Mom's Pedia Balita

Memahami Perkembangan Bahasa Anak Usia 2 Tahun

Kok bisa?”, “Kenapa bunganya merah?”, “Kenapa ikan berenang?”. Ceriwisnya si Kecil. Seperti wartawan kalo bertanya. Kayanya gak pernah habis deh bahan pertanyaannya. Kadang bingung juga jawabnya, ujar seorang Ibu. Emang apa saja ya perkembangan bahasa anak usia 2 tahun?

Di usia ini kemampuan bicara si Kecil memang sudah cukup baik. Saat memasuki 2 tahun anak akan menguasai 272 kata. Ia pun akan sering mengeluarkan kalimat pendek dengan dua suku kata. 

Rasa ingin tahu di usia ini pun sangat besar. Jangan sampai respon yang ia dapat mengecewakan. Tapi memang, terkadang rentetan pertanyaannya membuat kita bingung menjelaskan. Nah, simak tips nya yuk agar perkembangan bahasa anak optimal!

 

Yuk simak beberapa tips hadapi pertanyaan si Kecil 

1. Jangan patahkan rasa ingin tahunya.  Karena saat orangtua meminta anak diam dan tak banyak bertanya mereka telah menghambat perkembangan anak. Jika terus terulang, daya kritis si Kecil bisa tumpul karena ia menekan rasa ingin tahunya. 

2. Berikan tanggapan positif dan coba jawab pertanyannya dengan tepat. Agar si Kecil tidak semakin bingung, kapok bertanya, bahkan mencari jawaban ke orang lain. 

3. Hindari memotong, memarahi atau membentak si Kecil ya Bu karena bisa membuat spontanitas dan kebebasan berpikirnya jadi terkekang.

4. Pakai bahasa dan kalimat sederhana sehingga mudah ditangkap dan dicerna si Kecil.

5. Perhatikan sikap. Lakukan kontak mata agar si Kecil merasa bahwa pertanyaannya ditanggapi dengan baik. 

6. Tidak berlagak sok tahu. Jangan sampai memberikan informasi salah padanya. Lebih baik jujur dan ajak ia mencari tahu bersama.  

Tapi ada anak di usia ini yang cenderung pendiam. Apa berarti ia tidak secerdas si ceriwis ya? Belum tentu. Jika anak pendiam namun orangtuanya memberikan stimulasi yang tepat,  bisa saja ia menyerap informasi lebih banyak daripada si ceriwis yang mendapat respon asal-asalan. 

Misalnya saja ketika anak pendiam ini terlihat tertarik dengan hewan di kebun binatang. Tak usah tunggu ia bertanya.  Ibu bisa langsung menceritakan apa nama hewan itu, bagaimana habitatnya, kebiasannya dan sebagainya. 

Kuncinya, terus dorong rasa ingin tahu anak dengan respon serta stimulasi tepat di setiap perkembangan bahasa anak.  Dan, berbanggalah jadi orangtua pada anak yang kritis dengan “dunia” nya. Karena berarti ia punya peluang besar tumbuh jadi anak cerdas.