Alternate Text
Tips & Advice Balita

Pentingnya Menu Seimbang Pada Balita


Tumbuh Kembang Si Kecil



Tak terasa, si Kecil sudah memasuki tahun kedua kehidupannya. Tentunya, ia makin lucu dan menggemaskan karena ia memang sedang memasuki periode intensif perkembangan fisik dan mental. Namun, secara umum sebenarnya pertumbuhannya tidak lagi sepesat saat ia masih berusia di bawa setahun. Tak heran, balita sebenarnya membutuhkan 'lebih sedikit' makanan dibanding bayi usia 0-1 tahun.


Pada masa pertumbuhannya ini, Ibu harus memperhatikan pertumbuhan tinggi badan si Kecil. Jangan risau jika tak lagi terlihat semontok dulu. Ibu cukup memantau asupan nutrisinya agar tetap berimbang dan sesuai kebutuhan. Selama ia sehat dan berat badannya masuk batasan ideal, please don't worry, Mom!


Terkadang, balita juga terlihat kurang nafsu makan. Tak perlu khawatir berlebihan ya, Bu. Ini adalah hal wajar dan dapat segera diatasi dengan beberapa tips dari Bebeclub. Ibu juga bisa lho bertukar ide dan pengalaman tentang mengembalikan nafsu makan si Kecil dengan sesama Ibu di Forum Bebeclub.





Makan Berimbang Untuk Balita Ibu


Sebelum menerapkan menu seimbang bagi si Kecil, perlu Ibu perhatikan ya bahwa diet sehat balita tentunya berbeda dengan diet sehat orang dewasa. Tentunya karena kebutuhan gizinya juga berbeda dengan kebutuhan gizi Ibu.



Porsi Makan si Kecil


Jangan samakan kemampuan melahap makanan balita dengan orang dewasa. Ingat lho, Bu, ukuran perutnya saja mungkin hanya 1/5 ukuran perut Ibu. Pada masa ini yang ia butuhkan adalah makanan berporsi kecil, namun kaya kandungan nutrisi penting dan kalori.


Untuk memenuhi kebutuhannya tersebut, balita Ibu harus terbiasa dengan pola makan yang terdiri dari tiga kali makan menu lengkap berimbang dan dua kali camilan sehat di antaranya.



Kebutuhan Energi dan Nutrisi


Jika Ibu ingin si Kecil tumbuh sehat secara fisik dan mental, ayo perhatikan asupan nutrisinya. Terdapat 7 unsur penting nutrisi yang harus selalu Ibu penuhi untuknya, yaitu: karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin, serat, dan air.


Sebenarnya, banyak lho jenis makanan yang telah mengandung kombinasi nutrisi tersebut di atas. Misalnya, susu sapi, yang mengandung air, karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin. Tapi, susu sapi kurang mengandung serat. Sedangkan roti, tak hanya mengandung karbohidrat, namun juga protein, lemak, serat, mineral, vitamin, dan sedikit air


Pada dasarnya, semua orang membutuhkan kombinasi ketujuh nutrisi tersebut di atas. Tapi, jumlah dan proporsinya tentu berbeda sesuai dengan usia dan aktivitasnya.


Balita membutuhkan menu berimbang yang kaya lemak dengan kandungan serat cenderung rendah. Ibu dapat memenuhi kebutuhan seratnya dari sayuran dan buah. Konsumsi cukup serat dapat membantu memperlancar sistem pencernaan si Kecil. Tapi, jangan terlalu berlebihan juga ya, Bu. Terlalu banyak serat dapat membuat perut si Kecil terasa penuh. Akibatnya nafsu makannya, asupan energi dan nutrisi cenderung akan berkurang.





Bagaimana Menyusun Diet Berimbang Bagi si Kecil?


Secara umum, menu diet berimbang bagi terdiri atas empat kelompok makanan utama, yaitu:

 

  • Roti dan sereal
  • Buah dan sayuran
  • Susu dan produk turunannya
  • Daging merah, ayam, seafood, telur, kacang-kacangan, dan makanan pengganti daging lainnya.


Roti dan Sereal


Roti, sereal sarapan, nasi, pasta, atau mie adalah jenis makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi dan serat. Cobalah untuk memberikan roti atau sereal gandum pada si Kecil sekitar empat kali sehari. Selain sebagai makanan utama, makanan sumber karbohidrat juga boleh kok Ibu berikan sebagai variasi camilan.



Buah dan Sayuran


Buah dan sayuran mengandung serat tinggi, serta rendah lemak. Untuk memastikan si Kecil memperoleh semua nutrisi penting yang dibutuhkannya, biasakan untuk memberikan aneka buah dan sayuran. Cobalah untuk setidaknya memberikan dua porsi sayuran dan buah pada si Kecil setiap hari.




Susu dan Produk Turunannya


Susu merupakan salah satu nutrisi yang sebaiknya dikonsumsi oleh si Kecil setiap harinya. Tapi, jangan lupa untuk tetap memberikan makanan sumber kalsium lainnya ya, Bu. Selain dalam bentuk minuman, susu juga dapat dikonsumsi dalam bentuk produk turunannya, seperti keju dan yoghurt. Idealnya, balita mengkonsumsi susu dan produk turunannya sebanyak 2-3 kali dalam sehari. Ibu juga bisa menkombinasikannya dalam bentuk snack. Begitu pula dengan suplemen susu balita.




Daging dan Sumber Protein Lainnya


Makanan seperti daging, ikan, ayam, telur, dan kacang-kacangan adalah sumber zat besi, zinc, dan vitamin B. Upayakan agar si Kecil mengkonsumsi makanan sumber protein minimal satu porsi per hari ya, Bu.

 

Untuk memastikan si Kecil memperoleh asupan nutrisi lengkap dan berimbang, upayakan untuk memberi berbagai variasi dari kelompok makanan tersebut di atas ya, Bu.




Lemak dan Minyak


Lemak dan minyak adalah salah satu sumber energi penting pada masa pertumbuhan si Kecil. Tentunya, Ibu tetap harus bijak memberikan pilihan terbaik untuk jenis nutrisi satu ini. Beberapa di antaranya adalah mentega, margarin, dan minyak nabati seperti minyak zaitun, kanola, jagung, bunga matahari, dan kedelai. Selain itu, berikan juga si kecil berbagai makanan dengan kandungani asam lemak esensial dan lemak pelarut vitamin A, D, E dan K, agar kebutuhan energinya selalu terpenuhi.




Makanan Tambahan


Saat memasak dan menyiapkan makanan bagi bayi dan balita, sebaiknya Ibu memperhatikan jenis makanan tambahan atau bumbu apa saja yang boleh digunakan. Tips berikut ini mungkin berguna:


  • Sebaiknya, jangan tambahkan garam saat memasak makanan bagi bayi dan balita. Jika pun Ibu merasa perlu, gunakan seminimal mungkin ya, Bu.
  • Hindari makanan olahan yang mengandung banyak garam, seperti keripik kentang dan jenis crackers tertentu.
  • Pemanis buatan dan zat aditif lain yang banyak terdapat pada minuman bersoda dan permen, sangat penting untuk dihindari. Selain bisa menimbulkan obesitas, jenis makanan tambahan ini bisa merusak gigi si Kecil.
  • Pilihlah selalu makanan sehat untuk snack sehari-hari. Sedangkan permen, coklat, dan berbagai cemilan tak sehat lainnya sebaiknya hari Ibu berikan pada momen istimewa tertentu saja ya, Bu.