Gejala Alergi Susu Sapi Pada Anak Yang Beragam_1

Mengenal Gejala Alergi Susu Sapi pada Anak, Bagaimana Menanganinya?

Jika si Kecil pernah mengalami reaksi khusus seperti mual dan ruam setelah meminum susu sapi, bisa jadi ini gejala alergi susu sapi, Bu. Hal ini kerap terjadi pada anak, dimana gejala awalnya bisa muncul sejak si Kecil berusia dua bulan.

Nah, agar tak salah mengambil langkah, kita perlu mengenal lebih dalam mengenai alergi susu sapi pada anak. Yuk bu, kita simak ulasannya berikut ini!

Apa Itu Alergi Susu Sapi?

Reaksi tubuh yang terjadi pada anak karena respon imun tubuh terhadap protein susu sapi. Alergi ini lebih sering terjadi pada anak yang mengonsumsi susu sapi sejak dini, Bu, terutama bayi di bawah usia enam bulan. Sementara itu, bayi yang mendapatkan ASI eksklusif dalam enam bulan pertama kehidupannya sangat jarang menderita alergi ini saat ia tumbuh besar.

Hal ini terjadi, karena setelah menginjak satu tahun, si Kecil yang mengonsumsi ASI eksklusif biasanya akan mulai meminum susu sapi secara perlahan. Dengan begitu, sistem imunnya dapat beradaptasi secara bertahap sehingga ia lebih siap menerima asupan makanan maupun minuman ke dalam tubuhnya.

Gejala Alergi Susu Sapi pada Anak

Gejala yang muncul bisa berbeda-beda pada setiap anak, Bu. Waktu munculnya gejala juga berbeda-beda; reaksi paling cepat bisa Ibu lihat dalam hitungan menit hingga dua jam setelah paparan. Sedangkan untuk reaksi lambat, Ibu membutuhkan waktu 48 jam hingga 1-2 minggu setelah si Kecil mengonsumsi susu sapi.

Apa saja gejalanya? Umumnya, keluhan timbul pada dua atau lebih sistem tubuh. Keluhan yang paling sering terjadi adalah pada sistem pencernaan, kulit, dan sistem pernapasan.

Gejala alergi pada sistem pencernaan yang sering ditemui adalah kesulitan menelan, muntah, nyeri perut, diare, sembelit, kolik, dan ruam di area sekitar anus. Gejala yang muncul pada kulit berupa ruam kulit, eksim, bengkak pada mulut dan kelopak mata. Adapun gejala pada sistem pernapasan berupa bersin, sesak, hidung berair, batuk kronis berulang dan nafas berbunyi (mengi).

Jika keluhan ini kita abaikan atau berkelanjutan, kegiatan sehari-hari si Kecil bisa terganggu, Bu. Ia bisa mengalami gangguan tidur hingga gangguan tumbuh kembang. Selain hal-hal di atas, bisa juga terjadi reaksi lebih serius yang dinamakan anafilaksis, yaitu reaksi alergi berat dan mengancam nyawa. Gejalanya berupa syok yang disertai gangguan pernapasan dan jantung. Jika hal ini terjadi pada si Kecil, Ibu sebaiknya segera melakukan perawatan lebih lanjut dengan dokter.

Bagaimana Jika Ibu yang Mengonsumsi Susu Sapi?

Alergi susu sapi juga dapat terjadi pada bayi yang mendapatkan ASI eksklusif, dimana sang ibu rutin mengonsumsi susu sapi. Nah, jika ini terjadi, sebaiknya Ibu juga menghentikan konsumsi susu sapi ya, Bu. Akan lebih baik lagi jika ibu juga tidak mengonsumsi makanan yang mengandung protein susu sapi, termasuk roti, kue, dan es krim.

Perbedaan Alergi Susu Sapi dan Intoleransi Laktosa (Lactose Intolerance)

gejala alergi susu sapi

Intoleransi laktosa adalah gangguan penyerapan laktosa susu oleh usus yang biasanya dikarenakan faktor genetik.

Jika dilihat dari gejalanya, alergi susu sapi dan intoleransi laktosa memang sulit dibedakan, Bu. Terutama, jika keluhannya berhubungan dengan sistem pencernaan, yaitu rasa tidak nyaman pada perut, mual, atau sembelit. Gangguan ini sering terjadi pada anak usia 3-4 tahun dan dapat berlangsung seumur hidup atau hanya bersifat sementara, tergantung pada penyebabnya.

Sementara itu, alergi susu sapi bisa berkurang seiring bertambahnya usia. Ada 75% anak yang sembuh alergi susu pada usia 3 tahun, sedangkan anak yang sembuh dari alergi di usia 6 tahun ada sebanyak 90%.

Mencari Pengganti Susu Sapi untuk Anak

Jangan khawatir, Ibu masih bisa berkonsultasi dengan dokter untuk bisa mencari alternatif susu sapi bagi si Kecil yang alergi. Salah satunya, Ibu bisa memberikan formula dengan protein soya atau kacang kedelai untuk si Kecil.

Memperkenalkan produk terbaru dari Nutricia, Bebelac Gold Soya  formula soya tinggi serat pertama dan satu-satunya di Indonesia yang dilengkapi nutrisi penting lainnya seperti Fish oil, omega 3, & 6 untuk dukung daya pikir anak, Advansfibre Soy+ FOS Inulin untuk dukung perut hebat anak, serta 13 vitamin, 9 mineral dan isolat protein soya untuk dukung pertumbuhan optimal. Bebelac Gold Soya tersedia dalam rasa vanila lezat yang pasti disukai si Kecil. Untuk mendapatkan hasil optimal, berikan formula soya tinggi serat ini tiga gelas sehari sehingga kebutuhan nutrisi si Kecil makin terlengkapi.

 


 

1. Koletzko S, Niggemann B, Arato A, Dias J, Heuschkel R, Husby S et al. (2012). Diagnostic Approach and Management of Cowʼs-Milk Protein Allergy in Infants and Children. Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition. 

2. Rangel AHN, Sales DC, Urbano SA, Junior JGBG, Neto JCA, Macedo CS.(2016). Lactose Intolerance and Cow’s Milk Protein Allergy. Food Sci. Technol.

3. Lozinsky A, Meyer R, Anagnostou K, Dziubak R, Reeve K, Godwin H et al. (2015). Cow’s Milk Protein Allergy from Diagnosis to Management: A Very Different Journey for General Practitioners and Parents Children. US National Library of Medicine National Institutes of Health.

4. Vandenplas Y. (2017). Prevention and Management of Cow’s Milk Allergy in Non-Exclusively Breastfed Infants. Nutrients.

5. Lifschitz C, Szajewska H. (2014). Cow’s milk allergy: evidence-based diagnosis and management for the practitioner. European Journal of Pediatrics

6. Yolanda, Natharina. (2018). Susu Formula Alternatif untuk Alergi Susu Sapi. IDAI. Diambil dari: http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/susu-formula-alternatif-untuk-alergi-susu-sapi. [Diakses pada 15 Mei 2020]