ubun ubun bayi
Tips & Advice 13-28 Minggu

Mengetahui Kesehatan Bayi Lewat Ubun-Ubun yang Masih Lunak

Pernah meraba bagian lembut di sekitar atas kepala bayi yang baru lahir? Dalam dunia medis area itu disebut fontanel, alias ubun-ubun. Bagian ini terlihat rapuh, makanya banyak ibu yang merasa khawatir ketika hendak menyentuhnya.

Menurut ahli, ubun-ubun bayi atau fontanel ini memang terlihat lunak, tapi sebenarnya tidak. Sebabnya, fontanel ditutupi oleh sebuah lapisan kuat agar jaringan otak di dalamnya tetap terlindungi. Dengan kata lain, aman-aman saja kok ketika ibu menyentuhnya, asalkan selama tidak menekannya keras-keras.

Ada kalanya ibu bisa melihat bagian ini berdenyut. Jangan khawatir, sebab ini menandakan adanya aliran darah yang melalui titik tersebut. Hal ini normal, kok. Nantinya akan berkurang dengan sendirinya seiring pertumbuhannya, fontanel akan mengeras dan menutup. 

Kata ahli, fontanel yang ditandai bintik-bintik lembut di mana tulang tengkorak bayi belum menyatu merupakan hal yang normal. Akan tetapi, perubahan pada ubun-ubun bayi terkadang dapat mengindikasikan masalah kesehatan tertentu.

Kenali Fungsinya

Sebelumnya, ibu juga perlu tahu fungsi dari ubun-ubun bayi ini. Sebabnya, hal ini tidak terbentuk tanpa alasan, lho. Fontanel merupakan formasi alami yang terbentuk agar tengkorak bayi bertekstur fleksibel. Nah, kepala bayi yang terbentuk fleksibel ini berguna untuk mempermudah ketika dia keluar dari saluran lahir.

Kata ahli, titik ini juga akan tetap terbuka untuk memberi ruang pada perkembangan otaknya. Sebabnya, otak bayi masih akan tumbuh dan berkembang pesat hingga usianya 18 bulan. Oleh sebab itu, masih dibutuhkan struktur kepala yang fleksibel untuk menyesuaikan ukuran ini. 

Tandai Masalah Kesehatan

Perubahan atau kelainan pada ubun-ubun dapat memberikan petunjuk mengenai perkembangan dan kesehatan Si Kecil. Inilah alasannya mengapa dokter atau perawat memeriksa fontanel bayi ketika pemeriksaan rutin.

Sebabnya, penutupan fontanel yang tertunda atau fontanel yang membesar bisa dikaitkan dengan berbagai kondisimedis tertentu. Nah, berikut perubahan pada ubun-ubun bayi yang mengindikasikan masalah kesehatan tertentu.

1. Fontanel Cekung

Ketika ibu menyentuh fontanel, semestinya area itu terasa kuat dengan sedikit lengkungan ke bagian dalam. Banyak orangtua yang cemas ketika menyadari ubun-ubun anaknya yang cekung (tertarik). Sebenarnya, kondisi ini patut diwaspadai. Sebabnya, dalam kacamata dunia kedokteran hal ini bisa menandai bahwa bayi mengalami dehidrasi ataupun kekurangan gizi, misalnya karena bayi mengalami diare.

Meski begitu, ada juga banyak tanda lainnya yang bisa menandai Si Kecil mengalami dehidrasi. Misalnya, popoknya yang basah atau kurang waspada dan responsif. Namun yang perlu diingat, sebaiknya ibu perlu membawa Si Kecil ke dokter ahli ketika melihat tanda-tanda dehidrasi di atas. 

2. Gagal Menutup

Dalam beberapa kasus ada kalanya ubun-ubun bayi ini gagal menutup. Kata ahli, dalam keadaan normal ubun-ubun besar sekitar 9095 persen akan menutup ketika usianya menyentuh 1924 bulan. Nah, bila terlambat menutup bisa saja menandai masalah kesehatan, seperti hidrosefalus, kekurangan hormon tiroid, sindrom down, hingga berbagai masalah medis lainnya.

3. Fontanel Menonjol

Kondisi ubun-ubun yang terlihat terangkat bisa terjadi ketika bayi menangis, tapi akan kembali datar ketika mereka berhenti menangis. Hal yang satu ini bukan masalah yang perlu dikhawatirkan. Namun, lain ceritanya bila fontanel yang menonjol itu tak kembali normal. Hal ini bisa menandai adanya kondisi serius, seperti infeksi atau pembengkakan di otak. Oleh sebab itu, sebaiknya ibu perlu segera menemui dokter.