cara-mengajari-anak-menulis

5 Cara Mengajari Anak Menulis di Rumah dengan Mudah dan Efektif

detail-fb detail-wa detail-twitter

Menulis termasuk salah satu kemampuan motorik halus yang perlu dikuasai oleh anak sedari dini. Umumnya, anak akan belajar menulis ketika ia masuk TK, di usia 4 tahun. Tapi tak jarang, sebelum masuk TK, orang tua sudah mulai mencari cara mengajari anak menulis.

Selain melatih kemampuan motorik halus, menulis juga merupakan latihan berbahasa untuk anak1. Melalui kegiatan belajar menulis, anak akan terbiasa menuangkan ide-ide yang ada di dalam pikirannya ke dalam sebuah tulisan1.

Sebenarnya, kapan waktu yang tepat untuk mulai mengajari anak menulis?

Anak usia prasekolah atau saat berusia 2-4 tahun, sudah mulai bisa mengembangkan keterampilan motorik halus yang menjadi bekal untuk belajar menulis. Di usia ini, biasanya anak sudah mulai bisa membuat coretan berupa garis, menggambar lingkaran, dan menghubungkan titik-titik2. Di usia prasekolah ini, kemampuan motorik halus anak juga terus berkembang. Kemampuan motorik halus ini juga menjadi faktor yang memengaruhi tulisan si Kecil nantinya bisa terbaca dengan jelas atau tidak4.

Lalu, bagaimana cara mengajari anak menulis ketika ia mulai menunjukkan perilaku seperti di atas? Mari kita simak tips berikut ini, ya, Bu. 

1. Dukung Anak dengan Memberi Peralatan yang Tepat

Sebelum mulai belajar menulis yang sesungguhnya, Ibu perlu mengasah keterampilan dasar anak yang diperlukan untuk mengembangkan kemampuan menulisnya. Dimulai dari menggambar bebas, menarik dan membuat garis, atau menggambar bentuk secara bebas seperti lingkaran.

Ibu bisa berikan kertas kosong dan alat tulis dengan pegangan gemuk, seperti  pensil, krayon atau spidol besar pada si Kecil sebagai alat menulis. Bebaskan ia untuk mencoret, menggores, dan menggambar apa pun di kertas tersebut. Ibu juga bisa memberi contoh membuat goresan atau bentuk di kertas agar si Kecil bisa menirukannya.

Baca Juga: Tips Belajar Membaca Cepat untuk Anak Usia Dini

2. Menghubungkan Titik-Titik dan Menebalkan Huruf

Setelah anak mulai terbiasa memegang pensil atau alat tulis lainnya, kini saatnya Ibu mulai mengajaknya untuk belajar menulis huruf. Usia terbaik untuk mengenalkan huruf ini ada di rentang usia taman kanak-kanak, yaitu 4-5 tahun2. Bisa dimulai dari yang termudah. Misalnya, minta si Kecil menebalkan huruf atau pola titik-titik yang membentuk sebuah huruf. Selain membuat secara manual di kertas, kegiatan ini juga bisa didapat dari buku aktivitas belajar menulis untuk anak TK.

3. Menulis Huruf Tunggal

Ketika anak sudah bisa menuliskan huruf dengan jelas, saatnya untuk mengajak anak untuk menulis huruf tunggal 3 secara mandiri. Gunakan sistem dikte, misal Ibu menyebut huruf 'A', dan si Kecil kemudian akan menuliskannya di kertas.

Kemudian lanjutkan mendikte huruf sampai akhirnya si Kecil bisa menulis sebuah kata. Misalnya dilanjutkan dengan huruf ‘K’ dan ‘U’. Katakan pada si Kecil bahwa ia baru saja menulis kata ‘AKU’. Tidak lupa sambil menunjuk pada diri sendiri saat menyebutkan kata ini. Lakukan di waktu santai agar terasa lebih menyenangkan ya, Bu!

Baca Juga: Cara Mengajarkan Anak Membaca degan Alfabet

4. Menulis Suku Kata

Setelah si Kecil mahir menulis huruf tunggal, lanjutkan dengan belajar menulis suku kata3, seperti ba, ca, da, fa, ga dan lainnya, hingga membentuk kata ‘ba-ca’, atau ‘pa-pa’. Selain dapat mempermudah belajar menulis, poin lain yang bisa didapatkan adalah si Kecil juga bisa cepat belajar membaca melalui bantuan suku kata.

5. Menulis Nama Sendiri

Ketika tiba saatnya untuk belajar menulis kata, Ibu bisa mengajari si Kecil untuk menulis namanya sendiri3.  Ini dipercaya jika anak-anak cenderung mempelajari huruf-huruf dalam nama mereka lebih cepat daripada huruf-huruf lain dalam alfabet1. Begitu si Kecil mahir menuliskan namanya sendiri, perlahan kemampuan menulisnya akan semakin berkembang, karena mungkin saja ia melakukan identifikasi dan belajar menulis kata lainnya yang memiliki susunan huruf sama dengan namanya. Misal, nama si Kecil adalah ‘Bu-di’ maka kemungkinan ia akan lebih mudah menulis kata yang mirip, seperti ‘bu-ku’ dan ‘bu-mi’.

Selain cara-cara mengajari anak menulis yang telah disebutkan di atas, penting bagi Ibu untuk memberikan dukungan moral saat si Kecil mulai belajar menulis. Ibu bisa mengapresiasi hasil dari proses belajarnya, dengan menempelkan hasil tulisan si Kecil di ruang keluarga. Ia pasti semakin semangat untuk belajar menulis.

Ibu bisa menjaga semangat belajar si Kecil dengan memberikan camilan favoritnya yang kaya gizi, sekaligus melengkapi asupan hariannya. Berikan juga segelas Bebelac 4 yang diperkaya dengan FOS GOS, minyak ikan yang mengandung omega-3 & omega-6, serta 11 vitamin dan 4 mineral. Asupan harian yang bernutrisi dapat mendukung pencernaan anak lebih baik (happy tummy), sehingga ia dapat berpikir lebih kreatif (happy brain) dan suasana hatinya terus terjaga baik (happy heart) selama belajar menulis dengan beragam aktivitas.


Referensi

  1. Samantha W. Bindman, et al. 2014. Parental Writing Support and Preschoolers' Early Literacy, Language, and Fine Motor Skills. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4183063/ [Diakses September 2021]
  2. Amanda Soebadi. 2013. Perkembangan Literasi Anak. Diambil dari:
  3. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perkembangan-literasi-anak
  4. [Diakses September 2021]
  5. Adinda Rohadati Aisy dan Hafidzah Nur Adzani. 2019. Pengembangan Kemampuan Menulis pada Anak Usia 4-5 Tahun di TK Primagama. Diambil dari: https://journal.uny.ac.id/index.php/jpa/article/download/28813/12930 [Diakses September 2021]
  6. Sang-Min Seo. 2018. The effect of fine motor skills on handwriting legibility in preschool age children. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5851374/ [Diakses September 2021]
Tag