Tips & Advice 6-12 Bulan

Rutinitas Makan Bayi

Mengenalkan Bayi Pada Makanan Padat


Saat bayi Ibu menginjak usia 6 bulan, kebutuhan gizi bayi akan berubah sejalan dengan pertumbuhannya. ASI saja tidak cukup untuk pertumbuhannya. Sudah waktunya bagi Ibu untuk memperkenalkan makanan tambahan sebagai pendamping ASI untuk bayi 6 bulan.


Setiap bayi memiliki kemampuan mencerna makanan padat pada usia yang berbeda-beda, tapi para ahli sepakat, umumnya mereka sudah siap saat berusia 6-8 bulan. Tapi pastikan pencernaan si Kecil benar-benar sudah siap untuk mencerna makanan padat pertamanya. Jika Ibu belum yakin kapan waktu yang paling tepat, cari tahu tanda-tanda umum pemberian makanan tambahan atau konsultasikan dengan dokter. Apa saja tanda-tanda bayi Ibu sudah siap untuk makanan padat pertamanya?


    • Bayi Ibu sudah bisa duduk sambil bersandar dengan kepala tegak.
    • Bayi Ibu kelihatan tertarik dengan apa yang dimakan oleh anggota keluarga yang lain.
    • Bayi Ibu sudah tidak memiliki refleks melepehkan makanan yang dimakan dengan lidahnya.
    • Bayi Ibu sudah bisa mengambil, memegang sesuatu, dan memasukkannya ke mulutnya untuk dikunyah.
    • Berat badannya bertambah. Sebagian besar bayi sudah bisa diberikan makanan padat pertamanya ketika beratnya bertambah dua kali lipat dari berat ketika lahir.
    • Bayi Ibu masih tetap merasa lapar meskipun sudah diberikan ASI.


Makanan Tambahan Seperti Apa yang Diberikan Pertama Kali?


Saat akan memberikan makanan padat pertama pada si Kecil, Ibu tentu bingung, makanan seperti apa yang harus diberikan kepadanya, dan kapan waktu yang paling tepat untuk melakukannya? Terlebih jika bayi Ibu adalah anak yang pertama. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat membantu Ibu dalam melakukannya:


    • Berikan makanan setelah bayi menyusu.
    • Makanan padat pertama yang Ibu berikan harus bertekstur lunak dan agak encer.
    • Coba dengan makanan yang paling sederhana, seperti bubur susu atau jus/pure, buah (pisang, pepaya, jeruk manis). Makanan berbentuk pure, biasanya lembut dan tidak menggumpal. Coba juga untuk membuat pure: apel, pir, apricot, ubi manis, labu kuning, wortel, kentang, dan alpukat.
    • Gunakan sendok kecil dan berikan sedikit-sedikit. Berikan selama beberapa hari sampai ia mengenal betul makanannya.
    • Variasikan makanan yang Ibu berikan dengan mengganti menunya setiap 2-4 hari sekali.

Jangan cemas bila bayi Ibu melepehkan makanan yang Ibu suapkan, karena ia baru belajar makan dan belum terbiasa dengan tekstur dan rasa makanan baru yang dimakannya. Take it easy, don't give up!


Tips Memberikan Makanan Pertamanya


1. Untuk menu pertamanya, Ibu bisa memberikan bubur susu yang agak encer. Hindari gluten (turunan gandum, misalnya makanan yang terbuat dari tepung terigu), karena sulit dicerna oleh si Kecil.


2. Dudukkan bayi Ibu di pangkuan, atau di atas kursi khusus untuk bayi.


3. Oleskan sedikit bubur susu pada bibirnya, dengan cara ini dia bisa merasakan tekstur dan rasanya.


4. Letakkan sedikit bubur susu di ujung sendok, dan pelan-pelan suapi bayi Ibu. Jangan memaksanya, biarkan si Kecil yang menyesuaikan diri.


5. Berikan makanan dengan jadwal yang teratur, sehingga ia terbiasa dengan rutinitas ini.


6. Jika ia menolak, jangan panik. Hentikan memberinya makan, dan coba lagi beberapa hari kemudian.


Penting untuk tidak memaksa bayi Ibu, agar ia tidak trauma dan malah menolak untuk makan nantinya. Sabar ya Bu!


Mengajaknya Makan Bersama dan Memberikan Menu Keluarga


Tekstur makanan yang diberikan kepada bayi Ibu harus bertahap, dari yang sangat lembut dan agak encer, hingga ia sudah bisa memakan makanan yang lebih bertekstur. Semuanya bergantung pada perkembangan dan kebutuhan gizi bayi Ibu.


Saat usianya 1 tahun, ia sudah mulai bisa menerima berbagai jenis makanan yang lebih padat. Pada saat inilah Ibu mulai bisa mengenalkannya pada menu keluarga yang aman dimakan olehnya. Jangan lupa ya Bu, hindari gula, garam, dan bumbu-bumbu yang tajam. Supaya ia tidak tersedak, Ibu bisa menghaluskan makanan untuknya dengan blender, atau mencincangnya bila ia sudah mulai bisa mengunyah dengan baik.


Mengenalkannya pada makanan keluarga membuat pekerjaan Ibu jadi lebih mudah, karena tidak harus membuat menu khusus untuknya. Yuk, ajak ia menikmati makanannya bersama anggota keluarga yang lain di meja makan, dan dudukkan dia di kursi tinggi khusus untuk bayi.


Ingat untuk melakukannya secara perlahan ya Bu. Biarkan bayi Ibu menikmati makanan dan suasana makan bersama keluarga. Meskipun berantakan, biarkan ia belajar makan sendiri. Ketika si Kecil sudah semakin besar, Ibu mungkin sudah mulai memikirkan kapan bisa menyapihnya.


Kapan Mulai Menyapih?


Ketika bayi Ibu sudah bisa makan berbagai jenis makanan, inilah saatnya mengurangi pemberian ASI. Tapi jangan melakukannya secara tiba-tiba, karena menyapih bukan hal yang mudah dilakukan. Menyusui lebih dari sekedar memberi bayi makan, ada ikatan emosional antara Ibu dan bayi ketika melakukannya. Apa saja tahap-tahap yang bisa Ibu lakukan agar lebih memudahkan saat menyapih?


Berikan ASI pada si Kecil sebelum mengenalkannya pada makanan padat dalam porsi yang kecil. Biarkan ia merasakan berbagai tekstur dan rasa makanan.


Ketika si Kecil mulai bisa makan dengan baik (perhatikan warna dan bentuk kotorannya untuk mengetahui hal ini), Ibu dapat menyusui dan memberi makan secara bergantian. Hari ini berikan ASI terlebih dahulu, baru kemudian memberikan makan. Hari berikutnya, makan dahulu baru ASI.


Setelah beberapa waktu dan si Kecil mulai terbiasa, Ibu dapat mulai memberikan air putih (bukan ASI) dengan menggunakan cangkir khusus. Lakukan semuanya secara perlahan, dan tetap dampingi si Kecil agar dia tetap nyaman dan tidak merasa ditinggalkan.


Tahukah Ibu?


Mengenalkan makanan tambahan pada si Kecil sebaiknya saat ia tidak terlalu lapar hingga tidak rewel. Biasanya disarankan pada pagi hari, agar Ibu punya lebih banyak waktu untuk mengamati reaksi alergi yang mungkin timbul pada bayi. Lakukan secara bertahap, mulai dari sekali sehari sambil melihat apakah si Kecil menyukai makanan yang Ibu berikan. Dengan jadwal makan yang teratur setiap harinya, bayi Ibu akan terbiasa dengan makanan barunya, selain ASI.


Read less...