Ide bermain untuk membangun kreativitas anak

5 Ide Bermain untuk Kreativitas Anak

detail-fb detail-wa detail-twitter

Si Kecil hobi bikin rumah berantakan dengan berbagai 'eksperimen' yang dilakukannya? Mulai dari mengajak semua bonekanya bermain bersama, membuat mobil-mobilannya berbaris, atau sekadar mengumpulkan daun-daun kering hasil buruannya di halaman rumah. Jangan marah, ya, Bu, karena ini merupakan salah satu bukti kreativitas anak.

Anak kreatif memang seperti itu. Ia suka sekali melakukan sesuatu yang berbeda dari anak sebanyanya. Ketika bermain pun, anak kreatif selalu bisa menemukan hal-hal baru dari permainan yang dilakukannya1.

Mainan anak kreatif sangatlah tak terbatas. Saat bermain balok kayu, misalnya, anak kreatif akan menyusun balok kayu menjadi monster raksasa, alih-alih membangunnya menjadi rumah atau gedung layaknya anak lain bermain balok. Atau ketika bermain ayunan, si Kecil mungkin akan berimajinasi dan mengatakan bahwa dirinya sedang terbang ke luar angkasa.

Di sini, Ibu seharusnya sudah bisa melihat tanda-tanda kreativitas anak usia dini. Anak yang kreatif bisa terlihat saat ia bermain. Selain aktif, si Kecil juga selalu ingin bergerak karena rasa ingin tahunya yang tinggi terhadap sesuatu yang baru di lihatnya1.

Jadi jangan sampai kreativitas anak terhambat karena Ibu kerap marah karena tak tahan melihat rumah berantakan saat si Kecil sedang asyik bermain dengan mainannya, ya.

Lalu, apa yang bisa Ibu lakukan untuk membangun kreativitas anak di rumah? Simak seperti apa kegiatan dan mainan anak kreatif yang direkomendasikan untuk si Kecil.

Menggambar dan Mewarnai

Salah satu contoh kegiatan sederhana yang dapat meningkatkan kreativitas anak usia dini adalah penciptaan produk, misalnya lewat melukis, menggambar, atau mewarnai2. Sebuah penelitian merumuskan bahwa anak-anak menciptakan makna yang berbeda pada gambar yang mereka buat sehingga berkesan lebih orisinil dan termasuk dalam seni abstrak3. Saat menggambar, anak-anak akan mencoba meniru cara gambar seni dirancang, tetapi pada saat yang sama mereka kreatif dengan memikirkan ide-ide baru dan cara melakukan sesuatu3.

Kegiatan ini sudah bisa dilakukan ketika si Kecil mulai bisa menggenggam pensil, sekitar usia 2 tahun. Ibu cukup menyediakan kertas atau papan tulis, serta alat tulis seperti pensil dan krayon. Biarkan anak mencoret sesukanya. Si Kecil mungkin belum bisa menggambar dengan jelas, tapi dari kegiatan ini, ia akan belajar untuk mengembangkan imajinasinya. Jika perlu, lapisi dinding kamarnya dengan kertas agar si Kecil puas mencoret-coret pada bidang yang luas.

Melalui kegiatan menggambar dan mewarnai ini, koordinasi tangan-mata berkembang dan keterampilan motorik halus meningkat, coretan akan berkembang menjadi upaya yang lebih terkontrol untuk menggambar objek. Banyak anak pada tahap ini akan mulai menamai gambar mereka dan menyertakan tanda zig-zag, salib, dan lingkaran. Ini adalah saat yang tepat untuk memperkenalkan warna yang berbeda, memberikan kesempatan lain untuk membuat keputusan yang otonom. Bereksperimenlah dengan berbagai alat menggambar, termasuk krayon, pensil, spidol tebal, kuas cat, dan kapur4.

Bermain Drama atau Pura-Pura

Bermain  drama  atau  bermain  pura-pura  adalah salah satu jenis bermain aktif yang mengharuskan si Kecil menggunakan daya khayal atau imajinasinya5. Dan ini akan sangat merangsang kreativitas anak, lho, Bu.

Ibu bisa mengajak si Kecil berpura-pura bertingkah laku seperti benda tertentu, situasi tertentu, atau orang tertentu dan binatang tertentu. Pasti seru, karena si Kecil berpikir keras bagaimana cara menirukan benda-benda atau hewan yang ada di sekitarnya, yang selama ini belum pernah ia lakukan.

Membaca

Selain bermain aktif, bermain pasif juga bisa jadi cara untuk merangsang kreativitas anak. Buku adalah salah satu pilihan mainan anak kreatif yang bisa dipilih. Membaca, baik itu membaca kata ataupun sekadar ‘membaca’ gambar, merupakan salah satu contoh permainan pasif yang dapat menstimulasi kreativitas anak usia dini4.

Lewat membaca, si Kecil bisa mengidentifikasi tokoh-tokoh cerita yang ada di dalam buku, serta mengembangkan wawasan sosialnya5. Bahkan, melalui tokoh dalam cerita yang mempunyai ciri kepribadian yang baik, si Kecil dapat menjadikannya contoh untuk pengembangan kepribadian mereka.
Sambil mendampingi anak saat membaca, Ibu dapat menyelipkan pesan-pesan atau nasihat yang terkait dengan cerita yang sedang dibaca.

Di sela-sela kegiatan membaca, Ibu bisa memberikan si Kecil Bebelac 3 atau Bebelac 4. Dalam satu gelas Bebelac, si Kecil mendapatkan manfaat kandungan FOS GOS dengan rasio 1:9, minyak ikan, omega 3, omega 6, serta vitamin dan mineral. Berikan ia tiga gelas Bebelac sehari untuk hasil yang optimal.

Stimulan yang tepat dan nutrisi yang lengkap dapat menjaga saluran cerna yang baik (happy tummy), akal terus berkembang kreatif (happy brain), dan hati yang besar (happy heart) sehingga anak tumbuh hebat.

Menyambung Cerita

Sepertinya, inilah permainan paling mudah yang bisa Ibu lakukan untuk mengasah kreativitas anak.  Penelitian menunjukkan bahwa mendongeng atau bercerita memiliki kemampuan untuk membangun rasa kebersamaan yang lebih besar, meningkatkan pengetahuan dan daya ingat, mendukung pengembangan literasi dini, dan mengembangkan potensi kreatif pada anak-anak6.

Bahkan, permainan ini bisa Ibu lakukan di tempat tidur menjelang waktu tidur si Kecil.
Lontarkan satu kalimat,dan minta ia meneruskan kalimat tersebut bergantian hingga akhirnya terangkai sebuah cerita.

Satu hal yang perlu diingat, ini adalah permainan bebas. Semuanya mengandalkan imajinasi Ibu dan si Kecil, sehingga tidak ada jawaban benar atau salah ketika menyambung cerita.

Misalnya, Ibu memulai cerita dengan kalimat, "Kucing oren melompat ke atas meja." Si Kecil bisa meneruskan dengan kalimat, "Kucing oren mau ikut makan." Begitu seterusnya hingga
Ibu dan si Kecil kehabisan topik.

Mengamati Sekitar

Mainan anak kreatif sesungguhnya tidak terbatas. Bahkan tanpa mainan atau alat apa pun, Ibu tetap bisa mengasah kreativitas anak di rumah. Bagaimana caranya?

Ajaklah si Kecil berkeliling rumah dan halaman. Pasti, ada banyak hal di rumah yang belum si Kecil tahu namanya, fungsinya, atau cerita dibaliknya. Misalnya saat melihat rumput, katakan pada si Kecil bahwa rumput kalau tidak dipotong bisa bertambah tinggi, yang pada akhirnya bisa menutupi rumah dan membuat halaman tak indah lagi. Ajak ia berimajinasi, kira-kira akan setinggi apa rumput di halaman jika tukang kebun tak datang memotongnya selama berbulan-bulan?

Bagaimana, Bu, sudah dapat inspirasi cara mengembangkan kreativitas anak di rumah?  Untuk mendidik anak kreatif, tentu Ibu tak boleh kalah kreatif dalam mencari kegiatan-kegiatan menarik untuk dilakukan si Kecil. Yuk, cari tahu kegiatan lain yang bisa mendukung proses tumbuh kembang anak di sini.

 


Referensi:

  1. PPPPTK TK&PLB. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2020. Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini Melalui Berbagai Permainan. Diambil dari: https://p4tktkplb.kemdikbud.go.id/index.php/pages/sejarah-lembaga/meningkatkan-kreativitas-anak-usia-dini-melalui-berbagai-permainan [Diakses Januari 2021]
  2. Latifah Matin, et al. 2016. Drawing Activity Sebagai Upaya Meningkatkan Kreativitas Anak Kelompok A TK An-Nur Semanggi Surakarta Tahun Ajaran 2015/2016. Diambil dari: https://jurnal.uns.ac.id/kumara/article/download/35131/22948 [Diakses Januari 2021]
  3. Michalopoulou, A. (2014). Creativity Expressed through Drawings in Early Childhood Education. International Journal Of Education, 6(2), 69. doi: 10.5296/ije.v6i2.5328
  4. Child Care. (2020). Benefits of Drawing for Children. Diambil dari https://lll.edu.au/News-and-Advice/2020-03/benefits-of-drawing-for-children [Diakses Februari 2021]
  5. Khamim Zarkasih Putro. 2016. Mengembangkan Kreativitas Anak Melalui Bermain. Diambil dari: https://www.researchgate.net/publication/338861340_Mengembangkan_Kreativitas_Anak_Melalui_Bermain [Diakses 2021]
  6. Catala, A., Theune, M., Gijlers, H., & Heylen, D. (2017). Storytelling as a Creative Activity in the Classroom. Proceedings Of The 2017 ACM SIGCHI Conference On Creativity And Cognition. doi: 10.1145/3059454.3078857