Kembali ke Kehamilan

Inilah 7 Gejala Hamil 2 Minggu yang Paling Sering Muncul

Terlambat menstruasi adalah tanda-tanda awal kehamilan yang paling umum. Namun, pada Ibu yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur, ...

3 min
18 Feb 2022
Beberapa ibu mulai merasa mual, dengan atau tanpa muntah, di awal kehamilan

8 ibu tandai artikel ini bermanfaat

Terlambat menstruasi adalah tanda-tanda awal kehamilan yang paling umum. Namun, pada Ibu yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur, terlambat menstruasi tidak bisa dijadikan patokan sebagai gejala kehamilan. Meski begitu, Ibu bisa berpatokan pada gejala pramenstruasi yang sering kali mirip dengan gejala awal kehamilan, seperti  lelah, hilang energi, sakit kepala, hingga sakit pada payudara.1 Pada artikel ini, kita akan membahas gejala hamil 2 minggu yang paling sering muncul, namun sering tidak Ibu sadari.

Baca Juga: 10 Tanda-tanda Awal Kehamilan yang Wajib Ibu Ketahui

Gejala Hamil 2 Minggu yang Paling Sering Muncul

Salah satu gejala hamil 2 minggu adalah mudah lelah dan mengantuk

Gejala hamil pada setiap Ibu berbeda-beda. Bahkan, pada Ibu yang sudah pernah hamil sebelumnya, mungkin saja mengalami tanda-tanda hamil yang berbeda di setiap kehamilannya. Mual, misalnya, gejala awal kehamilan yang paling sering ditemui ini nyatanya hanya dialami oleh 80% ibu hamil, sementara muntah hanya dialami oleh 35% – 40% ibu hamil di trimester awal kehamilan.2

Di bawah ini adalah beberapa gejala hamil 2 minggu yang bisa Ibu perhatikan:

1. Payudara terasa nyeri

Mirip seperti gejala pramenstruasi, payudara ibu hamil juga akan terasa lebih kencang sejak awal kehamilan. Bahkan, dalam beberapa kasus, payudara akan terasa nyeri dan tidak nyaman. Pada minggu-minggu pertama kehamilan, payudara Ibu akan terasa lebih besar, berat, dan keras daripada biasanya. Payudara juga mungkin terasa lebih sensitif, yang menimbulkan nyeri saat disentuh.1,3

Payudara menjadi lebih sensitif, khususnya di bagian puting, karena saluran susu membesar dan merenggang sebagai persiapan produksi ASI di awal kehamilan.1 Dan untuk mengatasi payudara yang sensitif ini, Ibu bisa menyiasatinya dengan menggunakan bra tanpa kawat, berbahan katun yang nyaman, serta pastikan ukuran bra tidak kekecilan atau kebesaran.

2. Sensitif terhadap rasa makanan

Pada tahap awal ini, Ibu lebih mungkin mengalami perubahan nafsu makan daripada mengidam makanan tertentu. Ibu mungkin menjadi sangat sensitif terhadap rasa makanan atau masakan, di mana rasa pahit menjadi lebih dominan di awal kehamilan. Diduga, hal ini merupakan mekanisme alamiah tubuh yang dapat membantu ibu hamil menghindari racun selama fase kritis perkembangan janin di awal kehamilan.4

Pada saat ini, tak heran jika Ibu mengalami penurunan nafsu makan. Namun, Ibu bisa menyiasatinya dengan mengonsumsi jenis makanan lain yang memiliki cita rasa kuat, seperti rasa manis atau asam, untuk menutupi rasa pahit.4

3. Mual di pagi hari

Morning sickness bisa dimulai sejak usia kehamilan dua minggu. Ibu mungkin akan mulai merasa mual, dengan atau tanpa muntah, kapan saja, siang maupun malam. Morning sickness biasanya baru akan mulai mereda saat usia kehamilan Ibu mencapai akhir trimester pertama, meskipun sekitar satu dari 10 ibu hamil masih mengalaminya di minggu ke-20 kehamilan.2 

Baca Juga: 6 Cara Menghilangkan Mual Saat Hamil di Trimester Pertama

Penyebab pasti mual di pagi hari tidak diketahui, tetapi diduga terkait dengan peningkatan hormon kehamilan, yaitu human chorionic gonadotrophin (hCG). Peningkatan kadar hCG ini akan menginduksi ovarium untuk memproduksi estrogen yang dapat merangsang mual dan muntah.5

4. Keputihan

Beberapa ibu hamil mengalami keputihan sebagai gejala hamil 2 minggu. Ibu mungkin akan merasakan volume keputihan yang meningkat dibandingkan sebelumnya. Tapi tenang saja, Bu, biasanya keputihan ini tidak berbahaya, kok. Cairan keputihan normal sebagai gejala awal kehamilan memiliki ciri cairan encer, bening atau putih susu, dengan bau ringan.6

Meningkatnya jumlah cairan keputihan ini mungkin akan terus berlanjut sepanjang kehamilan, yang bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi di vagina.6 Jika Ibu merasa tak nyaman dengan keputihan yang meningkat ini, atasi dengan sering mengganti pakaian dalam agar tetap nyaman, ya. 

5. Bercak pada vagina

Bercak darah sebagai tanda-tanda awal kehamilan berbeda dengan darah menstruasi. Bercak darah yang merupakan gejala hamil ini disebut perdarahan implantasi, yang muncul sebagai efek embrio yang berhasil tertanam pada dinding rahim. Saat embrio menempel, prosesnya bisa membuat dinding rahim terkikis sehingga mengakibatkan keluarnya bercak darah.2,7

Bercak darah yang muncul di awal kehamilan ini dialami oleh satu dari tiga ibu hamil, dan bisa muncul kapan saja dalam 10-14 hari setelah pembuahan, dan ini biasanya berlangsung selama 1-3 hari.7

6. Merasa lelah

Ibu mungkin akan mulai sering merasa lelah sejak tahap awal kehamilan. Selain itu, Ibu juga akan lebih mudah merasa mengantuk, yang membuat Ibu ingin cepat-cepat berbaring dan beristirahat. Namun tidak perlu khawatir, Bu, karena ini adalah hal yang normal terjadi di awal kehamilan.1

Mudah lelah dan mengantuk  terjadi akibat  peningkatan  aktivitas  metabolik pada  ibu  hamil, serta peningkatan kadar hormon  progesteron  yang bertujuan mempersiapkan tubuh Ibu untuk menopang bayi yang sedang tumbuh.1

7. Sakit pinggang

Beberapa ibu kerap mengeluhkan sakit pinggang sebelum mengetahui dirinya hamil. Ya, sakit pinggang, terutama bagian bawah, memang dapat menjadi gejala hamil 2 minggu yang cukup sering terjadi. Kondisi ini umumnya disertai rasa kram akibat kontraksi rahim.2

Dan sakit pinggang ini umumnya akan terus berlanjut seiring bertambahnya usia kehamilan Ibu. Dan hal ini biasanya disebabkan karena adanya penambahan berat badan dan perubahan postur tubuh pada ibu hamil.2

Saat Terbaik Melakukan Tes Kehamilan dan Periksa ke Dokter

Lakukan tes kehamilan dengan test pack jika Ibu mengalami beberapa gejala hamil yang umum terjadi.

Baca Juga: Pemeriksaan Kehamilan Pertama Dengan Dokter Kandungan

Bagaimana, apakah Ibu merasakan satu atau beberapa dari gejala hamil 2 minggu yang sudah disebutkan di atas? Jika ya, maka inilah langkah selanjutnya yang perlu Ibu lakukan: 

  1. Lakukan tes kehamilan di rumah dengan test pack. Test pack bekerja dengan mendeteksi kadar hormon human chorionic gonadotropin (hCG), yang jumlahnya akan meningkat pada awal kehamilan dan dapat dideteksi di dalam urin. Waktu paling ideal untuk memastikan kehamilan lewat test pack adalah pagi hari.8

  2.  Selain memeriksa menggunakan test pack, Ibu juga disarankan pergi ke dokter untuk memastikan kehamilan. Selain untuk mengonfirmasi kehamilan, pemeriksaan ke dokter juga diperlukan untuk menilai keadaan dan lokasi janin.8

Setelah merasakan beberapa gejala hamil 2 minggu seperti di atas, dan dinyatakan positif hamil oleh dokter, Ibu harus mulai menjaga kesehatan diri dan janin dengan mengonsumsi makanan bergizi, mengonsumsi vitamin kehamilan, mengelola stres, stop mengonsumsi makanan atau minuman tertentu yang membahayakan kehamilan, serta rutin melakukan aktivitas fisik yang aman untuk ibu hamil. Selamat menjalani masa kehamilan yang menyenangkan, ya, Bu!


Referensi:

  1. Afina Muharani Syatriani. 2021. Hubungan Gejala Pramenstruasi dengan Gejala Awal Kehamilan. Diambil dari: https://www.researchgate.net [Diakses 7 Februari 2022]   

  1. Melissa C Lutterodt, et al. 2019. Examining to what extent pregnancy-related physical symptoms worry women in the first trimester of pregnancy: a cross-sectional study in general practice. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov [Diakses 7 Februari 2022] 

  1. Catherine C. Motosko, et al. 2017. Physiologic changes of pregnancy: A review of the literature. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov  [Diakses 7 Februari 2022] 

  1. Ezen Choo and Robin Dando. 2017. The Impact of Pregnancy on Taste Function. Diambil dari: https://academic.oup.com  [Diakses 7 Februari 2022]

  1. Siti Rofi'ah, et al. 2019. Studi Fenomenologi Kejadian Hiperemesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester I. Diambil dari: https://www.researchgate.net [Diakses 7 Februari 2022]

  1. Meharunnissa Khaskheli, et al. 2021. Vaginal discharge during pregnancy and associated adverse maternal and perinatal outcomes. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov [Diakses 7 Februari 2022]

  1. Rebecca Jeanmonod, et al. 2021. Vaginal Bleeding. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov.  [Diakses 7 Februari 2022]

  2. C. Gnoth dan S. Johnson. 2014. Strips of Hope: Accuracy of Home Pregnancy Tests and New Developments. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov  [Diakses 7 Februari 2022]



Artikel Terkait