Alternate Text
makanan manis
Tips & Advice Balita

Kenapa Anak Sangat Menyukai Makanan Manis?

Hampir tidak ada satu anak kecil yang menolak jika ditawari makanan manis seperti permen, kue, atau minuman manis. Makanan dan minuman manis terkenal mampu meningkatkan suasana hati sehingga seusai anak mengonsumsi makanan manis maka ia cenderung ceria atau malah jadi hiperaktif. Namun, tidak tepat jika ibu memarahi anak karena senang sekali mengonsumsi makanan manis, karena hal ini ternyata sifat biologis yang umum terjadi pada anak.

Beberapa penelitian ilmiah menemukan fakta bahwa anak-anak memiliki preferensi gula yang lebih kuat daripada orang dewasa. Sudah menjadi naluri mereka bahwa makanan yang paling manis akan ia pilih di antara makanan manis lain.

Hal ini berbeda dengan orang dewasa yang menganggap makanan manis terkadang membuat tidak nyaman. Ini terjadi lantaran anak-anak memiliki dunia indera sendiri yang berbeda dengan orang dewasa ketika menyangkut indera pengecapan. Mereka lebih menyukai rasa manis dan rasa asin yang lebih kuat daripada orang dewasa, dan hal ini akan terjadi hingga masa remaja akhir. Tidak hanya itu, lidah anak-anak lebih sensitif terhadap rasa pahit, maka dari itu beberapa obat khusus anak dibuat dengan dicampur pemanis.

Alasan lain yang menyebabkan mereka gemar makanan manis karena kebutuhan biologis yang masih dalam masa pertumbuhan mereka. Zat kalori selama pertumbuhan menjadi cepat terserap dan memberikan keuntungan pada anak-anak, sehingga mereka tidak mudah mengalami obesitas ketimbang orang dewasa.

Fakta lainnya adalah gula tidak hanya terasa nikmat di lidah anak-anak tetapi juga dapat membuat mereka merasa nyaman. Beberapa penelitian menemukan gula adalah pereda nyeri alami pada anak-anak, tidak jarang rumah sakit memberikan anak makanan manis selama proses penyembuhan guna mengurangi rasa sakit yang mereka rasakan.

Tingkatan selera rasa manis anak-anak dapat dikatakan luar biasa. Saat dilakukan penelitian tentang perbandingan gula, orang dewasa kebanyakan memilih minuman manis yang tingkat kalorinya setara minuman soda. Sementara anak-anak lebih menyukai minuman yang rasa manisnya dua kali lipat dari manisnya minuman soda. Tetapi menjelang remaja, selera manis ini berangsur-angsur berkurang dan berubah total saat ia menginjak usia dewasa.

Meskipun masih menjadi misteri, kegemaran anak-anak terhadap rasa manis ini dipengaruhi proses pertumbuhan tulang yang mengeluarkan hormon tertentu sehingga memengaruhi metabolisme.

Hormon metabolik terkenal lainnya seperti leptin dan insulin terbukti bertindak pada area otak untuk mengontrol keinginan dan nafsu makan, serta langsung mengontrol lidah. Pada akhirnya, preferensi untuk memilih makanan manis akan terjadi.

Para peneliti meyakini hormon dari pertumbuhan tulang ini yang mendorong mereka melakukan hal yang sama. Dengan kata lain, itu bukan kesalahan anak saat ia menghabiskan satu toples kue manis. Hormon-hormon dari tulang-tulangnya yang tumbuh membuat mereka melakukan hal demikian.

Namun, bukan berarti dapat membiarkan anak makan makanan manis secara berlebihan. Sebab jika tidak dikontrol, kalori berlebihan yang masuk ke tubuh anak menyebabkan mereka terserang obesitas. Pastikan makanan manis dikonsumsi secukupnya agar anak-anak juga tidak mengalami masalah pada gigi.