ciri-anak-cerdas

Ciri-ciri Anak Cerdas Usia 1-2 Tahun yang Jarang Disadari

detail-fb detail-wa detail-twitter

Setelah ulang tahun pertama, si Kecil semakin aktif ya, Bu? Polah dan tingkahnya pun pasti semakin menggemaskan. Ini semua adalah berkat variasi rangsangan yang diterima si Kecil sejak ia masih di dalam kandungan, yang membuat hubungan antar sel-sel otak semakin kompleks dan kuat, sehingga si Kecil tumbuh semakin cerdas.1

Nah, mungkin Ibu juga penasaran, apa saja ciri-ciri anak cerdas usia 1-2 tahun, dan apa yang bisa Ibu dan Ayah lakukan untuk mengasah kecerdasan si Kecil.

Ciri-ciri Anak Cerdas Usia 1-2 Tahun

Kecerdasan anak bersumber dari otak. Di dua tahun pertama kehidupannya, atau kita mengenalnya dengan 1000 Hari Pertama Kehidupan, otak anak berkembang sangat pesat. Sel-sel otak sudah terbentuk saat janin berusia 3-4 bulan di dalam kandungan. Setelah lahir sampai umur 3 tahun, jumlahnya bertambah dengan cepat mencapai miliaran sel. Namun, jaringan antar sel-sel otak ini belum tersambung. Kecerdasan ditentukan dari seberapa banyak sel-sel penghubung antara sel-sel otak ini. Nah, agar terbentuk rangkaian penghubung ini, dibutuhkan nutrisi dan stimulasi yang tepat.1

Seorang anak membutuhkan nutrisi terbaik, sejak masa pemberian ASI, dilanjutkan MPASI di usia 6 bulan, hingga si Kecil bisa makan lebih bervariasi dengan menu orang dewasa di usia 1 tahun. Selain nutrisi, stimulasi (rangsangan) juga harus diberikan secara teratur agar semakin kuat hubungan antar sel-sel otak si Kecil.1

Ibu mungkin penasaran, anak ibu sudah secerdas apa ya, ketika memasuki  usia 1 tahun? Sebelumnya, ibu perlu tahu, bahwa ada beberapa aspek kecerdasan anak yang bisa dikenali. Berikut beberapa ciri-ciri kecerdasan anak usia 1-2 tahun, beserta jenis permainan yang dapat dilakukan untuk menstimulasinya:

1. Kecerdasan kognitif

Pada anak, kecerdasan kognitif terkait dengan kemampuannya dalam berpikir, memahami, dan merespons apa pun yang Ibu berikan padanya.2

Mulai usia 12 hingga 18 bulan, perkembangan motorik si Kecil umumnya sudah cukup baik. Ia sudah berjalan, mampu meraih, menggenggam, dan melepaskan. Nah, perkembangan motorik ini akan mendukung kecerdasan kognitifnya, Bu. Si Kecil mulai bisa mengeksplorasi mainannya. Dengan kata lain, keterampilan bermain sudah mulai muncul. Misalnya, anak ibu sudah bisa menirukan gerakan dan suara dan sudah bisa bermain pura-pura.2

Ketika memori otaknya semakin berkembang, si Kecil dapat menemukan mainan yang disembunyikan. Misalnya, ibu sengaja membuat si Kecil melihat mainannya disembunyikan atau dipindahkan dan kemudian minta ia untuk menemukannya kembali. Ibu juga bisa memberikan mainan yang bergerak, dan si Kecil biasanya sudah bisa mengikuti mainan bergerak tersebut.3

Di usia 18 hingga 24 bulan, daya ingat atau memori si Kecil pun semakin berkembang. Si Kecil sudah bisa mencari mainan yang disembunyikan tanpa menyaksikan perpindahannya. Si Kecil juga sudah bisa diajak melakukan permainan simbolik. Ia tidak lagi bermain dengan berpura-pura makan sendiri, tetapi mungkin sudah bisa bermain memberi makan boneka beruang dan dapat meniru pekerjaan rumah yang biasa dilihatnya.3

Baca Juga: Nutrisi Otak Anak Cerdas

2. Kecerdasan emosional

Kecerdasan emosional sama pentingnya dengan kecerdasan kognitif.  Kecerdasan emosional berkaitan dengan perilaku si Kecil atau bagaimana ia mampu mengelola emosinya. Ternyata Bu, emosi ini sangat berkaitan dengan kondisi pencernaan anak, lho! Bagaimana perilaku si Kecil, mewakili apa yang terjadi di saluran cernanya4,5

Sudah banyak penelitian yang membuktikan adanya hubungan dua arah antara saluran pencernaan dengan otak, yang memengaruhi pembentukan sirkuit otak dan berdampak jangka panjang terhadap kecerdasan dan perilaku anak.6

Sebuah penelitian menemukan bahwa infeksi atau radang di saluran cerna si Kecil dapat menyebabkan perubahan perilaku, di mana anak menjadi mudah cemas.6

Jadi, agar kecerdasan emosional anak terbentuk sejak dini, pastikan saluran cernanya selalu sehat. Salah satu kunci dari saluran cerna yang sehat adalah adanya bakteri-bakteri baik dalam jumlah yang cukup.5

Baca Juga: 10 Metode Berhitung agar Anak Cerdas

Secara alami, sejak lahir sudah ada bakteri yang terdapat dalam saluran cerna. Namun, berbagai hal dan proses yang terjadi dalam kehidupan si Kecil selama bertumbuh dan berkembang, dapat memengaruhi keseimbangan jumlah bakteri baik dan bakteri jahat yang ada. Agar jumlah bakteri baik cukup, maka penting untuk selalu memberikan makanan yang baik untuk kesehatan pencernaan, seperti makanan yang mengandung probiotik dan makanan tinggi serat.5

Jika kondisi pencernaan si Kecil sehat, maka ia akan tenang dan tidak cranky. Hal ini akan membuat  si Kecil lebih mudah mengelola emosinya.

3. Kecerdasan sosial

Kecerdasan sosial mencakup kemampuan anak untuk mengerti diri dan apa yang dapat ia lakukan, serta bagaimana ia menjaga diri sendiri. Kemampuan sosial ini mencerminkan bagaimana si Kecil memahami proses yang berhubungan dengan orang-orang di sekitarnya, membangun pertemanan, serta memahami aturan sosial dan berperilaku terhadap orang lain.7

Rupanya kemampuan sosial ini juga tidak bisa dipisahkan dengan perkembangan emosional anak. Ibu bisa membawa si Kecil berinteraksi dengan anak lain yang sebaya, maupun dengan orang dewasa. Sering-sering ajak di Kecil playdate, di mana ia akan belajar berteman sejak dini. Saat berinteraksi dengan temannya, Ibu harus memastikan si Kecil merasa aman dan dihargai, sehingga ia mampu untuk bereksplorasi mempelajari dunia sekitar dengan penuh rasa percaya diri.7

Dukungan Nutrisi Agar Anak Cerdas

Setiap anak berhak atas perkembangan kecerdasan kognitif, sosial, dan emosional yang optimal. Di antara faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan otak anak sejak dini, tiga yang paling penting adalah mengurangi stres, stimulasi dan bonding dengan orang terdekat, serta pemberian nutrisi yang optimal.4

Semua nutrisi berguna untuk pertumbuhan dan fungsi otak, tetapi ada nutrisi tertentu yang memiliki efek yang sangat signifikan  dalam perkembangan otak di awal kehidupan, di antaranya adalah DHA serta asam lemak omega 3 dan omega 6.4

DHA diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak dan pembentukan sinap atau jaringan penghubung antar sel-sel otak. Omega 3 dan omega 6 juga tak kalah penting untuk perkembangan kecerdasan kognitif si Kecil.4

Jadi, pastikan untuk selalu memenuhi kebutuhan asupan nutrisi yang tepat untuk si Kecil ya, Bu. Selain dari makanannya, di sela-sela waktu bermainnya, Ibu bisa memberikan segelas Bebelac Gold untuk bantu melengkapi kebutuhan gizinya. Bebelac Gold mengandung DHA (14,5 mg/saji), omega 3 (114 mg/saji), dan omega 6 (1273 mg/saji), kombinasi empat jenis serat yaitu FOS, GOS, Inulin dan pati jagung, serta 13 vitamin serta 7 mineral (vitamin C, vitamin E, zinc) untuk bantu jaga daya tahan tubuhnya.

Ciri-ciri anak cerdas usia 1-2 tahun mana yang terlihat menonjol dari si Kecil. Bu? Tenang, tak perlu terlalu khawatir dan membanding-bandingan si Kecil dengan yang lain. Berikan nutrisi terbaik dan rutin berikan stimulasi dengan mengajaknya bermain. Si Kecil pasti akan tumbuh menjadi anak hebat, cerdas, dan berperilaku baik! 


Referensi

  1. Soedjatmiko. Update 24 Juli 2015. Pentingnya Stimulasi Bermain untuk Merangsang Kecerdasan Multiple. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pentingnya-stimulasi-bermain-untuk-merangsang-kecerdasan-multipel. Diakses pada 18 November 2021.
  2. Anik Indarwarti. Update Juli 2017. Mengembangkan Kecerdasan Kognitif Anak Melalui Beberapa Metode. http://jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/PSYCHOIDEA/article/view/2450. Diakses pada 21 November 2021.
  3. Fatima Malik. Update 31 Juli 2021. Cognitive Development. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537095/. Diakses pada 18 November 2021 
  4. Sarah. E Cusick. Update 1 Agustus 2016. The Role of Nutrition in Brain Development: The Golden Opportunity of the “First 1000 Days”. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4981537/. Diakses pada 18 November 2021.
  5. Bonnie E. Brett. Update 14 Januari 2019. The microbiota–gut–brain axis: A promising avenue to foster healthy developmental outcomes. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6617777/. Diakses pada 18 November 2021.
  6. Ahmad Suryawan.Perkembangan Perilaku Anak dan Kesehatan Saluran Cerna. https://www.researchgate.net/publication/326304725_Perkembangan_Perilaku_Anak_dan_Kesehatan_Saluran_Cerna. Diakses pada 18 November 2021.
  7. Catherine Mayung Sambo. Update 31 Oktober 2016. Merangsang Perkembangan Sosial Personal Bayi. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/merangsang-perkembangan-personal-sosial-bayi. Diakses pada 18 November 2021
Tag