Alternate Text
Tips & Advice Balita

Menghadapi Anak Pemalu dan Tidak Percaya Diri

Bagi beberapa orang, bergaul dan mendapatkan teman baru bisa dilakukan dengan mudah, namun tidak semua anak merasakan hal yg sama. Bagi anak yang pemalu atau kurang percaya diri, melepaskan diri dari orangtua adalah tantangan. Dibutuhkan pendampingan dan bantuan dari orangtua untuk melatih kemampuan sosial Si Kecil agar ia bisa menjadi lebih percaya diri.

Percaya diri adalah bagian tak terpisahkan dari karakter anak tanggap yang lengkap. Mereka adalah anaK-anak cerdas, cepat tanggap, memiliki kepedulian sosial, serta tanggap bersosialisasi. Si Kecil dapat belajar menjadi anak tanggap yang lengkap dari lingkungan keluarga maupun luar keluarga, seperti kelompok pertemanan. Kelompok pertemanan Si Kecil berfungsi sebagai sumber informasi dan perbandingan antara lingkungan keluarga dan lingkungan luar. Melalui pertemanannya ini pula, Si Kecil akan mendapatkan umpan balik tentang kemampuan dirinya, apakah ia bisa melakukan aktivitas tertentu lebih baik atau sama dengan temannya (Santrock, 2011).

Oleh karena itu, beberapa tips yang dapat dilakukan orangtua untuk membantu anak menjadi tanggap bersosialisasi adalah:

  1. Ciptakan Lingkungan Keluarga yang Hangat

Penelitian oleh McDowell & Parke (2009) menemukan bahwa lingkungan keluarga yang hangat, terbuka, dan memberikan kesempatan belajar, membantu Si Kecil menjadi lebih tanggap dalam bersosialisasi. Dalam lingkungan keluarga, orangtua bisa mulai dengan mengapresiasi keberhasilan dan proses belajar yang dilakukan anak, memberikan kesempatan untuk memilih dan memgambil keputusan, responsif terhadap kebutuhan anak, dan lainnya.

  1. Perbanyak Kesempatan Si Kecil untuk Bermain Bersama (playdate)

Bisa karena biasa. Prinsip ini pula yang perlu diterapkan agar Si Kecil menjadi cepat tanggap, anak yang memiliki kepedulian sosial, serta percaya diri dalam bersosialisasi. Si Kecil yang terbiasa tergabung dalam kelompok pertemanan sejak bayi, misalnya ketika berkumpul bersama anak-anak dari teman ibu dan ayah dan bermain bersama, akan menjadi lebih percaya diri dalam bersosialisasi dan membina pertemanan di lingkungan baru. Orangtua bisa mulai dari mengajak anak bermain bersama di kelompok kecil (2-3 anak) dan perlahan membesarkan kelompok pertemanannya, misal hingga 5-10 anak. Jangan lupa juga berikan kesempatan untuk Si Kecil mengobservasi dan terbiasa dengan lingkungan baru terlebih dahulu sebelum akhirnya mereka bermain bersama.

  1. Latih Kemampuan Bantu Diri & Kemandirian Si Kecil

Mampu melakukan sesuatu bagi diri sendiri, akan memberikan perasaan bangga, yang akhirnya membantu meningkatkan kepercayaan diri Si Kecil. Mulai usia 1 tahun, mulai bantu Si Kecil melakukan aktivitas bantu dirinya secara mandiri, seperti makan sendiri (baik menggunakan tangan ataupun sendok/garpu), melepas dan memasang pakaiannya sendiri, memilih pakaian sendiri, menggunakan toilet, dan lainnya yang disesuaikan dengan usia dan inisiatif Si Kecil.

  1. Menjadi Contoh Bagi Si Kecil

Santrock (2011) dalam bukunya Life-Span Development mengemukakan bahwa pilihan yang diambil orangtua seperti pilihan tempat tinggal, kegiatan beribadah, sekolah, serta pertemanan orangtua, akan mempengaruhi bagaimana cara Si Kecil bersosialisasi. Oleh karena itu, orangtua juga perlu aktif dalam lingkungan dan bersosialisasi agar bisa memberikan kesempatan belajar kepada Si Kecil menjadi tanggap bersosialisasi.

Membantu Si Kecil menumbuhkan rasa percaya diri serta mengatasi rasa malunya dalam bersosialisasi adalah hal penting yang perlu dilakukan oleh ibu dan ayah, agar Si Kecil dapat membina kelompok pertemanan yang baik. Dengan memiliki kelompok pertemanan yang positif maka semakin besar pula kesempatan belajar si Kecil dalam menumbuhkan kemampuan dirinya menjadi anak tanggap yang lengkap, yaitu cerdas, memiliki kepedulian sosial, dan tanggap bersosialisasi.