perkembangan-anak-dan-kecerdasan-sosial

Perkembangan Anak 1 Tahun: Kecerdasan Sosial Anak

detail-fb detail-wa detail-twitter

Saat anak berusia satu tahun, ada banyak sekali perkembangan dalam dirinya, seperti sudah lebih bisa berkomunikasi dengan orang lain ataupun mulai sedikit lancar berjalan. Namun, ternyata bukan hanya kemampuan kognitif dan motorik lho, yang perlu diperhatikan dalam perkembangan anak 1 tahun. Kecerdasan sosial pun sama pentingnya, karena ternyata area otak yang mengatur emosi dan fungsi sosial, berkembang pesat dalam 18 bulan pertama usia si Kecil1.

Yuk, kenali lebih jauh tentang perkembangan sosial-emosional pada anak 1 tahun dan cari tahu mengapa dukungan orang tua sangat penting untuk kemampuan sosialisasinya di masa depan.

Memahami Perkembangan Anak 1 Tahun secara Sosial-Emosional

Perkembangan anak 1 tahun secara sosial-emosional sebenarnya sudah dimulai sejak ia baru lahir, dari ikatan yang terbentuk antara Ibu dan Ayah dengan si Kecil1. Misalnya, ketika Ibu dan Ayah memeluk dan menenangkan si Kecil serta memenuhi kebutuhannya. Inilah momen yang menjadi fondasi terbentuknya rasa aman dan percaya diri bagi si Kecil, yang akan membangun kemampuannya dalam mengatur emosi dan mengendalikan diri1.

Dengan fondasi tadi, si Kecil pun mulai belajar menjelajah lingkungannya di usia 12 - 18 bulan. Di rentang usia 1 tahun ini, si Kecil mulai bisa mengungkapkan keinginannya melalui gestur. Misalnya, menunjuk apa yang diinginkannya sambil membuat kontak mata dengan Ibu. Ia juga senang bermain ciluk-ba1. Kelihatannya sederhana ya, Bu, tapi ternyata ini adalah bagian penting dari perkembangan sosial-emosional si Kecil, lho.

Ketika berusia 15 bulan, kesadaran diri dan rasa empatinya mulai muncul. Ibu bisa melihatnya bereaksi ketika ada yang menangis, merasa bangga saat berhasil menyelesaikan tugas, atau adanya keinginan untuk membantu pekerjaan yang sedang Ibu lakukan1. Jadi, sebaiknya bolehkan si Kecil kalau ia ingin membantu ya, Bu. Ibu bisa mulai memberinya tugas sederhana, seperti melepas pakaian sendiri dan meletakkannya ke keranjang cucian.

Kecerdasan Sosial Anak Perlu Didukung, Ini 3 Alasannya

Sebenarnya, apa sih, kecerdasan sosial? Hal ini bisa diartikan sebagai kemampuan si Kecil untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain hingga dapat diterima oleh teman-teman dan lingkungannya. Bahkan, pencapaian akademik dan kesehatan mentalnya juga berkaitan erat lho, Bu, dengan kecerdasan sosial2. Wah, sepenting itu, ya?

Berikut ini tiga alasan untuk mendukung kecerdasan sosial si Kecil, Bu. Yuk, kita baca bersama. 

Perkembangan Anak 1 Tahun Membentuk Karakter

Semua orang tua pasti ingin anaknya memiliki karakter yang baik, seperti tangguh, mudah beradaptasi, dan mampu berinteraksi secara baik dengan orang lain. Nah, semua ini bermula dari kecerdasan sosial si Kecil, Bu. Kecerdasan sosial ibarat ‘modal’ bagi si Kecil untuk membina hubungan yang baik dengan teman sebaya, mempersiapkan diri untuk bersekolah di kemudian hari, serta beradaptasi dengan lingkungan baru3. Tak hanya itu, anak dengan kemampuan sosial yang baik, kooperatif, dan mudah bergaul, umumnya jadi lebih tangguh4.

Sebaliknya Bu, anak dengan kecerdasan sosial yang kurang, cenderung merasa kesepian. Mereka juga bisa menunjukkan masalah dalam perilaku, seperti sulit beradaptasi dan memiliki interaksi yang kurang baik dengan orang tua maupun teman sebayanya3. Ini bisa dimulai dari tingkat pergaulan terkecilnya, seperti membiasakan ia untuk berkomunikasi dan bermain dengan saudaranya. Atau juga bisa dengan mengikutkannya dalam berbagai aktivitas belajar daring yang membuka kesempatan untuk ia bertemu dan berkomunikasi dengan teman-teman sebayanya.

Menumbuhkan Empati dan Simpati

Kecerdasan sosial perlahan terbentuk dengan cara memperhatikan dan memahami perilaku orang lain. Melalui mimik wajah, senyuman, kontak mata, meniru, dan bahasa, si Kecil belajar mengembangkan kecerdasan sosialnya2. Dalam proses ini, si Kecil pun mulai menumbuhkan rasa empati dan simpati kepada orang lain. Seperti yang telah disebutkan di atas, anak usia 15 bulan dapat menunjukkan reaksi ketika mendengar anak lain menangis1. Empati dan kepedulian terhadap perasaan orang lain merupakan salah satu kemampuan sosial dasar, Bu5. Sebagai contoh, saat ia bermain dengan saudaranya di rumah, berikan pengertian kapan ia harus berbagi mainan saat saudaranya juga ingin bermain.

Membangun Sikap Hormat dan Santun

Anak dengan kecerdasan sosial yang baik akan lebih mudah bergaul dan menghormati orang lain, baik teman sebaya maupun orang yang lebih tua. Mereka juga cenderung menghargai orang dari beragam latar belakang budaya, ras, etnis, agama, dan status ekonomi5

Yuk, Dukung Kecerdasan Sosial si Kecil

Sikap yang Ibu dan Ayah tunjukkan sehari-hari akan membantu si Kecil mengembangkan kecerdasan sosialnya, Bu. Dimulai dengan ikatan antara orang tua dengan anak, serta rasa percaya si Kecil terhadap orang tua. Rasa percaya ini yang membuat anak mencari Ibu dan Ayah ketika ia stres1.

Lalu, bagaimana caranya membangun ikatan dan rasa percaya? Berusahalah untuk selalu ada untuk si Kecil. Interaksi yang sederhana, seperti bermain ciluk-ba, mengajak si Kecil mengobrol, atau membaca bersama. Hal sekecil apa pun yang Ibu lakukan untuk memahami kebutuhannya, besar dampaknya lho, Bu untuk si Kecil. Meski usianya baru 1 tahun, ia sudah bisa memahami ekspresi wajah, kontak mata, dan afeksi yang Ibu tunjukkan.

Ekspresikan pula kasih sayang Ibu dengan selalu menyediakan makanan dan minuman yang kaya gizi. Untuk itu, jangan lupa juga untuk selalu memenuhi kebutuhan nutrisi pada perkembangan anak 1 tahun ya, Bu. Segelas Bebelac 3, tiga kali sehari, akan  membantu melengkapi kebutuhan nutrisi si Kecil. Susu Bebelac 3 diperkaya dengan minyak ikan yang mengandung Omega 3 dan 6, FOS GOS 1:9, serta beragam vitamin dan mineral. Asupan nutrisi yang baik ini pun dapat mendukung pencernaan (happy tummy) si Kecil sehingga membuatnya tumbuh bahagia (happy heart) dengan akal yang kreatif (happy brain). Kegiatan mengobrol atau bermain bersama si Kecil sambil ditemani segelas Bebelac 3 favoritnya, pasti jadi momen yang menyenangkan!


Referensi

  1. Fatima Malik, Raman Marwaha. (2020). Developmental Stages of Social Emotional Development In Children. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK534819/ [Diakses 18 Juli 2021]
  2. Patricia Soto-Icaza, dkk. (2015). Development of social skills in children: neural and behavioral evidence for the elaboration of cognitive models. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4586412/ [Diakses 17 Juli 2021]
  3. Maryam Maleki, dkk. (2019). Social Skills in Children at Home and in Preschool. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6681026/ [Diakses 17 Juli 2021]
  4. Shahrum Vahedi, dkk. (2012). Social Competence and Behavior Problems in Preschool Children. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3488868/ [Diakses 18 Juli 2021]
  5. National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine. (2016). Parenting Matters: Supporting Parents of Children Ages 0-8. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK402020/ [Diakses 18 Juli 2021]
Tag