Memahami  Perkembangan Anak Usia 19 Bulan

Memahami Perkembangan Anak Usia 19 Bulan

detail-fb detail-wa detail-twitter

Tara (19 bulan), terlihat sedang asyik naik turun di anak tangga. Sedang Mama terlihat cemas sambil terus mengawasinya, karena Tara tak mau dipegangi dan dibimbing. Padahal kan bahaya kalau jatuh!

Wah pasti banyak Bunda sering mengalami kejadian ini ketika si Kecil memasuki usia 1.5 tahun. Karena di usia ini si Kecil akan senang melakukan eksplorasi. Dari mulai membuka laci dan pintu, bermain air, menggeser kursi atau meja, termasuk memanjat. Eits, jangan buru-buru melarangnya ya Bu. Kenapa?

Sering melarang anak, layaknya anak terbuat dari kaca akan membuat si Kecil tumbuh menjadi anak yang canggung. Sebaiknya sikap yang tepat adalah dengan tidak terlalu melindunginya agar bisa belajar sendiri. Namun Ibu tetap harus mengawasi, bukan melepasnya dan membiarkannya begitu saja.

Ingin mencoba segala hal memang merupakan perkembangan yang dialami oleh si Kecil sejak usia 18 bulan. Ia akan sangat suka menjelajah dan juga tak kenal bahaya. Menjelajah dunia merupakan cara mereka belajar.

Pada perkembangan anak usia 19 bulan ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Nah, untuk semakin mendorong eksplorasinya, apa saja yang bisa Ibu lakukan agar tahap tumbuh kembang anak semakin optimal?

  • Beri pengaman.Misalnya Ibu bisa memasang pagar pengaman pada kaki dan puncak tangga, memasang pengait pengaman di jendela.
  • Minimalisir kesempatannya memanjat.Misalnya dengan tidak meletakkan perabotan di bawah jendela yang bisa menggoda anak untuk memanjatinya.
  • Atur furniture.Tata sedemikian rupa agar si Kecil tidak memanjatinya untuk melihat keluar jendela.
  • Hindari banyak aturan.Karena ini bisa membuat si Kecil jadi takut berbuat sesuatu, peragu, tidak berani atau sulit memutuskan sesuatu. Dan kelak efeknya si Kecil akan sulit jadi pemimpin karena terbiasa dipimpin.
  • Waspadai tempat yang bisa dipanjat.Karena si Kecil suka memanjat untuk bisa melihat semua hal menarik yang ada di atas kepalanya.

Yang terpenting, terus dampingi dan awasi. Serta jadikan lingkungan aman dan nyaman untuk si Kecil ya, Bu agar ia bisa terus bereksplorasi!