Tips & Advice Balita

Aktivitas Fisik untuk Si Kecil Sesuai Usianya

Sebagian besar anak pada dasarnya suka bermain dan bergerak aktif, terutama di luar ruangan. Bergerak tak hanya membuatnya sehat dan bugar, tapi bisa juga mengembangkan kemampuan motoriknya. Jadi, tubuh anak dijamin pasti lebih fit, sehingga bisa survive ketika menghadapi berbagai tantangan, baik secara fisik maupun psikis.

Banyak aktivitas yang bisa dilakukan si Kecil. Sebaiknya Bunda pilih dan sekaligus awasi kegiatan yang sesuai dengan usianya, antara lain:

  • Balita (2 – 3 tahun)

Si Kecil masih melakukan kegiatan permainan yang tidak terstruktur, yang dapat membantunya mengeksplor lingkungan dengan aman. Bunda bisa mengajak si Kecil untuk melakukan gerakan dasar seperti berlari, berjalan, berayun, berguling dan berenang.

  • Prasekolah (4 – 6 tahun)

Di usia ini, anak sudah dapat berjalan dan berlari lebih jauh dan memahami aturan permainan, seperti kejar-kejaran atau engklek. Untuk mengasah ketrampilan motoriknya, ajak si Kecil melakukan aktivitas menari, lompat tali atau bermain bola. Bila si Kecil sangat antusias melakukan salah satu kegiatan, misalnya menari, Bunda bisa memasukkannya di sanggar atau kelas tari untuk anak-anak. Sehingga si Kecil belajar memahami beberapa struktur dengan cara menyenangkan dan lebih terarah.

  • Anak sekolah dasar (7 – 9 tahun)

Pada usia ini, anak dapat melakukan pola gerakan yang lebih rumit yang menggabungkan visual tracking dan keseimbangan. Selain aktivitas yang memasukkan gerakan berjalan dan berlari, gimnastik dan bersepeda yang berstruktur adalah aktivitas yang bisa Bunda awasi untuk si Kecil.

Nah, dari beberapa tahap tersebut, Bunda akan tahu aktivitas mana yang disukai oleh buah hati, sehingga Bunda bisa membantu si Kecil untuk terus melatih dan mengembangkan setiap gerakan yang dilakukannya. Bila dilakukan dengan rutin, si Kecil akan terbiasa dengan aktivitas tersebut yang bisa berkembang menjadi hobi yang positif.