Tips & Advice 0-6 Bulan

Tanda Bayi dan Anak Cerdas

Siapa yang tidak bahagia memiliki buah hati yang sehat dan cerdas? Ibu tentu sangat mendambakannya. Segala upaya dan stimulasi diberikan buat si Kecil agar menjadi anak yang sehat dan cerdas. Seperti apa anak yang sehat dan cerdas itu? Bagaimana mengenalinya dan upaya apa yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan kecerdasan si Kecil?

Menilai perkembangan normal si kecil

Ibu, anak yang sehat dan cerdas dapat dikenali dari tahapan atau tonggak (milestones) tumbuh kembangnya, sehingga ketika Ibu mengasuh si Kecil, Ibu dapat menyesuaikan dan menstimulasinya berdasarkan tahapan usia. Agar si Kecil sehat dan cerdas, Ibu perlu memerhatikan dan memenuhi faktor fisik si Kecil, seperti sandang (pakaian yang pantas dan bersih), pangan (nutrisi), papan (rumah yang layak untuk berteduh), kesehatan yang baik, telinga dan mata yang sehat, serta faktor psikologisnya, misalnya kehangatan keluarga, kesempatan bermain, figur, keamanan, dan lain-lain.

Karena perkembangan si kecil juga tergantung pada pertumbuhannya (tinggi, berat, lingkar kepala, dan lingkar lengan atas), maka hendaknya Ibu senantiasa memantaunya melalui kurva perkembangan. Ibu disarankan mengunjungi posyandu atau layanan kesehatan terdekat untuk memantau tumbuh kembang si Kecil.

Untuk memberikan stimulasi perkembangan pada si Kecil, ada 4 area yang harus dinilai, yaitu motorik kasar, motorik halus, kemampuan bahasa, serta kemampuan sosial dan kehidupan harian. Kemampuan motorik meliputi pergerakan otot-otot besar, misalnya berjalan, berenang, berguling, memanjat, dan bersepeda, sedangkan kemampuan motorik halus adalah kemampuan si Kecil melakukan gerakan otot-otot kecil, misalnya menggenggam, melepaskan, menggambar, dan berbicara dengan jelas. Kemampuan berbahasa diketahui melalui kemampuannya memahami pembicaraan, mampu mengutarakan keinganan dan pendapat, serta mampu berbahasa dan berbicara dengan lingkungannya, sementara kemampuan sosial dan kehidupan harian meliputi bagaimana si Kecil berinteraksi dengan orang dewasa dan sebayanya, serta bagaimana si Kecil mampu makan, berpakaian, mencuci, dan menggunakan toilet secara mandiri. Ibu dapat memeriksa perkembangan normal 4 area tersebut pada Tabel 1. Apabila si kecil menunjukkan perkembangan sesuai usianya, maka perkembangan si Kecil normal. 

Tabel 1. Rentang normal perkembangan anak

Usia

Motorik kasar

Motorik halus dan penglihatan

Bahasa dan pendengaran

Kemampuan sosial dan kehidupan sehari-hari

2-4 bulan

 Kepala stabil  ketika duduk

 Dapat mengikuti objek  hingga 180o

 Menjerit senang

 Senyum

5-8 bulan

Duduk tanpa  dibantu

 Memindahkan benda  (kubus) dari tangan satu  ke tangan lain

  • Menoleh ke sumber suara pelan
  • Menyebutkan Baba/gaga (hingga usia 10 bulan) 

 Memakan biskuit  sendiri

9-14 bulan

 Berdiri dengan  bantuan

 Mampu menjepit benda  kecil (misalnya kismis)

 Menyebutkan mama  atau dada

 Menunjukkan  keinginan melalui  bahasa tubuh

12-16 bulan

 Berjalan

 Menumpuk 2 kubus  (hingga 21 bulan) 

 Menyebut 3 kata  (hingga 21 bulan)

 Minum dengan  cangkir

15-24 bulan

 Menaiki tangga

 Mencoret

 Menunjuk bagian  tubuh 

 Melepas pakaian

21-36 bulan

 Melompat

 Meniru gambar garis  vertikal 

 Mampu  berkomunikasi  menggunakan  kalimat

  • Memakai pakaian
  • Bermain petak umpat 

3-4,5 tahun

 Berdiri dengan  satu kaki selama  5 detik

  • Menggambar tangga
  • Menggambar wajah
  • Mengerti makna dingin, capek, dan lapar
  • Sering bertanya kenapa begini dan kenapa begitu
 -

 Sudah dapat berpisah  dengan ibu

Sumber: David Starte dan Carolyn CottierPractical Paediatrics, 2.2, 36-41

Cara stimulasi untuk meningkatkan tumbuh kembang si Kecil

Tidak hanya nutrisi, berbagai stimulasi dapat Ibu lakukan untuk meningkatkan perkembangan si Kecil, misalnya memijat tubuh mungilnya dengan lembut, selalu mengajaknya berbicara, senantiasa berinteraksi dengan si Kecil, merespons sinyal yang diberikan si Kecil, melibatkan si Kecil dalam aktivitas Ibu, membacakan cerita dan dongeng, mengajarinya menggambar, bermain puzzle, boneka, dan lain-lain, memberikan kebebasan untuk bereksplorasi, memberikan kesempatan padanya untuk melakukan perubahan, memberinya mainan edukasi sesuai usia, ciptakan lingkungan yang mendorongnya untuk belajar, hindari stimulasi berlebihan dan suara berisik, dan lain-lain. 

Mengenal anak cerdas sejak dini

Ada anak-anak yang terlahir dengan bakat, talenta, dan kecerdasan khusus yang perlu Ibu kenali, agar apabila si Kecil menunjukkan bakat, talenta, dan kecerdasan khusus, Ibu dapat mengarahkannya dengan baik, sehingga bakat, talenta, dan kecerdasan si Kecil tersalurkan dengan baik. Berikut ini ciri-ciri anak yang memiliki bakat, talenta, dan kecerdasan khusus sejak dini:

  1. Mencapai tonggak tahapan perkembangan lebih awal dari usianya
  2. Mempunyai kemampuan berbahasa dengan sangat baik
  3. Mempunyai talenta khusus, misalnya kemampuan mengingat angka-angka ataupun menggambar lebih detail dibandingkan anak seusianya
  4. Dapat mengingat sesuatu dengan mudah
  5. Sangat aktif (bukan hiperaktif)
  6. Mempunyai imajinasi yang jelas
  7. Mempunyai rasa ingin tahu yang besar

Ibu harus dapat memahami dan  tanggap terhadap kemampuan si Kecil yang luar biasa tersebut. Sebab, terkadang anak-anak yang sangat berbakat menjadi terasing, dianggap aneh di lingkungannya, dan bahkan menjadi korban bullying, karena kemampuannya yang melebihi anak seusianya.

Perkembangan tidak normal

Ibu harus meningkatkan kewaspadaan apabila si Kecil menunjukkan tanda-tanda perkembangan yang tidak semestinya. Waspadalah apabila si Kecil pada usianya belum dapat melakukan hal-hal tertentu seperti yang seharusnya (Tabel 2). Misalnya, pada usia 3 bulan si Kecil belum dapat menegakkan kepala atau mengikuti obyek dengan mata atau mencari sumber suara pelan, atau tersenyum, maka sebaiknya Ibu segera berkonsultasi dengan dokter ahli. Karena, semakin dini ditemukan keterlambatan atau gangguan dan semakin cepat dilakukan terapi, maka hasilnya semakin baik.

Tabel 2. Tanda peringatan dalam tahapan perkembangan anak

Usia

Motorik kasar

Motorik halus dan penglihatan

Bahasa dan pendengaran

Kemampuan sosial dan kehidupan sehari-hari

3 bulan

 Menegakkan  kepala

 Mengikuti objek  dengan mata

 Mencari suara dengan  mata

 Senyum

6 bulan

 Refleks moro  telah hilang

  •  Dapat  menggunakan  kedua tangan
  •  Mata normal

 Kepala menoleh saat  mendengar suara pelan 

 Menunjukkan minat  terhadap  orang di  sekelilingnya

9 bulan

 Duduk  dengan  bantuan

 Kemampuan  tangan sudah  meningkat 

 Menyebutkan ba-ba-ba 

 Menyadari kehadiran  orang  asing 

12 bulan

 Berdiri  dengan  bantuan

 Menjepit dengan  tangan

 Mencoba mengucap 2-3  kata

 Sudah mampu  mengunjukkan keinginan  (tidak mouthing

18 bulan

 Berjalan

 Menyusun balok

  •  Mengucapkan 6 kata
  •  Masih dribbling (ngeces) 

 Menunjuk sesuatu

24 bulan

Berlari

 Membuka  halaman  buku

 Mengucap 50 kata

  • Tertarik dengan anak lain
  • Membantu berpakaian

36 bulan

 Menangkap bola

 Menggambar  garis

  • Mampu mengucap 2-3 kata
  • Tidak mengalami echolalia (mengulang-ulang kata)

 Bermain interaktif dengan  teman sebaya

48 bulan

  • Mengayuh
  • Melompat

 Menggambar  wajah

 Mengucap kalimat dan  bertanya

  • Bermain imajinatif
  • Telah berhasil toilet training

Refleks Moro: gerakan lengan dan kaki yang terjadi ketika bayi yang baru lahir dikejutkan oleh suara atau gerakan keras

Sumber: David Starte dan Carolyn CottierPractical Paediatrics, 2.2, 36-41

Akhirnya, semoga uraian ini dapat membantu Ibu mengenali setiap potensi buah hati Ibu dan mengarahkan setiap kemampuan si Kecil sesuai dengan tahap perkembangannya ataupun mencari pertolongan ahli apabila menemukan keterlambatan perkembangan. Kita doakan semoga buah hati Ibu menjadi generasi penerus bangsa yang hebat di masa mendatang.