perkembangan-anak-3-tahun

Perkembangan Motorik Anak Usia 3 Tahun yang Perlu Diketahui

detail-fb detail-wa detail-twitter

Seiring dengan bertambahnya usia, kemampuan motorik anak juga ikut berkembang dengan pesat. Perkembangan motorik anak usia 3 tahun umumnya berupa kekuatan fisik yang semakin terlihat jelas. Hal ini bisa Ibu lihat dari si Kecil yang senang bergerak bebas dan tak mau diam1.

Keterampilan motorik merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak, karena berkaitan dengan perkembangan otot, otak, dan saraf2. Pada dasarnya perkembangan motorik dapat dibedakan menjadi motorik kasar dan motorik halus. Lalu, apa saja perkembangan motorik anak usia 3 tahun yang telah dicapai si Kecil? Yuk, kita cari tahu.

Perkembangan Motorik Kasar

Perkembangan motorik kasar lebih menekankan pada gerakan otot dan umumnya lebih mudah dilihat, seperti berlari, melompat, atau menendang bola2. Untuk bisa menstimulasi perkembangan motorik kasar, berikut beberapa kegiatan yang bisa ibu lakukan bersama si Kecil di rumah. Nah, di usia 3 tahun si Kecil ternyata memiliki kemampuan baru, lho Bu, yaitu berjalan mengikuti garis lurus sambil berusaha menyeimbangkan tubuhnya3. Ini menjadi momen yang tepat untuk mulai memberikan kepercayaan kepada si Kecil untuk berjalan sendiri tanpa perlu digandeng oleh Ibu. Kegiatan ini bisa dilakukan di dalam maupun di halaman rumah. Ibu bisa mengajak si Kecil untuk melancarkan kemampuannya ini dengan berjalan mengikuti garis. Misalnya, anak berjalan mengikuti garis lantai di ruang tamu. Ibu juga bisa mengasah kemampuan anak dengan meniti balok busa rendah yang diletakkan berjarak.

Baca Juga: Perkembangan Anak 1 Tahun

Perkembangan motorik kasar lain yang bisa Ibu temukan adalah kemampuan anak untuk berlari kencang3. Jika si Kecil sudah bisa melakukan hal ini, jangan terlalu cemas ya, Bu. Selama ia berlarian di tempat yang aman dan rata, Ibu tak perlu khawatir jika si Kecil terjatuh. Justru ini bisa sekaligus jadi latihan fisik yang menyehatkan untuknya.

Setelah bisa berlari, biasanya anak juga akan mencoba medan yang lebih menantang, seperti naik turun anak tangga atau tempat yang lebih tinggi2. Di usia 3 tahun, biasanya ia sudah bisa naik dan turun tangga secara bergantian. Hal ini karena tubuhnya sudah lebih kuat dan seimbang untuk berpindah dari satu kaki ke kaki lainnya. Meski begitu, Ibu tetap harus mengawasinya, ya, dan ingatkan si Kecil untuk selalu berpegangan pada dinding atau pegangan tangga saat naik dan turun.

Perkembangan Motorik Halus

Perkembangan motorik halus lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan dengan otak dan saraf, serta keseimbangan dan fokus pada penggunaan otot-otot tertentu, seperti otot-otot jari untuk kegiatan menulis, meronce, atau merobek2. Lalu, bagaimana cara untuk menstimulasi perkembangannya?

Salah satu perkembangan emosional anak usia 3 tahun adalah berperilaku lebih mandiri. Jadi jangan heran jika Ibu melihat ada beberapa hal yang kini sudah bisa ia lakukan sendiri, salah satunya mencuci tangan dan mengeringkannya sendiri3. Dukung kebiasaan baiknya ini dengan cara meletakkan kursi rendah di bawah wastafel yang bisa dinaiki si Kecil. Dengan begitu, akan lebih mudah baginya untuk menjangkau keran dan sabun cuci tangan.

Baca Juga: Perkembangan Anak 4 Tahun

Kemampuan lain yang bisa diasah adalah meronce benda yang cukup besar2. Jemari kecilnya kini sudah mampu untuk melakukan kegiatan ini secara perlahan. Untuk meminimalisir risiko, Ibu bisa coba berikan manik-manik kayu berukuran yang lebih besar dan tali sepatu untuk dironce oleh si Kecil. Selain meronce, kegiatan kerajinan tangan yang anak lakukan adalah menggunting kertas dengan mengikuti pola garis lurus2. Untuk lebih amannya, Ibu bisa memberikan gunting khusus (gunting eronomis) anak yang aman dan tidak akan melukai si Kecil.

Sediakan kertas yang telah diberi gambar garis lurus, lalu berikan contoh menggunting di awal. Setelahnya berikan kertas dan gunting kepada si Kecil, dan percayakan padanya untuk mulai menggunting pola di kertas secara perlahan. Tanpa disangka, si Kecil sudah bisa menggunting meski belum sempurna, ya Bu.

Selain stimulasi, pemberian asupan bernutrisi yang optimal juga penting untuk menunjang tumbuh kembang si Kecil. Tidak lupa Ibu bisa menambahkan Bebelac 4 yang diperkaya dengan FOS GOS untuk pencernaannya, minyak ikan dengan kandungan omega-3 dan omega-6 yang lebih tinggi, serta 11 vitamin dan 4 mineral. Stimulasi yang tepat dan asupan yang bergizi dapat mendukung si Kecil tumbuh hebat dengan hati yang besar di masa keemasannya!


REFERENSI

  1. Jesiska Destiyani, et al. 2019. Analisis Perkembangan Motorik Anak Pada Usia 3-4 Tahun. Diambil dari http://conference.upgris.ac.id/index.php/Snpaud2019/article/view/440/337 [Diakses pada 5 Agustus 2021]
  2. Sumiyati. 2018. Mengoptimalkan Kemampuan Fisik Motorik Anak Usia 3-4 Tahun Melalui Kegiatan Bermain Lempar Tangkap Bola. Diambil dari https://www.researchgate.net/publication/325121642_Mengoptimalkan_Kemampuan_Fisik_Motorik_Anak_Usia_3-4_Tahun_Melalui_Kegiatan_Bermain_Lempar_Tangkap_Bola [Diakses pada 5 Agustus 2021]
  3. Amy Morin. 2019. 3-Year-Old Development and Milestones. Diambil dari https://www.verywellfamily.com/3-year-old-developmental-milestones-2764712 [Diakses pada 5 Agustus 2021]