cara-mengajarkan-anak-membaca

4 Cara Mengajarkan Anak Membaca dengan Alfabet

detail-fb detail-wa detail-twitter

Cara mengajarkan anak membaca sejak dini bisa dimulai dari tahapan mengenalkan alfabet. Tahukah Ibu jika pengenalan alfabet dan bunyi huruf dianggap sebagai salah satu indikator terbaik dari kemampuan literasi di kemudian hari1? Beberapa penelitian juga membuktikan bahwa anak-anak yang tidak diberi pengetahuan alfabet sejak usia prasekolah akan memiliki keterampilan membaca yang lebih rendah di kelas satu dan dua sekolah dasar1.

Mengingat pentingnya pengetahuan alfabet ini, tak ada salahnya untuk memperkenalkannya kepada si Kecil sejak usia 1 tahun. Apalagi pada usia ini, kemampuan bicara si Kecil mulai berkembang. Simak, yuk, Bu, cara seru untuk mengenalkan alfabet sambil bermain!

Cara Mengajarkan Anak Membaca Menggunakan Flashcard

Pada usia 12 bulan ke atas, biasanya anak sudah dapat mengucapkan 3—6 kata. Kemampuan ini akan berkembang pesat mencapai 5—50 kata pada usia 18 bulan2. Ia juga dapat mengangguk atau menggelengkan kepala untuk menjawab pertanyaan, menunjuk anggota tubuh atau gambar yang disebutkan orang lain, dan mengikuti perintah satu langkah seperti, “Adik, tolong ambilkan balon itu.2

Nah, inilah saat yang tepat untuk bermain flashcard bersama si Kecil. Tak hanya seru, permainan ini juga bisa jadi salah satu cara mengajarkan anak membaca, lho Bu. Ibu bisa berulang kali menunjukkan flashcard alfabet sambil membacakannya setiap hari. Jika dirasa anak sudah mulai mengingat, Ibu bisa menunjukkan dua flashcard dan bertanya, “Adik, yang mana huruf A?” Mintalah si Kecil untuk menunjukkan huruf yang Ibu maksud. Jangan lupa beri pujian untuk setiap usahanya, ya, Bu.

Untuk memudahkan Ibu mendapatkan flashcard yang sesuai dengan usia si Kecil, Ibu bisa memilih dan mengunduhnya secara gratis di Bebeclub.

Cara Mengajarkan Anak Membaca dengan Bernyanyi Lagu ABC

Ants on the apple a, a, a. Ants on the apple a, a, a. Ants on the apple a, a, a. A is the sound of A.

Kutipan lagu “Ants on the apple Phonics Song” di atas adalah salah satu contoh lagu yang bisa Ibu nyanyikan bersama si Kecil. Lagu fonik yang tersedia dalam bahasa Inggris dan Indonesia ini tak hanya membantu si Kecil untuk mengenal huruf, tapi juga membantunya untuk mengenali bunyi dari setiap alfabet. Mengetahui bunyi setiap huruf akan memudahkan si Kecil saat belajar membaca kelak.

Selain itu, lagu ABC yang legendaris tersebut juga sangat baik dinyanyikan bersama si Kecil. Bagi anak-anak, belajar menggunakan lagu akan sangat menyenangkan dan memudahkannya mengingat alfabet.

Menempel Poster ABC

Salah satu cara mengajarkan anak membaca juga bisa dimulai dengan menempelkan poster alfabet pada dinding kamar atau ruang bermainnya. Ibu bisa memilih poster yang berwarna dan bergambar menarik dengan tulisan yang besar, sehingga menarik perhatian anak. Kemudian, lakukan kegiatan membaca alfabet secara rutin. Bila diulangi terus-menerus, diharapkan si Kecil akan cepat menghapal alfabet.

Menyusun Balok Huruf

Bila si Kecil senang dengan permainan balok dan mega blocks, mari manfaatkan permainan ini untuk mengenalkannya pada alfabet. Balok huruf ini biasanya memiliki warna yang menarik. Ibu bisa mencontohkan agar si Kecil dapat menyusun balok ke atas dimulai dari huruf A, atau menyusunnya ke samping seperti kereta. 

Tidak apa-apa bila si Kecil belum paham meski sudah beberapa kali bermain dengan alfabet. Jika dilakukan dengan konsisten dan rutin, si Kecil nantinya akan mulai terbiasa dan mengenalnya. Bagi anak-anak, proses belajar perlu melibatkan internalisasi, latihan, dan pengulangan. Ketika orang tua konsisten, lama-lama anak akan terbiasa dan tahu apa yang harus dilakukannya3.

Sembari belajar, agar si Kecil makin semangat jangan lupa untuk selalu menyediakan camilan favorit kaya gizi seperti panacota strawberry atau buah potong  ya Bu. Nah, agar nutrisinya makin lengkap, berikan  Bebelac 3: sebanyak 3 gelas sehari. Bebelac 3 mengandung minyak ikan yang kaya Omega-3, Omega-6, serta komposisi 13 vitamin dan 9 mineral. Selain itu, Bebelac 3 juga tinggi akan FOS GOS 1:9 yang penting untuk pencernaannya. Saat pencernaan sehat (Happy Tummy), si Kecil bisa belajar sambil bermain dengan nyaman (Happy Brain), dan ia pun akan tumbuh menjadi anak hebat yang ceria (Happy Heart).


Reference

  1. Shayne B. Piasta, Yaacov Petscher, and Laura M. Justice. 2012. How Many Letters Should Preschoolers in Public Programs Know? The Diagnostic Efficiency of Various Preschool Letter-Naming Benchmarks for Predicting First-Grade Literacy Achievement. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4557803/  [Diakses 19 Juni 2021] 
  2. Amanda Soebadi. 2013. Keterlambatan Bicara. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/keterlambatan-bicara  [Diakses 19 Juni 2021] 
  3. Jill Ceder, LMSW, JD. 2020. Why Does Consistency Matter in Parenting? Diambil dari https://www.verywellfamily.com/why-does-consistency-matter-in-parenting-4135227  [Diakses 19 Juni 2021]