kata-kata-motivasi-belajar

4 Kata-kata Motivasi Belajar untuk Anak

detail-fb detail-wa detail-twitter

Belajar sering menjadi sebuah kegiatan yang menantang bagi si Kecil, dan rasa bosan kemungkinan juga bisa muncul di tengah-tengah proses belajar. Apalagi di masa belajar daring seperti sekarang, anak-anak bisa cepat merasa jenuh belajar di rumah. Ada berbagai macam cara untuk mengembalikan semangat belajarnya, seperti mengajaknya bermain di saat jam istirahatnya atau berikan makanan camilan kesukaannya untuk menemani belajar. Namun, selain kedua cara tersebut, terlebih dahulu Ibu bisa menumbuhkan motivasi belajar si Kecil. Lewat kata-kata motivasi belajar ternyata bisa mengembalikan semangat belajarnya, lho, Bu. Apalagi jika si Kecil bisa memahami lebih dalam arti di balik kata-kata ini.

Ibu bisa menyematkan kata-kata motivasi belajar yang diambil dari film, buku favorit anak, atau ucapan dari tokoh-tokoh yang mendunia. Bila perlu, Ibu bisa menempel kata-kata motivasi berikut pada ruang belajar anak. Simak yuk, Bu, berikut 4 kata-kata motivasi belajar untuk si Kecil!

Kata-kata Motivasi Belajar 1:

“The more that you read, the more things you will know.” 

“Makin banyak buku yang kamu baca, makin banyak hal yang kamu ketahui.”

Buku I Can Read With My Eyes Shut! (Dr. Seuss)

Membaca mendatangkan banyak manfaat untuk si Kecil, di antaranya menambah kosakata, meningkatkan kemampuan kognitif, kualitas memori, fokus dan konsentrasi, serta meningkatkan pengetahuannya1

Namun, ketika si Kecil sering beralasan dan tidak semangat membaca, Ibu bisa menggunakan kata-kata motivasi berikut, “The more that you read, the more things you will know. The more that you learn, the more places you’ll go,” yang artinya,Makin banyak buku yang kamu baca, makin banyak hal yang kamu tahu. Makin banyak hal yang kamu pelajari, makin banyak tempat yang akan kamu datangi.” 

Baca Juga: Tahap Belajar Baca Anak Sesuai Usia

Untuk menjelaskan kata motivasi yang diambil dari buku I Can Read With My Eyes Shut! Karya Dr. Seuss ini, Ibu bisa mengatakan pada si Kecil bahwa semakin banyak membaca, maka ia akan semakin tahu dan mengenal banyak hal. 

Ada satu cara membaca seru yang bisa ibu praktikkan bersama si Kecil. Caranya, Ibu dan si Kecil dapat mencoba membaca buku sambil menutup satu mata secara bergantian. Di momen ini, Ibu bisa menyampaikan pada si Kecil bahwa dengan satu mata kita masih bisa membaca. Setelahnya, Ibu bisa mengajak anak untuk membaca dengan kedua mata terbuka, sambil berkata, ”lebih jelas dan menyenangkan bukan, membaca dengan kedua mata terbuka?” 

Secara tidak langsung, ibu sudah memotivasinya. Seperti yang dijelaskan dalam buku tersebut: 

If you read with your eyes shut, you’re likely to find

That the place where you’re going is far, far behind.

So that’s why I tell you to keep your eyes wide,

Keep them wide open … at least on one side!

 

Membaca dengan mata tertutup membuatmu merasa 

bahwa tempat yang kamu tuju berada jauh di belakang sana

Itulah kenapa, tetap buka matamu

Buka matamu lebar-lebar…setidaknya satu mata.

Kata-kata Motivasi Belajar 2:

“Anyone who has never made a mistake has never tried anything new.” 

“Orang yang tidak pernah melakukan kesalahan berarti tidak pernah mencoba melakukan hal baru.”

(Albert Einstein)

Nilai yang tidak sempurna sering kali membuat si Kecil jadi kehilangan semangat belajar, terutama bagi anak tipe perfeksionis. Bila ini yang terjadi, Ibu bisa memotivasi si Kecil dengan kutipan kata motivasi dari Albert Einstein, “Anyone who has never made a mistake has never tried anything new.” 

Beri pengertian pada si Kecil bahwa setiap orang bisa membuat kesalahan. Namun, penting Ibu ajarkan untuk mencari tahu penyebab dari kesalahan tersebut. Diskusikan penyebabnya bersama si Kecil, apakah ia kurang teliti, terburu-buru mengerjakannya, atau mungkin ada hal yang belum ia pahami. Lalu coba cari solusinya, sehingga kesalahan yang sama tidak terulang lagi. 

Baca Juga: Cara Mendidik Anak agar Semangat Belajar

Agar si Kecil lebih tenang dan bisa memahami situasi ini, Ibu bisa berbagi cerita serupa yang pernah Ibu alami saat sekolah dulu, atau menceritakan kesalahan yang Ibu lakukan dalam pekerjaan dan bagaimana cara Ibu mengatasi hal tersebut2. Jadi secara tidak langsung Ibu juga menaruh empati padanya. Ceritakan pula pada si Kecil tentang Albert Einstein, apa saja prestasinya dan mengapa dia bisa disebut menjadi salah satu tokoh hebat di dunia. Pasti si Kecil akan kagum dan terinspirasi akan kata-kata dari Albert Einstein dan ingin menjadi sehebat dia.

Kata-kata Motivasi Belajar 3:

You are braver than you believe, stronger than you seem, and smarter than you think.” 

“Kamu lebih berani dari yang kamu yakini, lebih kuat dari yang terlihat, dan lebih pintar dari yang kamu pikirkan.”

(Film Winnie The Pooh)

Si Kecil terlihat malu-malu saat mempresentasikan gambarnya? Atau ia selalu menolak untuk bernyanyi sendiri di kelas saat sekolah daring? Ibu bisa mengajak si Kecil mengobrol mengapa ia belum berani untuk tampil di depan banyak orang.

Jika penyebabnya adalah minimnya rasa percaya diri pada anak, maka Ibu bisa mulai membantu memupuk rasa percaya dirinya. Salah satu caranya adalah dengan mengembangkan motivasi dalam diri si Kecil3, dengan kata-kata motivasi untuk belajar lebih berani. Misalnya mengulangi perkataan Robin dalam film kartun Winnie The Pooh kesukaan si Kecil, “You are braver than you believe, stronger than you seem, and smarter than you think.”

Menurut Kemendikbud, motivasi dalam diri anak adalah perilaku yang didorong dari dalam diri anak itu sendiri. Sedangkan motivasi dari luar berasal dari orang lain, misalnya berupa iming-iming hadiah jika ia berhasil melakukan sesuatu. Hal ini dalam jangka panjang kurang dapat membentuk kemampuan atau perilaku yang baik pada anak3.

Selain itu, iringi kata-kata motivasi tersebut dengan beberapa cara lain untuk menumbuhkan keberanian si Kecil, antara lain: 

  1. Berikan anak kesempatan untuk melakukan kegiatan baru yang sesuai minatnya
  2. Sediakan fasilitas yang dapat membuatnya menyalurkan bakatnya
  3. Menghargai pilihannya dan selalu menjalin hubungan yang menyenangkan sehingga menumbuhkan rasa aman, nyaman, dan rasa percaya diri anak.3

Kata-kata Motivasi Belajar 4:

Education is the passport to the future, for tomorrow belongs to those who prepare for it today.” 

“Pendidikan adalah paspor ke masa depan, karena hari esok adalah milik mereka yang mempersiapkannya hari ini.” 

(Malcolm X)

Terinspirasi dari pejuang hak asasi manusia, Malcolm X, Ibu bisa mengajarkan pentingnya pendidikan untuk meraih masa depan yang baik kepada si Kecil. Ibu bisa menyampaikan bahwa pendidikan bisa membawanya meraih cita-cita atau profesi yang diinginkan si Kecil.

Agar anak dapat dengan lebih memahaminya, sampaikan motivasi ini sambil membacakan buku cerita yang mengenalkan beragam profesi di waktu santai. Perlahan, anak akan termotivasi untuk memiliki mimpi dan cita-cita4.  

Setelahnya, ajak si Kecil untuk lebih memahami pesan dari motivasi ini dengan mulai menggambarkan cita-citanya, mencari tahu sikap dan kebiasaan positif seperti percaya diri, optimis, pantang menyerah, dan berjuang untuk mencapai cita-cita4. Dengan begitu, cepat atau lambat anak akan memahami bahwa giat belajar adalah salah satu cara utama untuk menyiapkan masa depannya. 

Tidak kalah penting, Ibu bisa terus menjaga semangat anak belajar dengan memberikan asupan harian yang bergizi. Berikan juga 3 gelas Bebelac 5 yang kaya akan minyak ikan dengan kandungan omega-3 dan omega-6, serta 13 vitamin dan 5 mineral sertiap harinya. Asupan yang bernutrisi dapat menunjang percernaan si Kecil untuk lebih baik (happy tummy), sehingga ia bisa berpikir optimal (happy brain), dan suasana hatinya akan terjaga baik (happy heart) agar bisa terus bersemangat untuk belajar.  


REFERENSI

  1. PKBM MONAPA. 2018. Apa sih Manfaat Membaca? Diambil dari http://sibopaksara.kemdikbud.go.id/artikel-detail/apa-sih-manfaat-membaca  [Diakses 3 Agustus 2021]  
  2. The President and Fellows of Harvard College. 2021. How to Help Kids Learn From Mistakes. Diambil dari https://mcc.gse.harvard.edu/resources-for-families/learning-from-mistakes  [Diakses 3 Agustus 2021]  
  3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Membantu Anak Percaya Diri.  Diambil dari https://gln.kemdikbud.go.id/glnsite/wp-content/uploads/2020/03/11.-Membantu-Anak-Percaya-Diri.pdf  [Diakses 3 Agustus 2021]  
  4. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2020. Pengembangan Anak Usia Dini Melalui Pengenalan Profesi. Diambil dari https://anggunpaud.kemdikbud.go.id/images/upload/images/30_buku_orang_tua/27_Pengenalan_Berbagai_Profesi_.pdf  [Diakses 4 Agustus 2021]