Alternate Text
Mom's Pedia Balita

Tanggap Yang Lengkap Sebagai Ciri Anak Hebat

Di era informasi dan teknologi yang serba cepat ini, anak dituntut untuk tumbuh cerdas. Akan tetapi, cerdas akademis saja tidak cukup. Anak harus cerdas secara akademis, memiliki rasa peduli, dan tanggap dalam bersosialisasi untuk menjadi anak cepat tanggap dalam memecahkan masalah yang terjadi pada dirinya maupun orang-orang di sekitarnya. Ketika anak memiliki 3 aspek kecerdasan tersebut, anak akan mampu peduli dan melihat masalah dari berbagai sisi, sehingga mereka dapat memunculkan solusi yang baik untuk semua pihak. Bagaimana caranya agar anak mampu tumbuh menjadi anak tanggap yang lengkap, sehingga mereka mampu menghadapi tantangan yang ada?

Anak hebat dengan tanggap yang lengkap, memerlukan keseimbangan perkembangan yang optimal antara kecerdasan otak, rasa peduli, dan tanggap bersosialisasi. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menyediakan kesempatan agar ketiga aspek ini terstimulasi dengan baik. Dengan banyak melibatkan anak dalam diskusi sehari-hari orang tua dapat melatih anak menjadi anak cepat tanggap. Misalnya, ketika sedang membaca buku, orang tua tidak hanya bisa memberikan informasi pengetahuan baru, tapi juga dapat bertanya pada anak kira-kira siapa yang dapat kita bantu dengan informasi baru tersebut, dan apa dampaknya informasi tersebut pada diri anak. Begitu pula jika sedang membahas pelajaran di sekolah. Dengan demikian anak akan terlatih untuk berpikir tidak hanya akademik, melainkan juga melatih kepedulian sosial, dan pengenalan emosi mereka.

Dalam mengasuh anak tanggapnya lengkap, selain perlu memberikan stimulasi yang tepat, orang tua juga perlu memastikan anak memiliki panutan dalam berperilaku sehari-hari, sehingga pengetahuan yang mereka dapat, mereka terapkan juga ke lingkungan sehari-hari. Anak perlu melihat bahwa ayah ibunya dengan senang hati menawarkan bantuan tanpa diminta kepada anggota keluarga yang lain, atau orang tua memberikan kesempatan pada anak untuk memberikan bantuan kepada teman, tetangga, saudara, atau makhluk hidup lain di sekitarnya yang sedang mengalami kesulitan.

Jangan dilupakan juga, untuk membentuk anak memiliki tanggap yang lengkap, nutrisi untuk otak juga menjadi faktor penentu. Nutrisi yang cukup, lengkap, dan seimbang mempengaruhi daya serap otaknya untuk menyerap informasi, sehingga mereka dapat memaknai setiap pengalaman mereka menjadi pelajaran berharga dalam membentuk mereka menjadi anak cepat tanggap yang bisa menggunakan akalnya dalam menyalurkan kecerdasan emosi dan rasa pedulinya.