Alternate Text
Tips & Advice 0-6 Bulan

Kenali Jenis Pup Bayi

Pup bayi berubah-ubah, normalkah?

Ketika bayi Ibu mulai diberikan ASI hingga dikenalkan dengan makanan padat pendamping ASI, menyebabkan perubahan pada pup bayi Ibu. Usus bayi yang mulai bekerja untuk mencerna makanan pun mulai bekerja. Jadi sangatlah normal bila pup bayi Ibu berubah, apalagi pada minggu awal kelahirannya. Perubahannya terdapat dalam tekstur, warna, dan kekentalan pupnya.

Cara paling mudah untuk mengetahui bahwa usus bayi Ibu bekerja dengan baik adalah dari warna pup bayi. Apa sajakah warna pup bayi? Dan bagaimana mengetahui arti warnanya?

Kuning

Ini adalah warna pup bayi yang normal. Warna pup yang juga disebut golden feces ini dimiliki oleh bayi yang mendapatkan ASI Eksklusif. Pada bayi yang diberikan susu formula, atau ASI dicampur susu formula, maka warna feses akan menjadi lebih gelap, seperti kuning tua, agak cokelat, cokelat tua, atau kuning kecoklatan.

Hijau

Masih dalam kategori normal, namun harus berhati-hati. Maksudnya Ibu perlu mewaspadai bila pup bayi terus menerus berwarna hijau selama beberapa minggu. Hal ini biasanya terjadi pada Ibu dengan ASI yang melimpah. Konsultasikan dengan dokter bila Ibu memiliki masalah Ini.

Merah

Warna merah pada pup bayi biasanya disebabkan oleh darah yang turut keluar bersama dengan pupnya. Biasanya bayi Ibu akan merasa sakit disertai dengan gejala seperti: menangis, terlalu rewel, muntah (bukan gumoh) dan perutnya membesar. Segera bawa bayi Ibu ke rumah sakit agar dapat dilakukan penanganan yang tepat.

Putih /Keabu-abuan

Jika pup bayi Ibu berwarna putih dengan tekstur encer maupun padat, langsung bawa ke rumah sakit tanpa kompromi. Warna ini menunjukkan bahwa sedang terjadi gangguan kesehatan didalam pencernaan bayi yang dapat membahayakan kesehatannya.

Dengan memberikan ASI Eksklusif kepada bayi Ibu, maka kerja usus bayi akan semakin baik dan akan berfungsi dengan sempurna. Setelah bayi berusia enam bulan dan mulai mengonsumsi makanan padat pendamping ASI, warna pupnya pun akan mengikuti makanan yang Ibu berikan. Selama pemberian ASI berjalan lancar dan makanan pendamping yang diberikan juga sudah dikonsultasikan dengan DSA, bayi Ibu akan mengalami pertumbuhan yang sehat dan berkualitas.

 

Lalu bagaimana dengan tekstur pup bayi yang normal?

Bayi yang diberikan ASI Eksklusif memiliki tekstur pup yang tidak berbentuk. Tekstur yang dihasilkan biasanya bergumpal-gumpal kecil, seperti jelly, pasta atau krim, dan ada juga yang hanya berupa cairan.

Sedangkan pada bayi yang diberikan susu formula, pupnya padat dengan gumpalan-gumpalan besar, agak liat dan berbongkah. Karena itulah bayi yang mengonsumsi susu formula biasanya mudah mengalami sembelit. Waspadailah jika bayi yang minum susu formula memiliki pup yang encer atau cair, dan konsultasikan dengan DSA (Dokter Spesialis Anak).

 

Bagaimana frekuensi pup yang normal pada bayi?

Pada minggu-minggu pertama yang dilewati oleh bayi Ibu yang baru lahir, ia bisa buang air kecil atau pup hingga delapan kali sehari. Ada juga bayi yang bahkan hanya buang air kecil saja selama tiga hari, bahkan lima hari baru bisa pup.

Jika bayi Ibu tidak pup secara rutin dalam sehari, jangan khawatir. Selama bayi Ibu diberikan ASI Eksklusif dengan cukup dan frekuensi buang air kecilnya sebanyak lima atau enam kali sehari artinya ia menyerap semua zat gizi yang terdapat dalam ASI. Akan tetapi bila ia tidak pup lebih dari satu hari dengan menunjukkan gejala ketidaknyamanan seperti kolik, segera konsultasikan dengan DSA untuk penanganan yang tepat.

Tidak ada ampas makanan yang terdapat didalam ASI, dan seperti yang sudah diterangkan di bagian sebelumnya bahwa pencernaan setiap bayi berbeda, maka frekuensi pupnya pun berbeda. Ada bayi yang bisa menyerap semua zat gizi dalam ASI ada juga yang belum mampu menyerap seluruhnya. Yang terpenting adalah Ibu memberikan ASI Eksklusif dan pastikan frekuensi buang air kecilnya normal.