Tips & Advice 29-40 Minggu

Kenali Seluk Beluk Bayi Premature


Bagaimana Menentukan bahwa Bayi Tergolong Prematur?

Kalau bayi Ibu telah lahir sebelum kehamilan mencapai usia 37 minggu, maka bayi Ibu termasuk dalam kategori bayi prematur atau disebut juga dengan preterm.


Apa yang Harus dilakukan pada Bayi Prematur?

Jika bayi lahir prematur, kemungkinan besar bayi Ibu harus dirawat dalam inkubator. Fungsi inkubator adalah untuk mengontrol suhu agar bayi tetap berada pada suhu seperti saat ia masih berada dalam kandungan. Selain itu, dengan memasukkan bayi ke dalam inkubator, maka fungsi napasnya dapat dievaluasi dengan melihat gerakan dada atau perut. Warna kulit bayi Ibu juga dapat dilihat. Itulah sebabnya mengapa bayi sering diletakkan tanpa pakaian di dalam inkubator, karena jika tertutup pakaian, maka akan menyulitkan pengawasan. Selalu konsultasikan dengan dokter bila bayi Ibu mengalami masalah kesehatan.


Mengatasi Rasa Bersalah Setelah Melahirkan Bayi Prematur

Bayi lahir prematur dan Ibu merasa itu adalah akibat dari kesalahan yang Ibu lakukan. "Seharusnya saya tidak terlalu banyak memakan makanan itu" atau "Mungkin saya terlalu aktif bergerak". Wajar saja muncul asumsi-asumsi seperti itu di benak Ibu. Ibu merasa bertanggung jawab karena bagaimanapun juga, Ibu adalah orang yang melahirkannya.

 

Ada berbagai faktor yang tidak dapat dikontrol Ibu yang mungkin turut menyebabkan bayi lahir prematur, seperti infeksi, penyakit kronis, masalah pada plasenta, atau kondisi tidak normal pada rahim. Tetapi pada kenyataannya, penyebab pasti dari lahirnya bayi secara prematur seringkali tidak dapat diketahui.

Daripada Ibu tenggelam dalam pencarian penyebab mengapa bayi lahir prematur, lebih baik Ibu memfokuskan diri untuk menghilangkan perasaan bersalah. Rasa bersalah akan menggerogoti energi Ibu, padahal sebagai Ibu yang baru melahirkan, Ibu membutuhkan banyak energi. Jadi jangan sampai Ibu mengalami stres karena masalah ini. Ayo coba tanamkan pikiran-pikiran positif dalam benak Ibu, misalnya "Saya adalah seorang Ibu yang hebat. Bayi saya berkembang dengan baik".


Memerah ASI untuk bayi prematur

Bila bayi Ibu masih berada di unit perawatan di rumah sakit, Ibu mungkin harus memerah ASI supaya bisa menyusui bayi. Agar produksi ASI stabil, maka Ibu memerlukan ketenangan. Cobalah beberapa tips berikut agar Ibu bisa tetap merasa tenang:
    • Berendam di air hangat akan membuat Ibu merasa lebih tenang dan mencegah timbulnya rasa sakit pada payudara.

    • Pijatlah payudara secara perlahan dan perah ASI dengan menggunakan tangan. Untuk memerah, cobalah lakukan dengan cara yang berbeda-beda supaya payudara tidak sakit.

    • Sering-seringlah menjenguk dan membelai buah hati agar Ibu terus bersemangat memberikannya ASI.

Membentuk ikatan batin dengan bayi prematur di rumah sakit

Bayi berada di dalam inkubator berarti Ibu kehilangan kesempatan untuk melakukan kontak fisik yang diinginkan dengan buah hati yang baru lahir. Tapi jangan sedih ya Bu, karena bayi Ibu mungkin bisa turut merasakan kesedihan itu. You surely don't want it.
Ajaklah suami untuk mengunjungi bayi tercinta. Luapkan perasaan sayang Ibu dengan duduk dan bicara di dekatnya. Bagaimanapun juga, ia bisa tetap mengenali bau dan suara Ibu lho. Tidak ada salahnya pula memberikan belaian atau pijatan lembut yang akan menenangkan bayi. Niscaya ikatan batin antara Ibu dan bayi akan semakin kuat.


Kapan Bisa Membawa Bayi Pulang?

Umumnya, ketika berat badan bayi telah mencapai 2000-2250 gram, maka Ibu sudah bisa membawanya pulang. Tetapi sebelumnya, bayi harus dicoba diletakkan di luar inkubator dan dinilai apakah ia memang telah mampu beradaptasi dengan suhu kamar.Pada saat bayi telah berada di rumah, pastikan bahwa ia mendapat ASI yang cukup. ASI akan membantu agar berat badan bayi bisa naik dengan cepat ke berat yang seharusnya (di atas 2500 gram).

Perkembangan Bayi Prematur

Tidak ada tahap perkembangan yang berlaku secara umum bagi bayi prematur. Sangat wajar jika Ibu merasa khawatir bahwa semakin dini bayi lahir maka semakin banyak pula masalah yang harus dihadapi. Jangan berkecil hati ya Bu. Bayi prematur sebenarnya tidak akan menimbulkan masalah yang bersifat jangka panjang. Bahkan bayi normal pun mencapai perkembangan pesatnya dalam waktu yang berbeda-beda. Hal yang terpenting adalah Ibu terus bersyukur, bersemangat, dan selalu mendukung setiap perkembangan bayi Ibu.

Apakah Ada Kemungkinan Bayi yang Berikutnya Juga Prematur?

Tidak ada alasan bagi Ibu untuk mencemaskan hal ini. Menurut penelitian, sekitar 9 dari 10 wanita yang bayi pertamanya terlahir secara prematur, melahirkan anak keduanya dengan persalinan normal. Lebih baik Ibu mempersiapkan diri secara matang selama masa kehamilan daripada banyak menghabiskan waktu mencemaskannya.