Alternate Text
Tips & Advice 6-12 Bulan

Melatih Bayi Tengkurap, Merangkak, Duduk dan Berjalan

Pada usia emas bayi antara 1 - 9 bulan, Ibu dapat melihat perkembangan si kecil yang menakjubkan dari hari ke hari. Mulai dari mengangkat kepala, tengkurap, kemudian merangkak, hingga duduk dan berjalan.

Semua perkembangan motorik ini akan dikuasai seiring dengan bertambahnya usia bayi. Namun, peran orang tua juga berpengaruh pada keberhasilan bayi melalui fase-fase emas perkembangan motoriknya.

Berdasarkan usia si kecil, kemampuan motorik secara umum yang dapat dikuasai antara lain:

Kemampuan Motorik Berdasarkan Usia Bayi

Usia Kemampuan Motorik Kasar Kemampuan Motorik Halus
1 Bulan Tangan dan Kaki bergerak aktif Kepala bisa menoleh perlahan
2 Bulan Bisa mengangkat kepala ketika tengkurap kepala sudah kuat untuk menoleh ke kiri dan kanan
3 Bulan Kepala bisa tegak saat didudukkan
4 Bulan Bisa tengkurap dan telentang Bisa memegang benda
5 Bulan  - Mulai meraih dan memegang benda
6 bulan Bisa duduk tanpa berpegangan
7 Bulan  - Sudah bisa mengambil benda dengan tangan
8 Bulan Bisa berdiri dengan berpegangan Bisa bersuara dan mengucapkan "ma ma ma"
9 Bulan  - Bisa menjumput benda sebesar biji kacang(mengambil benda dengan ibu jari dan telunjuk)

 

Apabila bayi belum menguasai kemampuan motorik dasar tersebut, tidak perlu cemas ya, Bu. Setiap anak memiliki kemampuan yang unik. Dalam waktu dekat, si kecil akan segera menguasai motorik dasar seiring pertumbuhannya.

Stimulasi ibu untuk melatih kemampuan motorik bayi (tengkurap, merangkak, duduk dan berjalan)

Ibu, kendati bayi secara bertahap akan melalui fase demi fase perkembangan motorik, orang tua yang ikut mendampingi pasti akan menambah rasa percaya diri dan kasih sayang dalam diri si kecil.

Lalu, apa saja yang bisa Ibu lakukan untuk menstimulasi kemampuan motorik dasar pada bayi? Coba lakukan langkah-langkah berikut yuk...

Melatih tengkurap

Pada usia 6 minggu hingga 1 bulan, Ibu harus menahan bagian kepala dan leher ketika menggendong. Sekitar usia 1-3 bulan,  sesekali membalikkan badan bayi atau menengkurapkan bayi untuk melatih kekuatan otot leher. Bayi akan belajar mengangkat kepala dan dada bertumpu pada kedua tangannya. Dengan sendirinya, ia akan belajar tengkurap.

Melatih merangkak

Setelah bayi mulai belajar tengkurap, di usia sekitar 6 bulan, ia akan mencoba berguling-guling dan merangkak agar bisa berpindah tempat. Ibu bisa mendorong atau menstimulasi dengan memperlihatkan mainan agar ia tertarik menghampiri sambil merangkak. Tempatkan pula bantal sebagai penghalang untuk melatih ketangkasan dan rasa percaya diri bayi ketika merangkak.

Melatih duduk

Tahapan melatih duduk pada bayi di sekitar usia 4-7 bulan, tepatnya saat bayi sudah bisa berguling-guling dan menahan kepala dengan kuat. Di usia 8 bulan, bahkan bayi sudah mampu duduk sendiri tanpa bantuan orang tua. Untuk melatih posisi duduk, ibu bisa mencoba trik ini:

  • Cobalah mengajak bayi bermain sehingga kepalanya bergerak ke bawah dan ke atas untuk melatih kekuatan otot leher. Misalnya, meletakkan mainan di lantai, lalu mainan diangkat sehingga bayi mendongakkan kepala mengikuti gerakan tangan ibu.
  • Cara kedua untuk menyeimbangkan posisi duduk bayi. Dudukkan bayi, kemudian tempatkan mainannya di sekitar bayi tetapi di luar jangkauan bayi sehingga bayi akan mencoba meraih mainan tersebut.

Melatih berjalan

Bayi usia 9-12 bulan akan belajar melangkah untuk pertama kali. Sebelum berjalan, pada usia 8 bulan ia akan mencoba fase berdiri dengan berpegangan pada benda-benda di sekitarnya. Ibu dapat melatih dengan cara memegang kedua tangan bayi atau memberi alat bantu berjalan seperti mainan yang bisa didorong dan sejenisnya. Ajari pula si kecil untuk menekuk lutut agar ia bisa mencoba duduk kembali usai berdiri atau berjalan.

Dukungan dan stimulasi yang tepat akan meningkatkan kemampuan motorik si kecil agar ia tumbuh menjadi anak hebat sesuai harapan orang tua. Happy parenting, Bu.