Alternate Text
Tips & Advice Pre-Kehamilan

Kapan ya saya bisa hamil?

Berapa lama harus menunggu?



Setelah menikah, jangan heran jika Ibu seringkali menghadapi pertanyaan, “Sudah hamil belum?”, atau, “Kapan punya momongan?”. Berbagai pertanyaan itu sebenarnya adalah wujud perhatian orang-orang terdekat. Namun tak jarang, pertanyaan tersebut juga membuat Ibu merasa frustasi bila kenyataannya Ibu belum juga hamil.

 


Jangan khawatir dan panik ya, Bu. Mewujudkan kehamilan memang membutuhkan  kesabaran dan keyakinan. Memang tak ada standar waktu yang dapat menjadi tolak ukur pasti kapan seorang wanita bisa hamil.



Sejumlah ahli hanya bisa memberikan gambaran bahwa mayoritas pasangan dapat mewujudkan kehamilan dalam jangka waktu 3 bulan. Terlebih jika Ibu masih berada dalam usia puncak kesuburan, yaitu 24 – 30 tahun. Penelitian juga menunjukkan bahwa mayoritas pasangan (90%) dapat melakukan konsepsi secara alami.



Agar Ibu tidak dilanda rasa cemas, sebaiknya Ibu dan pasangan memang melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum merencanakan kehamilan. Jika dinyatakan sehat, maka langkah selanjutnya untuk mempercepat terjadinya kehamilan adalah dengan mencari tahu jadwal ovulasi Ibu dan segera lakukan hubungan intim saat ovulasi terjadi. Terus berusaha dan mencoba adalah solusi terbaiknya, Bu!



Nah, jika kehamilan belum juga terjadi setelah satu tahun berusaha, coba deh berkonsultasi dengan dokter kandungan. Selain untuk mengetahui kemungkinan terjadinya masalah kesuburan, dokter juga dapat memberikan saran mengenai diet dan pola hidup sehat pendukung kehamilan. Bagi Ibu yang berusia di atas 35 tahun, sebaiknya Ibu mulai menemui dokter jika belum hamil juga dalam jangka waktu 6 bulan.



Mengapa sebagian wanita sulit hamil?



Memang tak semua wanita beruntung dapat segera mewujudkan kehamilan. Penyebabnya bisa berbagai faktor. Selain alasan medis, faktor utama lain yang bisa mempengaruhi kesuburan wanita adalah usia.



Tak bisa dipungkiri bahwa semakin tua usia wanita, maka semakin berkurang juga kemampuan sel telurnya untuk bertahan hidup hingga pembuahan terjadi.  Pada wanita usia 24-30 tahun, peluang terjadinya kehamilan  secara alami bisa mencapai > 60%.  Sedangkan pada usia > 35 tahun, peluang hamil akan menurun drastis. Selain itu, bertambahnya usia juga memperbesar resiko terjadinya keguguran.



Tentunya, ini bukan alasan untuk berkecil hati bila Ibu kebetulan telah memasuki usia 35 tahun dan belum juga hamil. Informasi tersebut justru berguna untuk membuat Ibu waspada dan dapat mengambil langkah tepat untuk mewujudkan kehamilan, yaitu dengan segera berkonsultasi pada dokter. Tenang, masih ada saja kok Ibu yang berhasil hamil meski usianya > 40 tahun.



Faktor lain yang juga sering menghambat kesuburan adalah gaya hidup. Rokok dan minuman beralkohol jelas tidak mendukung kesuburan. Tak hanya berlaku pada Ibu lho, tapi juga si calon ayah. Karenanya, mari mulai hidup sehat sejak sekarang, dan segera berupaya wujudkan kehamilan impian Ibu.



Keep on trying, Moms!