kecil.
Atau, mulai mengoleksi video-video tutorial masak yang lezat dan praktis untuk variasi menu tinggi serat seperti zucchini lasagna, atau nugget tahu wortel. Tutorial masak yang lezat dan praktis untuk variasi menu. Sedikit merepotkan, tetapi jika Ibu ingin membuat si Kecil menikmati waktu makannya, perjuangan ini sepadan dengan keceriaannya saat menyantap makanan yang Ibu sajikan!

Di antara 7 tips balita susah makan di atas, mana yang sudah Ibu coba di rumah?Untuk melengkapi nutrisi hariannya, Ibu juga bisa memberi si Kecil susu Bebelac Gold 3 yang mengandung Advansfibre, yaitu kombinasi 3 jenis serat, prebiotik FOS GOS dengan rasio 1:9 dan corn starch, serta dilengkapi dengan 13 vitamin dan 7 mineral. Bebelac Gold 3 yang juga kaya akan minyak ikan, omega 3, dan omega 6, bisa ibu berikan sebanyak tiga gelas dalam sehari untuk si Kecil.

Bagaimana, Bu, sudah siap mencoba tips-tips di atas? Coba satu per satu dengan sabar dan semangat, ya!  Coba satu per satu dengan sabar dan semangat, ya! Maka Ibu bisa mendukung saluran cerna si Kecil tetap baik, serta mendukung daya pikir dan pertumbuhannya menjadi optimal. Untuk tips lain tentang tumbuh kembang anak, Ibu bisa mendapatkannya di sini.

 


Referensi:

  1. Sarah Garone. 2020. Help! My Toddler Won’t Eat. Retrieved from: https://www.healthline.com/health/childrens-health/toddler-wont-eat-2. [Diakses 10 Maret 2021].
  2. Valencia Higuera. 2019. What Can You Do If Your Child Refuses to Eat Anything? Retrieved from: https://www.healthline.com/health/parenting/child-refuses-to-eat-anything#picky-eating. [Diakses 10 Maret 2021]
  3. Jodie (Jo Ellen) Shield. 2019. When Should My Kids Snack? Retrieved from: https://www.eatright.org/food/nutrition/dietary-guidelines-and-myplate/when-should-my-kids-snack#:~:text=A%20good%20rule%20of%20thumb,just%20after%20the%20meal%20ends. Accessed March 2021.
  4. Meta Herdiana Hanindita, et al. 2015. Gerakan Tutup Mulut (GTM) pada Batita. Retrieved from: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/gerakan-tutup-mulut-gtm-pada-batita. [Diakses 10 Maret 2021]
  5. 5.  Amy Morin, LCSW. 2021. 14 Ways to Support Picky Eaters. Retrieved from: https://www.verywellfamily.com/tips-for-dealing-with-a-fussy-eater-4065124. [Diakses 10 Maret 2021]