potty-training-anak

4 Cara Potty Training Balita yang Bisa Dilakukan di Rumah

detail-fb detail-wa detail-twitter

Saatnya mengucap selamat tinggal pada popok sekali pakai. Potty training atau toilet training adalah satu tahapan yang harus dilalui anak saat ia beranjak besar untuk terbiasa menggunakan toilet, dan tidak lagi mengandalkan popok sekali pakai saat ingin buang air. Namun ada satu pertanyaan yang mungkin muncul. Kapan sebaiknya memulai kegiatan ini? Cara potty training seperti apakah yang bisa Ibu dan si Kecil lakukan?

Anak-anak dianggap siap untuk memulai cara potty training ketika secara psikologis mereka mampu melakukan prosesnya. Tak hanya anak, tapi orang tua juga siap secara psikologis maupun emosional1. Oleh sebab itu, agar potty training ini berhasil untuk Si Kecil yang berusia 2—3 tahun, penting untuk membuatnya jadi menyenangkan. Sebelum mengenal caranya, yuk kita ketahui kapan si Kecil siap untuk potty training!

Tanda-tanda Si Kecil Siap Potty Training

Pada umumnya, potty training bisa dilakukan saat anak berusia lebih dari 18 bulan, tetapi ternyata usia bukanlah satu-satunya tanda kesiapan anak. Ini adalah beberapa tanda-tanda si Kecil siap belajar potty training3:

  1. Si Kecil mampu meniru orang dewasa saat ke kamar mandi dan menunjukkan rasa tertarik.
  2. Mampu mengembalikan benda-benda ke tempatnya, baik diminta ataupun tidak.
  3. Mampu menunjukkan tanda kemandirian dengan berkata tidak.
  4. Mampu berjalan dan duduk dengan baik.
  5. Mampu menyampaikan rasa ingin buang air (kecil atau besar).
  6. Mampu melepas dan mengenakan pakaiannya.

Setelah mengetahui si Kecil sudah siap, yuk, Bu, simak 4 cara potty training yang menyenangkan dan mudah dipraktikkan di rumah bersama si Kecil.  Persiapkan beberapa langkah berikut yang paling cocok dengan si Kecil ya, Bu.

Baca Juga: 5 Makanan Kaya Serat untuk Pencernaan Anak

Cara Potty Training 1: Berikan Contoh Penggunaan Toilet

Sebelum anak memahami fungsi toilet, sebaiknya Ibu menjelaskan tentang penggunaan toilet kepada si Kecil dengan contoh. Ini memerlukan kesabaran dan konsistensi karena melibatkan anak secara langsung. Cara paling mudah yang bisa dilakukan adalah Ibu memberi contoh cara duduk di toilet. Jika si Kecil langsung diminta untuk duduk di toilet, bisa jadi dia akan merasa bingung dan menjadi rewel. 

Saat yang paling tepat untuk meminta si Kecil duduk di toilet adalah ketika ia ingin buang air. Untuk itu, meski ia masih memakai popok, mintalah anak memberi tahu setiap kali ia ingin pipis. Bila anak sudah dapat memberi tahu, Ibu bisa langsung mengajaknya ke toilet untuk buang air. Namun, jika si Kecil belum memiliki inisiatif untuk memberi tahu, Ibu juga bisa menawarinya untuk buang air, jika anak sudah menunjukkan tanda-tanda ingin buang air. 

Tetap pantau tanda-tanda si Kecil akan buang air ya Bu, karena sebaiknya kegiatan ini berjalan secara natural tanpa adanya paksaan dan akan mendorong anak bertindak sesuai keinginan mereka2. Untuk itu, Ibu bisa memperhatikan aktivitas keseharian anak, terutama jika ia banyak konsumsi air dan aktif berlarian ya, Bu, karena cenderung membuat

Cara Toilet Training 2: Ganti Popok Sekali Pakai dengan Pakaian Dalam

Tahukah, Bu, untuk membiasakan anak beralih dari popok sekali pakai ke pakaian dalam bisa dilakukan hanya dalam waktu 3 hari saja. Seperti yang perkenalkan oleh psikolog Nathan Azrin dan Richard Foxx pada 1974, ini diyakini efektif untuk melatih anak potty training3. Nah, selama 3 hari ini dibutuhkan perhatian khusus dari orang tua. 

Baca Juga: 5 Tanda Gangguan Sistem Pencernaan Bayi

Untuk langkah awal, Ibu dapat menyimpan semua popok si Kecil2. Jadi, saat latihan dimulai, si Kecil disarankan hanya mengenakan kaos dan pakaian dalam tanpa popok sekali pakai. Karena di awal latihan, kemungkinan besar si Kecil pipis di celana. Tidak perlu memarahinya ya Bu, karena Ibu bisa langsung mengajarinya melepaskan pakaian yang sudah basah. Gunakan juga kejadian ini untuk memberikan penjelasan pada si Kecil agar ia mau ke toilet. Cukup sediakan pakaian dalam yang lebih banyak dan mulai sering menawari si Kecil untuk buang air di toilet.

Cara Potty Training 3: Buat Jadwal Rutin

Berikutnya, ibu bisa membuat jadwal rutin ke toilet. Misalnya, anak harus buang air di toilet setiap 2—3 jam sekali, sebelum tidur, saat mandi, dan sebelum atau sesudah makan2. Perkenalkan jadwal rutin ini ke anak sambil menawarinya ke toilet sesuai jadwal untuk buang air. Selain membuat jadwal, ibu bisa berulangkali mengingatkan anak untuk mengenali tanda-tanda ingin buang air kecil.

Cara Toilet Training 4: Membersihkan Tubuh Setelah Buang Air

Setelah anak dikenalkan cara melepas pakaian dalam dan buang air di toilet, Ibu bisa mengajarkan  cara  membersihkan bagian tubuh sekitar tempat buang air, mengenakan pakaian kembali, menyiram toilet, dan mencuci tangan3. Jadikan hal ini kegiatan yang bersifat alami dalam kehidupan sehari-hari. Yakinkan si Kecil bahwa ia pasti bisa melakukannya dengan baik dan jangan lupa beri pujian bila ia berhasil melewati semua tahap.

Jadi, sebelum Ibu memulai cara potty training, perhatikan kesiapan si Kecil. Karena saat si Kecil siap, proses ini akan menjadi lebih mudah dan menyenangkan. 

Untuk memperlancar proses ini, pastikan bahwa si Kecil dapat merasakan tanda-tanda bahwa ia siap untuk buang air. Oleh karena itu, jaga pencernaannya agar tetap baik. Berikan asupan yang bergizi dalam menu hariannya. Jangan lupa berikan 3 gelas sehari Bebelac 3 yang mengandung FOS GOS untuk pencernaan yang juga dilengkapi dengan minyak ikan yang kaya akan omega-3, omega-6, 13 vitamin, dan 9 mineral. Dengan memberikan asupan kaya nutrisi setiap harinya, pencernaan si kecil bisa lebih baik (happy tummy), sehingga mood-nya akan lebih baik (happy heart), dan bisa berpikir optimal (happy brain) agar bisa lebih konsentrasi saat menjalankan aktivitas sehari-harinya, termasuk memelajari cara potty training. 


 

REFERENSI

  1. Darcie A. Kiddoo, MD. 2012. Toilet training children: when to start and how to train. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3307553/  [Diakses 5 Agustus 2021]  
  2. Catherine Crider. 2020. Potty Training Methods: Which Is Right for Your Child? Diambil dari https://www.healthline.com/health/childrens-health/potty-training-methods   [Diakses 5 Agustus 2021]  
  3. dr. Catharine M. Sambo, Sp.A. 2015. Toilet Training. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/toilet-training  [Diakses 5 Agustus 2021]