Yang Terjadi Saat Anak Mengalami Konstipasi

Yang Terjadi Saat Anak Mengalami Konstipasi

Bebelac Admin | 17/05/2019

Konstipasi adalah kondisi tidak teraturnya buang air besar, yang dapat dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak. Secara umum, seseorang bisa dianggap mengalami konstipasi apabila buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu. Kondisi ini sangat mengganggu, karena jika tidak segera ditangani akan berujung pada konstipasi kronis yang berkepanjangan. Kalau terjadi pada anak-anak, hal ini dapat membuat ibu menjadi cemas, ya.

Anak yang mengalami konstipasi biasanya akan menunjukkan gejala-gejala umum seperti sakit perut, tinja berdiameter besar, keras, kering, dan sulit untuk dikeluarkan, serta sakit pada bagian anus saat buang air besar. Rasa sakit dan kesulitan yang dialami anak ketika buang air besar itu terkadang membuatnya takut dan mencoba menghindarinya. Ketika hasrat untuk buang air besar muncul, anak yang mengalami konstipasi akan sering kali memperlihatkan gestur seperti menyilangkan kaki, memegangi perut, atau memperlihatkan ekspresi wajah tidak enak dan gelisah, karena sedang berusaha menahan feses untuk tidak keluar.

Penyebab Konstipasi Pada Anak

Umumnya, konstipasi terjadi ketika kotoran atau feses bergerak terlalu lambat dalam saluran pencernaan, sehingga tinja pun menjadi keras dan kering. Pada anak-anak, kondisi ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, berikut di antaranya:

Kurang Asupan Serat

Serat merupakan salah satu hal penting yang berperan dalam kelancaran pencernaan dan buang air besar. Jika anak sering mengalami konstipasi, coba perhatikan, apakah asupan serat dari buah dan sayurnya telah tercukupi?

Perlu diketahui, 9 dari 10 orang anak kekurangan serat. Padahal serat sangat penting demi mendukung kelancaran pencernaan si Kecil. Serat sendiri bisa melancarkan pencernaan karena akan meningkatkan air dalam feses, menghasilkan feses yang lembut dan tidak keras sehingga saat BAB anak hanya perlu melakukan kontraksi otot yang normal dan feses bisa keluar dengan lancar.[1] Untuk kebutuhan serat yang diperlukan anak 1-3 tahun adalah 16 gram/hari[2] yang setara dengan 2 kilogram wortel rebus. [3]

Sering Menahan

Ketika asyik bermain, terutama ketika bermain di luar rumah dan jauh dari toilet, anak biasanya akan sering mengabaikan dorongan buang air besar dan berusaha menahannya. Kebiasaan sering menahan buang air besar ini dapat menyebabkan kotoran yang seharusnya dikeluarkan jadi menumpuk dan mengeras.

Perubahan Rutinitas

Berbeda dengan orang dewasa, anak-anak biasanya lebih cenderung membutuhkan waktu lama untuk bisa beradaptasi ketika menghadapi perubahan rutinitas. Setiap perubahan rutinitas seperti perjalanan jauh, cuaca panas, dapat memicu anak mengalami stres dan kemudian memengaruhi fungsi ususnya. Anak-anak juga lebih mudah mengalami konstipasi ketika mereka baru memasuki dunia sekolah yang menyita jam tidur siangnya.

Kondisi Medis

Meski cukup jarang, konstipasi pada anak juga dapat terjadi karena adanya kondisi medis seperti malformasi anatomi, masalah sistem metabolisme dan pencernaan, atau kondisi lainnya.

Konstipasi pada Bayi

Selain pada anak-anak, konstipasi juga bisa dialami oleh bayi dan membuat ibu tak kalah cemas. Pasalnya, bayi belum dapat mengutarakan perasaannya, sehingga gejala konstipasi yang dialami pun agak sulit dideteksi. Meski cukup jarang terjadi, gejala konstipasi pada bayi dapat terlihat dari berkurangnya frekuensi buang air besar dan gestur tubuhnya. Ketika mengalami konstipasi, bayi akan merasakan sakit di bagian perutnya, dan ia biasanya akan menangis sambil meliuk-liukkan tubuhnya.

Mengatasi Konstipasi Pada Anak

Konstipasi pada anak sering terjadi saat mereka mulai makan makanan padat. Nah, ketika kondisi ini terjadi, ibu dapat melakukan perubahan pola makan sederhana, sebagai berikut:

Beri Minuman Kaya Serat

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa buah-buahan atau makanan berserat lainnya merupakan salah satu jenis asupan yang baik dikonsumsi ketika mengalami konstipasi. Pada anak pun seperti itu. Selain memastikan asupan cairan yang cukup, cobalah untuk memberinya beberapa minuman yang mengandung serat seperti susu yang mengandung tinggi serat dan jus buah-buahan seperti apel, pepaya, atau melon.

Perbanyak Asupan Serat dari Makanan

Selain jus buah, ibu juga bisa mulai mengganti makanan Si Kecil dengan makanan yang tinggi serat, seperti oatmeal yang dicampur dengan sayur-sayuran yang dihaluskan. Kacang-kacangan seperti kacang polong juga mengandung serat yang cukup baik untuk pencernaan.

Jika cara-cara tersebut tak kunjung membuat si Kecil pulih dari konstipasi, atau jika konstipasi yang dialami disertai gejala-gejala lain seperti demam tinggi dan muntah, memeriksakan kondisi Si Kecil pada dokter merupakan hal yang perlu dilakukan. Sebab, dikhawatirkan merupakan gejala dari gangguan kesehatan lainnya.

Ibu juga bisa bantu penuhi kebutuhan serat si Kecil dengan Bebelac Gold 3: 1-5tahun Advansfibre yang diperkaya dengan FOS:GOS 1:9 yang tinggi serat. Untuk melengkapi kebutuhan nutrisi si Kecil, Bebelac Gold juga mengandung fish oil dengan Omega-3 dan Omega-6, dan 13 vitamin dan 7 mineral yang dapat membantu tumbuh kembang anak sehingga si Kecil bisa menjadi anak hebat. Bebelac Gold dapat diminum 3 kali sehari untuk membantu memenuhi ±50% kebutuhan serat harian si Kecil.

 

[1] Agus Santoso. (September, 2016). Serat Pangan (Dietary Fiber) dan Manfaatnya Bagi Kesehatan. Retrieved from: http://fmipa.umri.ac.id/wp-content/uploads/2016/09/Pinki-A-Serat-dan-manfaatnya-bg-kesehatan-74-129-1-SM.pdf

[2] Anova Fatimah. Dietary Intake Among Subset Of Children Aged 2 – 3 Years In Jakarta, Indonesia. Poster-Appspghan-_Dietary_Intake-08102018-2_Akp

 

[3] Kemenkes RI. (2017). Tabel Komposisi Pangan Indonesia.

Untuk mendukung pertumbuhan Si Kecil, ibu tentunya akan memberikan yang terbaik. Mulai dari mendukung kemampuan intelektual serta pertumbuhan fisik Si Kecil. Salah satu hal yang perlu ibu lakukan adalah dengan menjaga kesehatan perut Si Kecil. Perut yang sehat dapat memberikan banyak kehebatan bagi Si Kecil seperti mendukung tumbuh kembang Si Kecil lebih optimal.

Perut merupakan salah satu faktor yang berkontribusi dalam pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil di 1000 hari pertama kehidupan. Selain itu, perut yang sehat pada awal kehidupan akan menjadi landasan pertumbuhan, perkembangan, kematangan intelektual dan kesehatan anak secara keseluruhan di periode berikutnya.

Perut yang sehat dapat menyerap nutrisi penting dari setiap makanan yang dimakan oleh Si Kecil untuk pertumbuhan dan perkembangan, melindungi anak dari infeksi dan berinteraksi dengan otak sehingga anak tidak saja sehat tetapi juga nyaman. Perut telah dirancang untuk melakukan proses tersebut, salah satunya dengan bantuan keberadaan mikroflora baik dalam perut. Beberapa nutrisi kompleks tidak dapat dicerna dengan baik oleh enzim perut bayi. Oleh karena itu, keberadaan mikroflora dapat melengkapi proses tersebut dengan menghasilkan asam lemak rantai pendek yang berfungsi sebagai sumber energi bagi saluran cerna.

Ciri-ciri Perut Sehat

Kira-kira seperti apa ya ciri-ciri perut sehat pada anak yang bisa membantu tumbuh kembangya? Berikut ini ulasannya.

Pencernaan Anak Lancar

Kalau anak ibu memiliki frekuensi, konsistensi, dan warna feses BAB yang sesuai usianya ini menjadi ciri perut sehat.  Pola dari BAB anak biasanya dipengaruhi oleh pola makan, usia, dan faktor organik (sistem saraf dan fungsi organ). Biasanya anak yang memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan yang mengandung serat akan memiliki pola BAB yang lebih baik.

Pencernaan Anak Nyaman

Ciri perut sehat ditandai dengan pencernaan nyaman dan berfungsi baik yang mampu mencerna dan menyerap makanan, menjaga pertahanan tubuh, dan memiliki toleransi terhadap makanan yang dikonsumsi. Bila anak yang memiliki masalah pencernaan ditandai dengan seringnya menangis, muntah, rewel, dan gangguan BAB.

Tumbuh Kembang Anak Optimal

Saluran cerna yang sehat akan mendukung pertumbuhan, perkembangan, kemampuan berinteraksi sosial, dan mendukung prestasi anak di sekolah.

Menjaga Suasana Hati Anak

Perlu dipahami jika 95% hormon serotonin yang ada pada tubuh terdapat di saluran cerna. Hormon serotonin adalah neurotransmitter utama yang diproduksi saluran cerna sehingga akan membuat otak memperoleh tanda untuk mengatur ingatan, selera makan, tidur, dan suasana hati. Bukan hanya hormon serotonin, mikroflora saluran cerna bisa memberikan dampak pengiriman tanda dari saluran cerna menuju otak, sehingga sangat berpengaruh pada kondisi emosional, kognitif, dan mental.

Cepat Tanggap

Di dalam saluran cerna terdapat sistem saraf. Ada kaitannya antara saluran cerna dengan perkembangan otak, khususnya berhubungan dengan peran mikroflora baik (Bifidobacteria dan Lactobacillus) di dalam saluran cerna dalam mengatur metabolisme makanan yang anak konsumsi.

Mikroflora baik bisa berpengaruh pada sistem saraf untuk melepaskan neurotransmitter yang bertugas memberikan tanda ke otak. Jumlah neurotransmitter sangat berpengaruh pada kecepatan otak saat memberikan respon pada rangsangan yang diterima.

Penyerapan Nutrisi

Ciri perut sehat selanjutnya adalah yang mampu menyerap nutrisi dengan baik. Dengan begitu tubuh anak bisa memperoleh manfaat dengan maksimal dari nutrisi yang dikonsumsi sehari-hari.

Perlindungan Alami

Perut yang sehat juga mampu menjadi pertahanan tubuh. Alasannya karena 70% sel daya tahan tubuh ada pada saluran cerna yang fungsinya dipengaruhi oleh makanan dan mikroorganisme yang ada pada saluran cerna. Nah saluran cerna yang sehat mampu melindungi anak dari berbagai bakteri, parasit, atau virus.

Itu tadi ciri-ciri perut sehat pada anak. Pastikan pencernaan si Kecil sehat dengan memberikan asupan makanan yang kaya akan nutrisi dan serat. Ibu bisa bantu penuhi kebutuhan serat si Kecil dengan Bebelac Gold 3: 1-5tahun Advansfibre yang diperkaya dengan FOS:GOS 1:9 yang tinggi serat.

Untuk melengkapi kebutuhan nutrisi si Kecil, Bebelac Gold juga mengandung fish oil dengan Omega-3 dan Omega-6, dan 13 vitamin dan 7 mineral yang dapat membantu tumbuh kembang anak sehingga si Kecil bisa menjadi anak hebat. Bebelac Gold dapat diminum 3 kali sehari untuk membantu memenuhi kurang lebih (atau tanda plus minus) 50% kebutuhan serat harian si Kecil.


 [HR1]Kasih backlink ke calculator digestion

 [HI2]Will added after launch