Kehamilan 8 bulan
Mom's Pedia 29-40 Minggu

Ini Yang Terjadi pada Tubuh Ibu hamil di Trimester Ketiga

Memasuki usia kehamilan trimester ketiga, rasa tidak nyaman dan lelah pasti akan semakin sering hadir. Tentunya, kegelisahan pun akan semakin terasa, terlebih menjelang hari kelahiran sang buah hati. Namun, ibu tetap perlu berpikir positif hingga akhir kehamilan tiba agar tidak terjadi berbagai hal yang membahayakan kondisi kesehatan ibu dan sang janin.

Pastinya, ibu akan merasakan perubahan yang berbeda dalam tubuh maupun emosi pada usia kehamilan trimester ketiga atau setelah memasuki kehamilan 8 bulan. Berbeda dengan saat trimester pertama dan kedua, berikut perubahan tubuh ibu hamil di trimester ketiga yang perlu diketahui:

1. Perubahan Tubuh

Seiring dengan pertumbuhan sang bayi, ibu akan semakin jelas merasakan segala gerakannya. Meski menimbulkan sensasi yang tak terlupakan, gerakan anak di dalam rahim terkadang juga disertai dengan munculnya rasa tidak nyaman yang semakin lama akan semakin meningkat.

Ibu akan mengalami kontraksi ringan di bagian perut. Umumnya, kontraksi ini akan muncul pada sore atau malam hari setelah ibu selesai beraktivitas atau bahkan melakukan hubungan intim. Kontraksi ini akan semakin sering ibu rasakan menjelang hari kelahiran sang buah hati.

Perubahan tubuh ibu hamil di trimester ketiga berikutnya yang akan ibu rasakan adalah sakit punggung yang disebabkan karena mengendurnya jaringan ikat yang menahan tulang tubuh agar tetap berada di tempatnya, terutama di bagian panggul. Perubahan ini menyebabkan rasa berat di bagian punggung, terlebih ketika ibu sedang duduk. Oleh karena itu, sebaiknya pilih kursi dengan sandaran duduk yang nyaman. Kompres area punggung yang sakit dengan es batu untuk mengurangi rasa sakitnya.

Pada usia kehamilan ini, ibu juga akan lebih sering mengalami sesak nafas dan masuk angin. Untuk menguranginya, ibu perlu mencari posisi senyaman mungkin agar bisa bernafas lebih teratur. Sementara itu, rasa mulas pun akan kerap menyapa karena peran hormon kehamilan yang mengendurkan katup antara perut dan kerongkongan. Kondisi ini menyebabkan naiknya asam lambung ke bagian esofagus, sehingga akan muncul rasa mual.

Jangan risau jika ibu sering buang air kecil selama kehamilan, karena kondisi ini normal terjadi. Ketika bayi bergerak ke bagian panggul, ibu akan merasakan lebih banyak tekanan pada bagian kandung kemih, sehingga mengundang rasa ingin buang air kecil. Tekanan yang kuat ini pun memicu keluarnya urin ketika ibu sedang batuk membungkuk, atau tertawa.

2. Perubahan Emosional

Selain perubahan tubuh, kondisi emosional ibu pun akan semakin tidak stabil pada kehamilan trimester ketiga. Rasa cemas yang berlebihan menjelang persalinan pun akan ibu rasakan. Namun, ibu tidak perlu berpikir berlebihan, terlebih kalau ibu belum pernah mengalaminya. Mendengar cerita ibu lain yang sudah pernah mengalami bisa ibu jadikan motivasi, bukan untuk ditakuti.

Meski begitu, jika ibu merasa perubahan emosional ini mengganggu kenyamanan dan meningkatkan rasa stres, ibu bisa mengatasinya dengan mengikuti beberapa kelas persalinan, seperti misalnya prenatal yoga. Dengan mengikuti kelas tersebut, ibu akan bertemu dengan banyak ibu hamil dan saling bertukar informasi satu sama lain, sehingga ibu bisa mendapatkan banyak motivasi.

Menjadi orangtua untuk pertama kali juga terkadang turut menyita perhatian dan menimbulkan stres yang berlebihan. Munculnya rasa cemas adalah hal yang wajar, kok, apalagi jika bayi yang ada di dalam kandungan adalah bayi pertama ibu. Cobalah atasi dengan menuliskan semua pemikiran ibu dalam sebuah jurnal, seperti bagaimana ibu menyusui sang buah hati, atau kapan waktu yang tepat ibu akan menyapihnya.