Alternate Text
Mom's Pedia Balita

Agar Cerdas, Begini Tahap Perkembangan Anak yang Perlu Diperhatikan

Proses perkembangan seorang bayi bisa berlangsung dengan cepat, mulai dari janin yang berada di dalam rahim hingga lahir menjadi bayi. Untuk proses dari bayi kecil menjadi anak yang bisa berjalan dibutuhkan waktu kurang lebih 12 bulan.

Nah, tahap perkembangan anak ini merupakan hal yang harus mendapat perhatian lebih dari setiap orang tua. Apalagi mereka yang masih bayi. Sebab jika tidak, maka berbagai dampak negatif bisa saja terjadi yang tentunya menghambat tumbuh kembang sang buah hati.

Pasalnya, siapa yang tidak bahagia memiliki buah hati yang sehat dan cerdas? Ibu tentu sangat mendambakannya. Segala upaya dan stimulasi diberikan buat si kecil agar menjadi anak yang sehat dan cerdas.

Namun, seperti apa anak yang sehat dan cerdas itu? Bagaimana mengenalinya dan upaya apa yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan kecerdasan si Kecil? Berikut ulasannya:

Cara Menilai Perkembangan Normal Si Kecil

Anak yang sehat dan cerdas dapat dikenali dari tahapan atau tonggak (milestones) tumbuh kembangnya, sehingga ketika Ibu mengasuh si Kecil, Ibu dapat menyesuaikan dan menstimulasinya berdasarkan tahapan usia.

Agar si kecil sehat dan cerdas, Ibu perlu memerhatikan dan memenuhi faktor fisik si kecil, seperti sandang (pakaian yang pantas dan bersih), pangan (nutrisi), papan (rumah yang layak untuk berteduh), kesehatan yang baik, telinga dan mata yang sehat, serta faktor psikologisnya, misalnya kehangatan keluarga, kesempatan bermain, figur, keamanan, dan lain-lain.

Karena perkembangan si kecil juga tergantung pada pertumbuhannya (tinggi, berat, lingkar kepala, dan lingkar lengan atas), maka hendaknya Ibu senantiasa memantaunya melalui kurva perkembangan. Ibu disarankan mengunjungi posyandu atau layanan kesehatan terdekat untuk memantau tumbuh kembang si kecil.

Untuk memberikan stimulasi perkembangan pada si kecil, ada 4 area yang harus dinilai, yaitu motorik kasar, motorik halus, kemampuan bahasa, serta kemampuan sosial dan kehidupan harian. Kemampuan motorik meliputi pergerakan otot-otot besar, misalnya berjalan, berenang, berguling, memanjat, dan bersepeda, sedangkan kemampuan motorik halus adalah kemampuan si Kecil melakukan gerakan otot-otot kecil, misalnya menggenggam, melepaskan, menggambar, dan berbicara dengan jelas.

Kemampuan berbahasa diketahui melalui kemampuannya memahami pembicaraan, mampu mengutarakan keinganan dan pendapat, serta mampu berbahasa dan berbicara dengan lingkungannya, sementara kemampuan sosial dan kehidupan harian meliputi bagaimana si Kecil berinteraksi dengan orang dewasa dan sebayanya, serta bagaimana si Kecil mampu makan, berpakaian, mencuci, dan menggunakan toilet secara mandiri.

Untuk memeriksa perkembangan normal 4 indikator tersebut, Ibu dapat mengecek tabel di bawah ini. Apabila si kecil menunjukkan perkembangan sesuai usianya, maka perkembangannya bisa dikatakan normal.

Pedoman tumbuh kembang bayi

Usia

Motorik Kasar

Motorik Halus dan Penglihatan

Bahasa dan Pendengaran

Kemampuan Sosial dan Kehidupan Sehari-hari

2-4 bulan

Kepala stabil  ketika duduk

Dapat mengikuti objek  hingga 180o

Menjerit senang

Senyum

5-8 bulan

Duduk tanpa  dibantu

Memindahkan benda  (kubus) dari tangan satu  ke tangan lain

Menoleh ke sumber suara pelan

Menyebutkan Baba/gaga (hingga usia 10 bulan) 

Memakan biskuit  sendiri

9-14 bulan

Berdiri dengan  bantuan

Mampu menjepit benda  kecil (misalnya kismis)

 Menyebutkan mama  atau dada

Menunjukkan  keinginan melalui  bahasa tubuh

12-16 bulan

Berjalan

Menumpuk 2 kubus  (hingga 21 bulan)

Menyebut 3 kata  (hingga 21 bulan)

Minum dengan  cangkir

15-24 bulan

Menaiki tangga

 Mencoret

Menunjuk bagian  tubuh 

 Melepas pakaian

21-36 bulan

Melompat

Meniru gambar garis  vertikal 

Mampu  berkomunikasi  menggunakan  kalimat

Memakai pakaian

Bermain petak umpat 

3-4,5 tahun

Berdiri dengan  satu kaki selama  5 detik

Menggambar tangga

Menggambar wajah

Mengerti makna dingin, capek, dan lapar

Sering bertanya kenapa begini dan kenapa begitu

 

 

Sudah dapat berpisah dengan ibu

Cara Stimulasi Untuk Meningkatkan Tumbuh Kembang Si Kecil

Tidak hanya nutrisi, berbagai stimulasi dapat Ibu lakukan untuk meningkatkan perkembangan si Kecil, misalnya memijat tubuh mungilnya dengan lembut, selalu mengajaknya berbicara, senantiasa berinteraksi dengan si Kecil, merespons sinyal yang diberikan si Kecil, melibatkan si Kecil dalam aktivitas Ibu, membacakan cerita dan dongeng, mengajarinya menggambar, bermain puzzle, boneka, dan lain-lain, memberikan kebebasan untuk bereksplorasi, memberikan kesempatan padanya untuk melakukan perubahan, memberinya mainan edukasi sesuai usia, ciptakan lingkungan yang mendorongnya untuk belajar, hindari stimulasi berlebihan dan suara berisik, dan lain-lain. 

Cara Mengenal Kecerdasan Anak Sejak Dini

Setiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda. Ada anak-anak yang terlahir dengan bakat, talenta, dan kecerdasan khusus yang perlu Ibu kenali. Agar ketika si Kecil menunjukkan bakat, talenta, dan kecerdasan khusus, Ibu dapat mengarahkannya dengan baik, sehingga bakat, talenta, dan kecerdasan si Kecil tersalurkan dengan baik.

Berikut ini ciri-ciri anak yang memiliki bakat, talenta, dan kecerdasan khusus sejak dini:

  1. Mencapai tonggak tahapan perkembangan lebih awal dari usianya
  2. Mempunyai kemampuan berbahasa dengan sangat baik
  3. Mempunyai talenta khusus, misalnya kemampuan mengingat angka-angka ataupun menggambar lebih detail dibandingkan anak seusianya
  4. Dapat mengingat sesuatu dengan mudah
  5. Sangat aktif (bukan hiperaktif)
  6. Mempunyai imajinasi yang jelas
  7. Mempunyai rasa ingin tahu yang besar

Ibu harus dapat memahami dan tanggap terhadap kemampuan si kecil yang luar biasa tersebut. Sebab, terkadang anak-anak yang sangat berbakat menjadi terasing, dianggap aneh di lingkungannya, dan bahkan menjadi korban bullying, karena kemampuannya yang melebihi anak seusianya.

Mengenali Perkembangan Tidak Normal

Ibu harus meningkatkan kewaspadaan apabila si Kecil menunjukkan tanda-tanda perkembangan yang tidak semestinya. Waspadalah apabila si Kecil pada usianya belum dapat melakukan hal-hal tertentu seperti yang seharusnya (Tabel 2). Misalnya, pada usia 3 bulan si Kecil belum dapat menegakkan kepala atau mengikuti obyek dengan mata atau mencari sumber suara pelan, atau tersenyum, maka sebaiknya Ibu segera berkonsultasi dengan dokter ahli. Karena, semakin dini ditemukan keterlambatan atau gangguan dan semakin cepat dilakukan terapi, maka hasilnya semakin baik.