Tips & Advice Balita

Hindari Makanan Tidak Sehat untuk Anak

Memberikan makanan berkualitas untuk si Kecil merupakan dambaan setiap orang tua. Makanan yang berkualitas adalah makanan yang mengandung energi yang cukup, zat gizi lengkap dan seimbang, menyehatkan, bervariasi, tidak berbahaya, aman, serta memiliki kandungan gula, garam, dan lemak tidak berlebih. Ibu yang baik, perlu diketahui bahwa makanan yang mengandung gula, garam, dan lemak berlebih dapat memicu obesitas dengan segala konsekuensinya, yaitu timbulnya diabetes, hipertensi, stroke, dan lain-lain. Sehingga, Ibu harus cermat benar dan memperhatikan anjuran harian yang diberikan, yakni 50 gram (4 sendok makan) gula, 2000 miligram natrium/sodium atau 5 gram garam (1 sendok teh), dan 67 gram lemak (5 sendok makan minyak). Untuk memudahkan, rumusannya adalah G4 G1 L5.

Makanan yang berkualitas tersebut dapat Ibu sajikan di rumah secara bersih dan aman. Untuk menjamin kebersihan dan keamanan makanan yang dikonsumsi oleh si Kecil, Ibu dapat melaksanakan beberapa hal sebagai berikut ini:

  1. Membiasakan cuci tangan sebelum menyiapkan makanan dan mengkonsumsinya.
  2. Mempergunakan alat-alat makan yang bersih dan steril.
  3. Memasak makanan dengan benar.
  4. Menghindari mencampur makanan mentah dengan makanan yang sudah matang.
  5. Mencuci sayur dan buah sebelum dimakan.
  6. Mempergunakan sumber air bersih.
  7. Menyimpan makanan di tempat yang aman.

Selain hal tersebut di atas, Ibu dan si Kecil juga disarankan untuk mengkonsumsi cukup air, melakukan aktivitas fisik intensitas sedang minimal 30 menit/hari sebanyak 45 kali seminggu, dan mempertahankan berat badan tetap ideal. Sebagai panduannya, Ibu dapat memahaminya melalui “tumpeng gizi seimbang” dan contoh “piring makanku” pada Gambar 1 dan 2.

Gambar 1. Tumpeng Gizi Seimbang

Gambar 2. Piring Makanku: Porsi Sekali Makan 

Adakalanya si Kecil bosan dengan makanan yang disajikan di rumah dan tertarik dengan makanan luaran atau jajan. Pada dasarnya, si Kecil boleh saja mengkonsumsi makanan luaran atau jajan sepanjang makanan tersebut sehat, aman, dan tidak berbahaya. Mengkonsumsi makanan yang tidak sehat sangat berbahaya bagi kesehatan si Kecil, karena dapat menimbulkan berbagai penyakit, misalnya gangguan pencernaan dan lambung, keracunan makanan, dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit tidak menular, termasuk kanker. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa pewarna makanan tertentu dikait-kaitkan dengan gangguan perhatian dan perilaku anak.

Meskipun telah dilakukan pengawasan oleh pemerintah, makanan luaran ataupun jajanan masih banyak yang tidak sehat, karena mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, dan pewarna tekstil (rhodamin B dan methanyl yellow). Oleh karena itu, Ibu harus mengenalinya dengan baik agar keluarga dan buah hati Ibu terlindungi dari konsumsi makanan tidak sehat dan berbahaya.

1.    Makanan berformalin

  1. Mi basah berformalin

    Tidak lengket, lebih mengkilap, tidak rusak sampai dua hari pada suhu ruangan, dan bertahan lebih dari 15 hari dalam kulkas (suhu 10oC).

  2. Tahu berformalin

    Teksturnya terlampau keras, kenyal tetapi tidak padat, tidak rusak sampai 3 hari dalam suhu ruangan dan dapat tahan hingga 15 hari dalam kulkas.

  3. Ikan berformalin

    Warna insang merah tua tidak cemerlang, bukan merah segar, warna daging ikan putih bersih, tidak rusak sampai 3 hari pada suhu ruangan.

  4. Ikan asin berformalin

    Bersih cerah dan tidak berbau khas ikan asin, tidak dihinggapi lalat di area berlalat, tahan hingga lebih dari 1 bulan pada suhu ruangan.

  5. Bakso berformalin

    Teksturnya sangat kenyal, tidak rusak sampai 2 hari pada suhu ruangan.

  6. Ayam berformalin

    Teksturnya kencang, tidak disukai lalat, tidak rusak sampai 2 hari pada ruangan.

2.    Makanan mengandung boraks

  1. Mi basah

    Teksturnya kental, lebih mengilat, tidak lengket, dan tidak cepat putus.

  2. Bakso

    Teksturnya sangat kental, warna tidak kecoklatan, tetapi lebih cenderung keputihan.

  3. Snack

    Misalnya lontong, teksturnya sangat kenyal, berasa tajam, sangat gurih, dan memberikan rasa getir.

  4. Kerupuk

    Teksturnya renyah dan bisa menimbulkan rasa getir.

3.    Makanan menggunakan pewarna rhodamin B dan methanyl yellow

  1. Warna mencolok
  2. Cerah mengilap
  3. Warna tidak merata (ada yang menggumpal)
  4. Ada sedikit rasa pahit
  5. Muncul rasa gatal di tenggorokan setelah konsumsi.

Cukup mengerikan ya, Ibu? Untuk itu, agar Ibu dan si Kecil terhindari dari makanan yang tidak aman dan berbahaya, berikut ini disajikan 5 panduan dalam memilih makanan atau jajanan yang sehat:

  1. Hindari makanan yang berwarna mencolok atau jauh berbeda dari warna aslinya Makanan atau jajanan yang berwarna terlalu mencolok kemungkinan sudah ditambahi zat pewarna yang tidak aman.
  2. Cicipi rasanya
    Makanan yang tidak aman umumnya berasa tajam, misalnya sangat gurih dan membuat lidah bergetar, menimbulkan gatal, atau terasa getir di ujung gigitan.
  3. Baui aromanya
    Bau apek atau tengik merupakan pertanda makanan sudah rusak dan tidak layak atau terkontaminasi mikroorganisme.
  4. Perhatikan teksturnya
    Makanan yang sudah berubah warna, apalagi berjamur, menandakan produk yang sudah kedaluwarsa.
  5. Amati komposisi dan baca label makanannya

Demikianlah Ibu, beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memberikan nutrisi yang terbaik bagi si Kecil dan keluarga. Semoga ulasan ini bermanfaat ya, Ibu.