ciri orang kreatif, ciri anak kreatif, anak kreatif

Berikut 5 Ciri Orang Kreatif, Apakah Anak Ibu Salah Satunya?

detail-fb detail-wa detail-twitter

Sama halnya dengan kecerdasan, kreativitas juga merupakan suatu kemampuan yang harus dikembangkan sejak dini. Hal ini karena kreativitas memiliki andil yang sangat besar dalam kehidupan seseorang, termasuk dalam hal prestasi akademik1. Lalu, apa saja ciri orang kreatif? Apakah buah hati Ibu termasuk anak kreatif?

Orang kreatif biasanya memiliki cara berpikir yang lebih baik, produktif, dan kritis dalam menyelesaikan masalah.  Salah satu contohnya, di masa tumbuh kembangnya, anak kreatif cenderung tidak mengalami ketergantungan pada gadget karena ia bisa memanfaatkan hal-hal disekitarnya menjadi aktivitas yang menyenangkan. Bukankah ini merupakan dampak positif bagi perkembangan si Kecil, Bu?

Nah, karena kadar kreativitas setiap orang berbeda-beda, Ibu pasti penasaran, sejauh apa potensi kreatif yang dimiliki si Kecil? Untuk tahu jawabannya, simak dulu 5 ciri orang kreatif berikut ini, dan apakah ciri-ciri ini juga dimiliki oleh si Kecil?

Rasa Ingin Tahu yang Besar

Setiap manusia ditakdirkan untuk memiliki rasa ingin tahu. Namun, beberapa orang memiliki rasa ingin tahu lebih besar daripada yang lainnya2.

Orang dengan rasa ingin tahu yang besar, mungkin akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk mencari informasi, apakah dengan mendengarkan berita, berselancar di internet, membaca buku atau majalah, menonton TV, atau melakukan kegiatan pencarian informasi lainnya.

Pada anak-anak, Ibu bisa menandai ciri anak kreatif dengan seberapa sering rentetan pertanyaan “Kenapa?” keluar dari mulutnya. Dan biasanya, satu jawaban ta dapat langsung memuaskan si Kecil, malah justru membawanya pada pertanyaan lain yang lebih kompleks.

Daya Imajinasi yang Tinggi

Mungkin Ibu mengira bahwa setiap anak memiliki daya imajinasi yang tinggi. Namun faktanya, ternyata tidak demikian. Daya imajinasi dipengaruhi oleh faktor lingkungan, bakat, dan pendidikan3.

Orang dengan daya imajinasi tinggi memiliki kemampuan berpikir luas dan tanpa batas. Dengan daya imajinasinya tersebut, seseorang bisa bebas berpikir sesuai pengalaman dan khayalannya.

Berimajinasi sangat penting bagi anak usia dini, dan merupakan salah satu ciri anak kreatif. Dengan berimajinasi, diharapkan si Kecil akan memiliki kemampuan untuk melihat berbagai kemungkinan solusi dalam menyelesaikan suatu masalah. Ini merupakan salah satu ciri orang kreatif. Bayangkan, Bu, jika kemampuan imajinasi ini diarahkan dengan baik, tentunya akan sangat berguna untuk masa depan si Kecil.

Melatih Sifat Mandiri

Mandiri tidak bergantung pada orang lain. Dengan percaya pada kemampuannya, orang kreatif akan melakukan tugasnya sendiri tanpa mengandalkan orang lain4. Dengan begitu, sisi kreativas pun akan terasah.

Kemandirian sudah seharusnya diajarkan pada anak sejak usia dini. Misalnya dengan membiarkan si Kecil mengambil minum sendiri ketika ia sudah mantap memegang gelas, atau berpakaian sendiri ketika koordinasinya memang sudah baik.

Membangun Rasa Percaya Diri

Ada hubungan antara kreativitas dan kepercayaan diri4. Rasa percaya diri akan membuat seseorang berani melakukan apa pun tanpa takut gagal. Sedangkan orang yang kurang percaya diri artinya ia  ia meragukan kemampuan dirinya sendiri, sehingga kreativitasnya pun terkekang.

Rasa percaya diri dibangun sejak masa kanak-kanak. Ketika orang tua selalu menghargai setiap upaya anak tanpa peduli apakah mereka berhasil atau gagal, maka anak akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dengan kemampuannya sendiri. Jika Ibu ingin si Kecil jadi anak kreatif, sudahkah Ibu melakukan ini?

Memiliki Banyak Energi

Kreativitas identik dengan kemampuan menghasilkan sesuatu yang unik, baru, dan original. Oleh sebab itu, ciri orang kreatif biasanya memiliki banyak energi5. Tak hanya energi fisik, tetapi juga energi untuk fokus atau berkonsentrasi pada sesuatu hal. Untuk memastikan si Kecil memiliki energi yang cukup, Ibu bisa lengkapi nutrisinya dengan susu Bebelac tiga gelas sehari yang mengandung FOS GOS dengan rasio 1:9, omega 3, omega 6, serta vitamin dan mineral.

Pada anak-anak, ciri kreatif yang satu ini mungkin kerap disalahartikan oleh banyak orang tua sebagai hiperaktif. Tapi Ibu bisa melihat perbedaannya, kok. Orang yang kreatif akan tahu kapan mereka harus berhenti dan beristirahat.

Di antara ciri orang kreatif di atas, apakah beberapa di antaranya dimiliki oleh si Kecil? Jika ya, pastikan Ibu terus menstimulasi kreativitasnya dengan memberikan beragam kegiatan menarik dan menyenangkan. Misalnya dengan bermain bersama, mengajaknya berimajinasi, mengeksplorasi, dan memberinya banyak kebebasan berekspresi.

Pastikan juga Ibu selalu memberikan si Kecil dengan nutrisi yang tepat dan lengkap, ya. Dengan demikian, saluran pencernaan anak baik (happy tummy), akalnya terus berkembang kreatif (happy brain), dan hati yang besar (happy heart) agar ia tumbuh hebat. Tidak sulit bukan mendampingi setiap perkembangan si Kecil? Selain tips tentang ciri anak yang kreatif, Ibu bisa dapatkan tips lainnya tentang perkembangan anak di sini.

 


Referensi:

  1. Diana Vidya Fakhriyani. 2016. Jurnal Pemikiran Penelitian Pendidikan dan Sains: Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini. Diambil dari: https://core.ac.uk/download/pdf/228983994.pdf [Diakses Januari 2021]
  2. Celeste Kidd and Benjamin Y. Hayden. 2016. The psychology and neuroscience of curiosity. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4635443/ [Diakses January 2021]
  3. Hernawati. 2019. Jurnal Pendidikan dan Dakwah: Upaya Mengembangkan Imajinasi Anak Melalui Metode Contextual Teaching dan Learning (CTL) di TK Islam Bina Insan Kamil. Diambil dari: https://core.ac.uk/download/pdf/229205626.pdf [Diakses Januari 2021]
  4. Raefri Sahrunanca dan Dyah Astorini W. 2013. Hubungan Antara Kepercayaan Diri Dengan Kreativitas Kelompok Belajar Sekolah Kami Di Bekasi. Diambil dari: https://core.ac.uk/download/pdf/234097659.pdf [Diakses Januari 2021]
  5. Diana Vidya Fakhriyani. 2016. Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini. Diambil dari: http://journal.uim.ac.id/index.php/wacanadidaktika/article/view/84/90 [Diakses Februari 2021]