makanan-agar-anak-cerdas

8 Menu Makanan Sehat untuk Anak Cerdas

detail-fb detail-wa detail-twitter

Konsep gizi seimbang serta nutrisi yang penting untuk mendukung perkembangan daya pikir si Kecil tentunya sudah sering Ibu baca dan pahami. Namun, seperti apa penerapannya dalam pola makan sehari-hari? Membuat menu makanan sehat untuk anak tidak selalu mudah, apalagi jika ingin menyiapkan beragam makanan agar anak cerdas. Meskipun begitu, mungkin ada beberapa jenis makanan tinggi gizi yang kurang cocok di lidahnya.

Penasaran bagaimana membuat sajian sehat agar daya pikirnya lebih optimal? Berikut lima ide menu yang bisa menjadi inspirasi untuk Ibu menyusun menu makan harian si Kecil.

1. Bakso Ikan Tenggiri

Bukan rahasia lagi jika ikan penting untuk mendukung kecerdasan si Kecil. Tak hanya berperan sebagai sumber protein, lemak ikan adalah lemak yang baik karena kaya akan asam lemak esensial,  seperti omega-3 dan omega-61. Tahukah Ibu bahwa 60% otak manusia terdiri dari lemak dan 20% di antaranya adalah DHA atau asam lemak omega-3 dan AA atau asam omega-6. Asam lemak esensial ini berperan penting dalam perkembangan dan fungsi otak2.

Ibu bisa menghadirkan ikan tenggiri, ikan lokal yang mudah diperoleh dan sama lezatnya dengan ikan salmon. Daging ikan tenggiri yang bertekstur halus dan lembut bisa diolah menjadi bakso tahu ikan tenggiri. Sajikan sebagai menu makan siang, si Kecil pasti sulit menolak kelezatan bakso ikan yang gurih dibungkus tahu ini.

2. Sate Buntel

Sertakan selalu protein saat membuat menu makanan sehat untuk anak ya, Bu. Menurut penelitian, protein berperan penting dalam pertumbuhan anak dan membantu mencegah stunting3. Ada banyak sekali sumber protein, baik hewani maupun nabati. Salah satu sumber protein hewani yaitu daging merah1 yang juga merupakan sumber zat besi yang sangat baik1.

Baca Juga: Makanan Kaya Serat untuk Pencernaan Anak

Seperti Ibu ketahui, zat besi penting untuk perkembangan sistem saraf, fungsi kognitif, dan otot4.

Bagaimana jika si Kecil masih enggan atau kesulitan menyantap daging karena sulit dikunyah? Untuk menyiasatinya, Ibu bisa membuat menu seperti sate buntel khas Solo, Jawa Tengah. Berbeda dengan sate pada umumnya, sate buntel terbuat dari daging sapi yang dicincang halus sehingga mudah dikunyah oleh si Kecil yang berusia 4—5 tahun.

3. Cah Bayam Udang

Ingin menggugah selera si Kecil untuk makan sayur? Ibu bisa mencoba resep cah bayam udang. Bayam yang merupakan sayuran sumber zat besi1 jadi tampak sangat menggoda ketika disajikan bersama udang.

Tak hanya enak, udang juga merupakan sumber protein dan yodium1 yang dibutuhkan oleh tubuh untuk perkembangan dan metabolisme si Kecil. Tahukan Ibu jika kekurangan yodium ternyata  bisa memberikan dampak bagi perkembangan otak serta angka intelijensi (IQ) si Kecil5.

Baca Juga: 3 Makanan Tinggi Protein untuk Anak

4. Makaroni Schotel Panggang

Saat si Kecil sedang bosan makan nasi, Ibu bisa mengganti nasi dengan sumber karbohidrat lain, seperti pasta. Nah, menu pasta makaroni schotel panggang yang lezat pasti membuat si Kecil ketagihan menyantapnya. 

Ibu pun tenang karena si Kecil mendapat protein dari daging asap, telur, dan susu. Selain  merupakan sumber protein, ketiga bahan makanan ini juga mengandung vitamin B12 lho, Bu1. Peranan vitamin B12 sangat krusial dalam perkembangan dan fungsi otak di masa kanak-kanak. Vitamin yang terdapat dalam produk hewani, jamur dan nori ini juga dibutuhkan untuk perkembangan sistem saraf dan fungsi kognitif5.

5. Sup Telur Ayam Kampung

Telur adalah makanan yang mengandung kolin. Telur diyakini dapat digunakan berguna sebagai makanan agar anak cerdas. Salah satu makanan yang bisa diolah dari telur adalah sup telur ayam kampung. Selain dapat meningkatkan kecerdasan otak anak, makanan ini juga mampu meningkatkan daya tahan tubuh anak.

6. Bubur Beras Kuning Telur

Bubur beras kuning telur bisa dijadikan sebagai makanan untuk perkembangan otak anak. Bahan-bahan untuk membuat makanan ini terbilang mudah, yaitu dengan beras dan telur.

7. Bubur Salmon dan Sayuran

Makanan untuk kecerdasan otak anak selanjutnya adalah bubur salmon dan sayuran. Makanan ini tentunya mengandung Omega-3 tinggi dan kaya serat yang baik untuk pencernaan anak.

8. Puding Panas Labu Kuning

Ibu juga bisa lho membuat camilan lezat sebagai bagian dari menu makanan sehat untuk anak.

Contohnya puding labu kuning. Labu kuning (pumpkin) sangat kaya akan berbagai nutrisi. Antara lain vitamin A yang penting untuk pertumbuhan dan kesehatan mata, serta vitamin C dan E sebagai antioksidan, dan juga serat6.

Nah, puding ini juga menggunakan susu sebagai bahan dasarnya, Bu. Selain sebagai sumber protein dan vitamin B12, susu juga mengandung zinc1 yang krusial untuk otak si Kecil5. Ibu bisa menggunakan susu pertumbuhan yang sudah difortifikasi zat besi, seperti Bebelac 4 untuk membuat puding ini. Di dalamnya, Bebelac 4 mengandung FOS GOS, minyak ikan, zinc, iodium, serta berbagai vitamin dan mineral.

Ternyata ada banyak makanan agar anak cerdas yang bisa disiapkan sendiri di rumah ya, Bu. Semoga kelima menu makanan sehat untuk anak di atas dapat membantu Ibu mendukung proses tumbuh kembang si Kecil optimal. Selamat mencoba!


Referensi:

  1. Claire McCarthy. (2018). The Crucial Brain Foods All Children Need. Diambil dari https://www.health.harvard.edu/blog/brain-food-children-nutrition-2018012313168 [Diakses 8 September 2021]
  2. Anett Nyaradi, dkk. (2013). The Role of Nutrition in Children's Neurocognitive Development, From Pregnancy Through Childhood. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3607807/ [Diakses 8 September 2021]
  3. Ricardo Uauy. (2015). Role of Protein and Amino Acids in Infant and Young Child Nutrition: Protein and Amino Acid Needs and Relationship with Child Growth. Diambil dari https://www.jstage.jst.go.jp/article/jnsv/61/Supplement/61_S192/_pdf/-char/en [Diakses 8 September 2021]
  4. Endang Windiastuti. (2013). Anemia Defisiensi Besi pada Bayi dan Anak. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/anemia-defisiensi-besi-pada-bayi-dan-anak [Diakses 8 September 2021]
  5. Vasiliki Karavida, dkk. (2019). The Role of Nutrients in Child’s Brain Development. Diambil dari http://jehdnet.com/journals/jehd/Vol_8_No_2_June_2019/18.pdf [Diakses 8 September 2021]
  6.  M. Ziaul Amin, dkk. (2019). Comparative study on nutrient contents in the different parts of indigenous and hybrid varieties of pumpkin (Cucurbita maxima Linn.). Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6819838/ [Diakses 9 September 2021]
Tag